Email: Password:   Lupa Password?
Mengembangkan Gaya Hidup Memberi dalam Pemuridan
oleh Akhung Beritel Ina: 06-08-2014, Dibaca: 1681kali

Prinsip utama dalam pemuridan adalah bagaimana melatih dan membangun hidup seorang murid Kristus berdasarkan ajaran, kehendak, dan hidup Kristus sendiri. Demikian juga dalam aspek memberi. Gaya Hidup memberi tidak lahir secara alami dan perlu melewati sebuah proses latihan. Bagaimana pemuridan bisa mengembangkan gaya hidup ini?

Alasan yang Benar untuk Memberi
Tidak mungkin seorang murid punya kerelaan memberi tanpa mengerti alasan untuk memberi. Dan alasannya yaitu karena segala sesuatu adalah milik Allah. Bukan milik kita. Roma 12:1 berkata “demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Apa yang sudah dipersembahkan berarti bukan lagi milik kita. Karena bukan lagi milik kita, pengelolaan harus sesuai dengan kehendak Sang Pemilik. Kesadaran inilah yang pertama harus dibangun, bahwa kita hanyalah penatalayan dari apa yang Allah miliki

Mengalami Allah : Taat Dulu, Baru Melihat
Jika saya banyak memberi, bagaimana kebutuhan saya tercukupi?
Pemahaman yang benar tentang prinsip Alkitab seringkali tidak diikuti ketaatan. Mengapa orang tidak taat? Karena belum pernah mengalami pemeliharaan Allah yang nyata. Mengapa belum mengalami? Karena belum taat. Oleh karena itu, seorang murid perlu dilatih untuk mengalami pemeliharaan Allah di saat dia memberi, bahkan memberi dari kekurangan. Dan untuk mengalaminya, harus taat dulu. Di sinilah peran proyek ketaatan dalam pemuridan. Pemimpin Kelompok Kecil perlu menantang anggota kelompok dengan proyek ketaatan yang nyata, dan biarkan Tuhan bekerja dan membuat dia mengalami langsung janji pemeliharaan Allah. Jika itu sudah dialami, akan makin membangun keyakinannya untuk percaya sepenuhnya pada Allah dan rela untuk memberi

Keteladanan Pemimpin Rohani dan Gaya Hidup Komunitas
Penulis bertumbuh dalam komunitas yang sangat suka memberi. Para pemimpin menunjukan teladan memberi yang luar biasa. Bahkan seringkali dari keterbatasan dan kekurangan mereka. Dan penulis bisa menyaksikan sendiri betapa pemeliharaan Allah itu sangat nyata dalam hidup mereka. Teladan serta gaya hidup komunitas itu menginspirasi dan mendorong penulis untuk memiliki kerelaan memberi. Inilah yang menjadi tugas besar pemimpin rohani, bagaimana dirinya menjadi teladan memberi, dan bagaimana menciptakan komunitas dengan gaya hidup memberi, sehingga setiap orang yang dimuridkan terinspirasi dan terdorong untuk memiliki gaya hidup yang sama.

Melihat Realita, Mendoakan, dan Menjadi Jawaban Doa
Yang biasanya penulis lakukan bagi kelompok yang dipimpin adalah membukakan realita kebutuhan yang ada, baik itu kebutuhan dana dari sebuah pelayanan, seseorang yang sedang membutuhkan uang, atau ladang misi, kemudian mengajak anggota kelompok mendoakan kebutuhan yang ada. Tidak hanya doa saja, tapi juga mengajak mereka menjadi jawaban doa dengan berbagai cara. Bisa dengan uang yang mereka miliki, dengan melakukan usaha penggalangan dana bersama, atau dengan membagikan realita yang ada kepada teman mereka. Dan dari pengalaman penulis, doa menjadi penggerak yang kuat bagi seseorang untuk mau mengambil bagian.

Membangun Hidup Sederhana, Membangun Hidup Memberi
Seringkali hambatan untuk memberi bukan karena kondisi keuangan yang kurang, namun gaya hidup berlebihan. Aspek gaya hidup sederhana penting untuk dilatih. Dan alasannya adalah agar bisa lebih banyak memberi. Prinsip penting yang harus dipegang adalah, semakin besar penghasilan kita, bukan standar hidup yang kita tingkatkan, namun standar memberi yang harus ditingkatkan.

Merencanakan untuk Memberi
Memberi perlu dengan sengaja direncanakan. Setiap awal tahun, penulis meminta adik-adik KTB untuk membuat perencanaan hidup, termasuk perencanaan keuangan bulanan. Di dalam perencanaan keuangan, perlu ada 2 alokasi wajib. Yang pertama, alokasi komitmen tetap. Yaitu pemberian yang ditujukan kepada satu tujuan yang sifatnya tetap dan konsisten. Misalnya kepada gereja, lembaga misi, atau persekutuan. Hal ini penting untuk melatih anggota untuk konsisten terhadap komitmen yang sudah dibuat, di dalam kondisi apapun. Alokasi yang kedua adalah alokasi diakonia. Ini adalah alokasi untuk memberi  bagi hal-hal yang sifatnya insidentil dan tak terduga. Hal ini penting untuk melatih anggota berencana untuk memberi, bahkan sebelum dia tahu akan memberi untuk apa. Ketika realita dibukakan, kita tidak akan bingung harus memberi dari mana, karena sudah dipersiapkan.

Hidup dalam Firman : Menyebabkan Konsistensi
Teladan pemimpin sudah diberikan, gaya hidup komunitas sudah sangat nyata, proyek ketaatan sudah terus menerus ditekankan, rencana sudah dibuat, namun itu semua hanya bersifat sementara jika seorang murid tidak melekat pada firman. Oleh sebab itu seorang murid perlu dilatih untuk hidup di dalam firman dan ketaatan. Maka kebenaran Firman Tuhan yang dia temukan dan hidupilah yang akan menjaga konsistensinya untuk taat dan tidak hidup berfokus pada diri.

(*Penulis adalah staf Departemen IT Perkantas Jatim dan melayani Pelayanan Mahasiswa)

 

Sumber gambar: http://www.fundraising123.org/files/u16/Giving-Heart.png


Topik Terkait :
Mengembangkan Gaya Hidup Sederhana Dalam Pemuridan
JANGAN MALU (2 Timotius 1:8-12)
Salib Sebagai Tanda (Merenungkan Markus 8:34-38)
Green Gospel: Dimensi Ekologis Panggilan Seorang Murid
Murid yang Radikal: Bergaya Hidup Sederhana
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Panggilan menjadi MURID KRISTUS
27-05-2017, Dibaca: 7 kali
Promo Buku - GEBYAR HUT PERKANTAS KE 44
18-05-2017, Dibaca: 52 kali
The Radical Disciple
24-04-2017, Dibaca: 76 kali
Surat Doa Papua, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 58 kali
Surat Doa Mataram, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 63 kali
Surat Doa Jember, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 66 kali
Surat Doa Kediri, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 65 kali
Surat Doa Mojokerto, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 67 kali
Lihat Semua Berita >>


1033077

Saat ini ada 26 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53