Email: Password:   Lupa Password?
PEMURIDAN SEUMUR HIDUP
oleh Fransisca Riswandani: 19-08-2014, Dibaca: 2019kali

Apa pemikiran Anda ketika mendengar bahwa Yesus meminta Anda untuk melakukan pemuridan seumur hidup, yaitu dimuridkan dan memuridkan? Pertanyaan yang perlu direnungkan sebelum saudara membaca opini ini lebih jauh. Dietrich Bonhoeffer pernah menyampaikan, “Kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus.” Mengapa? Karena kenyataannya, Yesus bukan memerintahkan supaya manusia hanya sekedar menerima-Nya sebagai Juruselamat, pergi ke gereja, membaca Alkitab, berdoa, berbicara tentang Yesus, tetapi agar semua bangsa menjadi murid-murid yang mengenal dan melakukan kehendak-Nya (Mat. 28:19). Dengan kata lain, “seseorang tidak akan pernah menjadi pengikut Yesus tanpa menjadi murid atau berkomitmen pada pemuridan.”  Jika demikian, apakah jawab kita?

Pemuridan perlu dilakukan seumur hidup. Mengikut Yesus dan menolong orang lain untuk mengikut Yesus perlu dilakukan terus menerus. Tidak ada jeda untuk berhenti menjadi murid dan memuridkan orang lain. Bill Hull dalam bukunya "Choose The Life" menjelaskan bahwa pemuridan berarti percaya pada apa yang Yesus percayai (transformasi pikiran), hidup seperti Yesus hidup (transformasi karakter), mengasihi seperti Yesus mengasihi (transformasi hubungan), melayani seperti Yesus melayani (transformasi pelayanan), dan memimpin seperti Yesus memimpin (transformasi kuasa pengaruh). Kapankah hal itu selesai dicapai?  Saya pikir tidak pernah ada yang sudah lulus dalam hal ini.  Dengan demikian, pemuridan seharusnya menjadi agenda besar dalam hidup seorang percaya.

Pemuridan seumur hidup adalah teladan dan perintah Yesus. Ia melakukan pemuridan sampai akhir hidup-Nya. Ketika Ia menunjukkan diri-Nya di muka umum, menariknya hal pertama-tama yang Ia lakukan adalah memanggil murid. Ia terus memuridkan mereka dalam segala situasi hidup-Nya, dalam hidup sehari-hari, dalam penderitaan berat tatkala nafas-Nya hampir habis tersengal-sengal di atas kayu salib. Bahkan sampai para murid tidak bisa lagi melihat-Nya karena Ia menghilang di awan-awan, Yesus mengimpartasikan pemuridan kepada para murid-Nya. Ia memberikan perintah supaya setiap murid-Nya terus mencari orang-orang untuk dimuridkan, mengajar dan menolong mereka melakukan ajaran itu (Mat.28:19-20). Perintah itu dibingkai dengan teladan pemuridan yang luar biasa semasa hidup-Nya. Ia tahu kehadiran-Nya secara fisik di dunia terbatas secara waktu, padahal misi kerajaan Allah belum selesai dikejarkan. Warisan ilahi ini perlu diusung sampai jaman berganti jaman.

Bagaimana jika pemuridan hanya dikerjakan separuh perjalanan pelayanan kita? Idealisme dan militansi bisa saja hanya terjadi ketika dibina di dunia siswa atau mahasiswa, tetapi menjadi “melempem” ketika ditarungkan dengan realita dan kenikmatan dunia kerja. Mungkin ini yang menjadi jawaban dari pertanyaan yang selama ini diajukan, “Mengapa sudah ribuan siswa mahasiswa yang kita bina setiap tahunnya tetapi Indonesia tidak mengalami perubahan yang signifikan? Korupsi di setiap lini bahkan pojok perkantoran. Masalah ekologi yang hanya direspons dengan keprihatinan. Mengapa “toa” kekristenan tak diteriakkan?” Bisa jadi karena pemuridan terhenti di tengah jalan. Tidak ada lagi yang mengiringi ketika langkah-langkah berat dunia kerja menghantam kaki mereka. Tidak ada lagi seorang kakak yang membarakan lagi hati yang mulai redup dan gelap. Tidak ada lagi yang menantang mereka untuk men-Tuhan-kan Yesus ketika di antara mereka mulai menyembah dewa Mamon yang nikmat dan memuaskan. Roda-roda pemuridan berhenti berderit karena banyak yang berkata “cukup sampai di sini.”

Seringkali pemuridan terhenti di suatu fase dimana tugas tanggung jawab seseorang semakin bertambah banyak. Masa ujian sekolah yang berat bagi siswa, masa menulis skripsi yang melelahkan bagi mahasiswa, atau pada fase berkeluarga dan bekerja bagi alumni. Banyak orang juga melihat pemuridan sebagai proses yang partial, hanya pada waktu siswa, mahasiswa atau fase awal menjadi alumni tatkala kehidupan belum semakin kompleks.  

Pemuridan dikerjakan dengan tujuan supaya misi Allah untuk penegakan kerajaan Allah ditengah dunia ini terus dikerjakan di segala bidang kehidupan, di keluarga, dunia pendidikan, pemerintahan, di setiap tempat di mana ada manusia dan ciptaan. Yesus hanya memberikan perintah misi kepada murid, bukan kepada “para penggembira” yang menginginkan “roti-Nya.” Tidak ada misi yang konsisten dikerjakan tanpa pemuridan. Jika proses ini terhenti maka tidak lagi ada murid-murid yang terpelihara dan mengerjakannya misinya di tengah dunia yang sarat dengan tantangan dan kesulitan hidup.

Tema ini bukan untuk menambahkan satu beban lagi dalam hidup Anda. Namun sebaliknya, untu membuat hidup bergairah. Karena terlibat dengan mega proyek ilahi, pekerjaan bernilai kekal, di mana ngengat dan karat tidak dapat menghabisinya. Di manapun Anda berada, tolonglah orang-orang untuj percaya kepada Yesus dan ajarlah hari-lepas hari untuk tetap setia menjadi murid Yesus. Anak-anak Anda, orang tua, sanak saudara, tetangga, bawahan Anda di kantor, murid-murid Anda di sekolah, teman-teman Anda di gereja, dsb. Di sisi lain, sediakanlah diri Anda untuk menjadi murid Kristus, dengan sengaja mengupayakan pertumbuhan rohani Anda melalui komunitas murid. Mari terus berjuang mengenal dan melakukan kehendak Allah seumur hidup. Selamat memuridkan.

 

 ( * Penulis melayani pelayanan Alumni di Kota Malang)

 

 


Topik Terkait :
Pemuridan: Kokoh Membangun Negeri
Hai Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
JIKA ANDA SEORANG MURID
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
Student Today Leader Tomorrow
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 106 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 108 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 107 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 94 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 80 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 88 kali
Lihat Semua Berita >>


1113445

Saat ini ada 118 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53