Email: Password:   Lupa Password?
Mengembangkan Gaya Hidup Sederhana Dalam Pemuridan
oleh Victor Kurniawan: 14-08-2014, Dibaca: 1910kali

Ketika membaca buku Radical Disciple yang ditulis oleh John Stott, ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu: Ia menuliskan bahwa salah satu ciri murid yang radikal adalah kesederhanaan[i]. Secara khusus ia memberikan sorotan terhadap penggunaan uang atau harta milik. Hal ini menarik untuk dua alasan. Pertama, “langka”, kesederhanaan sangat jarang dibahas dalam kaitan dengan tema-tema pemuridan. Kedua, ditengah zaman yang konsumtif dan materialistik seperti saat ini, ide ini serasa “aneh” sekaligus menyegarkan.  

Namun, ide “aneh” dan “langka” ini sangat menggelisahkan para pemimpin Kristen yang terlibat dalam gerakan Laussane beberapa puluh tahun yang lalu. Dalam perenungan, mereka menemukan bahwa  “hidup” dan “gaya hidup” saling berkaitan satu dengan yang lain. Semua orang Kristen mengklaim telah menerima hidup baru di dalam Yesus Kristus. Namun, gaya hidup seperti apa yang cocok bagi para pengikut Yesus? Terutama di zaman ini, dimana kemiskinan dan ketidakadilan  merajalela, keterbatasan sumber daya alam, dan tugas kita sebagai saksi Kristus di tengah dunia. Pada akhirnya mereka mengambil komitmen bahwa gaya hidup yang cocok untuk orang-orang yang mengklaim hidup baru di dalam Kristus adalah hidup sederhana.

Murid Yesus : Hidup Sederhana
Paul Gunadi menyatakan bahwa hidup sederhana adalah hidup secukupnya[ii]. Hidup dengan tidak mencari kemewahan; ia sekedar memenuhi kebutuhannya. Namun, ia juga menegaskan bahwa bukan berarti orang yang hidup sederhana tidak bekerja dengan sebaik-baiknya, hidup bermalas-malasaan tanpa motivasi. Hidup sederhana tetap untuk memberi yang terbaik dalam hidup kita.

Mengapa kita harus hidup sederhana? Pertama, sebab kita diberikan mandat oleh Allah menjadi pengurus atas ciptaanNya (Kejadian 1:26-28, 2:15).  Gaya dan cara hidup kita jelas mempengaruhi ciptaan. Apa yang kita gunakan, dan habiskan bersentuhan langsung dengan ciptaan. Sehingga, cara hidup yang tidak sederhana menunjukkan kurang bertanggung jawabnya kita terhadap mandat yang diberikan Allah kepada kita. Kedua, kemiskinan dan ketidakadilan yang merajalela. Fakta bahwa 800 juta orang hidup dalam kemiskinan dan sekitar 10.000 orang meninggal dunia akibat kelaparan setiap hari jelas merupakan suara yang keras untuk meninggalkan gaya hidup kita yang lain.  Fakta ini juga sebuah undangan untuk terlibat aktif memerangi ketidakadilan, dan kemiskinan. Hal tersebut dapat dimulai dengan mengembangkan gaya hidup sederhana, mengembangkan disiplin memberi kepada yang membutuhkan dan terlibat lebih banyak dalam memerangi masalah kemiskinan dan ketidakadilan . Ketiga, pekabaran injil. Fakta membuktikan bahwa ada begitu banyak orang di seluruh dunia belum mendengar kabar Injil. Tidak ada cara untuk menunjukkan angka yang pasti, namun para peneliti memperkirakan jumlah total kelompok suku diseluruh dunia kira-kira 16.700. Dari jumlah tersebut, sekitar 9800 dianggap memiliki jemaat yang bertumbuh. Sisanya kira-kira 6900 kelompok suku belum dijangkau oleh injil. Dengan hidup sederhana kita dapat menyediakan sumber daya yang memadai, baik sumber daya keuangan maupun sumber daya pekabaran injil di seluruh dunia.

Membangun dan menularkan hidup Sederhana
Menurut saya, cara paling efektif membangun dan menularkan hidup sederhana adalah melalui komunitas pemuridan. Sebab, visi dan filosofi komunitas pemuridan mendukung kesederhanaan. Selain itu, pedalamanan Alkitab, keteladanan dari anggota kelompok dan pemimpin, proyek-proyek ketaatan, intensitas relasi dan pertemuan dalam komunitas ini, serta tindakan-tindakan misi yang dilakukan  merupakan tanah yang subur untuk menumbuhkan kesederhanaan dan menjadikannya sebuah gaya hidup[iii].             Selain keberadaan komunitas pemuridan, kita juga harus berkomitmen untuk membangun hidup sederhana. Beberapa hal praktis yang disarankan adalah : Pertama, membangun kesederhanaan dalam[iv], yaitu membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan, mengijinkan Dia untuk memuaskan hidup kita dari hari ke hari dan belajar bersyukur dan mencukupkan dengan yang kita miliki saat ini. Kedua, membangun kesederhanaan luar. Hal-hal praktis yang bisa kita lakukan adalah :

  • Membeli barang-barang yang tujuannya untuk digunakan bukan untuk prestise
  • Membangun kebiasaan memberi barang-barang  kepada orang lain
  • Jangan percaya bahwa jika memiliki banyak barang, maka kita akan lebih bahagia
  • Belajar untuk tidak mempercayai apa yang diiklankan.

  (* Penulis melayani di Pelayanan Mahasiswa Malang)

 Sumber Gambar : http://static.tumblr.com/ackqwan/yycm9booe/simplicity.jpg


[i] Stott, John. 2010. “The Radical Disciples”. Literatur Perkantas Jawa Timur, Surabaya. Hal 55-74.

[ii] Gunadi, Paul. 2014. “Hidup Sederhana”, diunduh dari http://www.telaga.org/audio/hidup_sederhana

 

[iii] Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan makna gaya hidup sebagai pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat.

[iv] Gunadi, Tadius.2012. “Spirituality as a long Journey” (Materi Weekend Alumni Malang). (tidak dipublikasikan)


Topik Terkait :
Mengembangkan Gaya Hidup Memberi dalam Pemuridan
Salib Sebagai Tanda (Merenungkan Markus 8:34-38)
Green Gospel: Dimensi Ekologis Panggilan Seorang Murid
Sejauh Mana Perkantas Telah Menjadi Komunitas yang Radikal? Sebuah refleksi berdasarkan Markus 10:29-30
Murid yang Radikal: Bergaya Hidup Sederhana
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 194 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 196 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 222 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 200 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 193 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 219 kali
Lihat Semua Berita >>


1249379

Saat ini ada 58 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53