Email: Password:   Lupa Password?
Pembentukan Karakter Nasionalisme Dalam Pemuridan
oleh Agung Kurniawan: 26-08-2014, Dibaca: 2048kali

 Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. (http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme)  Nasionalisme Indonesia terdapat dalam Pancasila. Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lainnya. Kedaulatan bangsa terwujud jika Pancasila dilakukan. Dan hal yang penting untuk diperjuangkan segenap warga Indonesia adalah Pancasila.

 

Nasionalisme dan Pemuridan

Memuridkan adalah perintah terakhir Tuhan Yesus sebelum naik ke surga (Matius 28: 19-20). Berdasarkan perintah tersebut, di dalam pemuridan melibatkan pengajaran dan belajar menerapkan ajaran Yesus  menyangkut kitab PL dan PB. Bagaimana relevansi pemuridan dengan Pancasila? di bawah ini dikutip tulisan resensi buku “ MATA AIR KETELADANAN: Pancasila Dalam Perbuatan “ yang ditulis oleh Yudi Latif (http://m.kompasiana.com/post/read/640777/1/mata-air-keteladan-pancasila-dalam-perbuatan.html yang berisikan penjelasan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan kaitannya dengan ajaran alkitab.

 

Sila KeTuhanan yang Maha Esa.

 “ Nilai-nilai Ketuhanan,  meminjam ungkapan Bung Karno, adalah nilai-nilai Ketuhanan yang berkebudayaan dan berkeadaban. Yakni nilai-nilai etis ketuhanan yang digali dari nilai profetis agama-agama yang bersifat membebaskan, memuliakan keadilan dan persaudaraan; Sila Ketuhanan, meminjam ungkapan Bung Hatta, menjadi dasar yang memimpin ke jalan kebenaran, adilan, kebaikan, kejujuran, dan persaudaraan.” 

Hal ini mengenai sifat Ilahi keTuhanan yaitu etika sosial, kebenaran, keadilan, kejujuran, kebaikan dan perdamaian. Alkitab mengajarkan bahwa menjadi serupa Yesus yang adalah citra Allah (Kol. 1: 1 – 23)  adalah tujuan orang percaya karena sifat ilahi sudah “ ditanamkan “ dalam diri orang percaya melalui kelahiran baru yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Rom.8: 29; Yoh.14: 16 – 17). Berarti pemuridan adalah mewujudkan benih ilahi yang sudah ada di dalam diri setiap orang percaya di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pemuridan adalah pengejawantahan sila Pertama dari Pancasila.

 

Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

“ Sila ini mengandung visi kebangsaan yang humanis, dengan komitmen besar untuk menjalin persaudaraan dalam pergaulan dunia serta  antar sesama anak negeri berlandaskan nilai-nilai keadilan dan keadaban yang memuliakan hak-hak asasi manusia.” Alkitab mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia sebagai wujud mengasihi Allah (Mat.22) karena seluruh manusia tanpa terkecuali adalah gambar Allah. Mengasihi sesama adalah kewajiban kepada hak asasi manusia yang adalah gambar Allah. Dengan demikian hukum kasih kepada sesama manusia ini merupakan ajaran mengenai pengejawantahan sila Kedua dari Pancasila.

 

Sila Persatuan Indonesia

 “ Secara konseptual, Indonesia telah memiliki prinsip dan kebangsaan yang kuat, terpatri dalam semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Suatu prinsip kebangsaan yang dapat mempertemu kesilaman tradisi dan kemajemukan masyarakat Nusantara dan kebaruan negara-bangsa Indonesia; dengan kesiapan untuk menghargai perbedaan seraya mengusahakan persatuan dalam negara, konstitusi negara, bentuk, lambang dan bahasa negara, dan peraturan perundang-undangan sebagai konsensus bersama.”  Hal tersebut mengenai menghargai perbedaan dan bersatu dalam perbedaan.  Ajaran alkitab dalamI Korintus 12 adalah ajaran nyata mengenai Bhinneka Tunggal Ika. Masing-masing anggota tubuh memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda, namun berada dalam kesatuan tubuh yang sama dan untuk mencapai tujuan yang sama.

 

Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dan kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

 “ Demokrasi pada hakikatnya merupakan cara mencintai sesama manusia dengan menghormati setiap warga sebagai subjek yang daulat, bukan objek tindasan kekuatan pemaksa atau kekuatan modal. Demokrasi yang sesuai dengan karakter kebangsaan Indonesia bukanlah yang mengarah pada diktator mayoritas (mayorokrasi) atau tirani minoritas, melainkan  permusyawaratan yang menghargai hak individu, hak kelompok marginal  dan hak teritorial.”  Di sini hak pribadi dihormati, namun kepentingan nasional adalah hal yang paling diutamakan. Tidak ada golongan yang menang atau kalah, mayoritas atau minoritas, tetapi yang ada adalah Indonesia raya.  Kitab Kisah 15: 1 -23 adalah mengenai musyawarah gereja Yerusalem yang tidak hanya dimonopoli oleh para rasul saja, namun juga anggota gereja yang diwakili oleh penatua. Hasil akhirnya adalah bukan untuk kepentingan non Yahudi atau kepentingan Yahudi tetapi kepentingan bersama ( bandingkan dengan Rom. 14: 19).

 

Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 “ Jalan untuk mencapai keadilan sosial menghendaki perwujudan negara kesejahteraan ala Indonesia yang tidak saja mengandalkan peran negara secara luas, tetapi juga menghendaki partisipasi pelaku usa­ha dan masyarakat dalam mengembangkan kesejahteraan. De­ngan kapasitasnya masing-masing, mereka harus bergotong-royong memajukan kesejahteraan umum, mengembangkan jaminan ­pelayanan sosial, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta melakukan pembangunan berkelanjutan untuk keadilan dan perdamaian de­ngan karakter kemandirian, sikap hemat, etos kerja, dan ramah ling­kungan.”

Sila ini mengenai kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Alkitab mengajarkan dalam Kis.2: 43 – 47 dan 4: 34 – 35 mengenai ikut ambil bagian dalam mensejahterakan orang lain. Semua anggota jemaat baru tersebut ikut serta secara sukarela saling membantu supaya anggota jemaat yang kekurangan menjadi lebih sejahtera (bandingkan dengan 2 Kor. 8: 13 – 14).

Berdasarkan penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran Alkitab. Dengan demikian, mengajarkan ajaran alkitab dalam proses pemuridan adalah bagian dari membentuk karakter nasionalisme dalam diri setiap orang percaya dalam hal ini siswa dan mahasiswa binaan Perkantas yang terlibat dalam Kelompok tumbuh Bersama.

 

(*Penulis melayani di Departemen Konseling Perkantas Jawa Timur)

 

Nasionalisme

Sumber Gambar : http://ummaymochil.files.wordpress.com/2009/08/nationalizm-opo-kui1.jpg?w=470


Topik Terkait :
Pemuridan: Kokoh Membangun Negeri
Hai Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
JIKA ANDA SEORANG MURID
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
Student Today Leader Tomorrow
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

1562320

Saat ini ada 95 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
asw...
   Hacked D4RK FR13NDS, 2017-11-04 01:56:02
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09