Email: Password:   Lupa Password?
Train Well, Done Best
oleh Robert Musung, S.Kom.: 17-04-2017, Dibaca: 213kali

Siswa dan mahasiswa dapat terlibat dalam transformasi bangsa, jika kita melatihnya sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah/kampus tempat mereka menempuh pendidikan. Latihan di rumah adalah bagian dari orangtua, namun untuk sekolah dan kampus, Perkantas bisa ambil bagian. Di kitab Amsal 22:6 tertulis "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu". lnilah yang harus kita kerjakan. Perjalanannya panjang dan pasti melelahkan. Namun, kita harus bahu membahu dengan orangtua dan pendidik untuk mendoakan, melatih, menyemangati, mendorong, menghibur, dan memuji mereka. Orangtua harus melatih kepekaan sosial dan semangat transformasi anak-anak mereka bersinergi dengan para PKK, Guru/Dosen Agama, dan pelayan lainnya. Perlu kita ingat bahwa keluarga adalah tempat awal para siswa/mahasiswa belajar. Latihan di rumah akan menolong para pelayan di sekolah/kampus untuk menindaklanjutinya.

Para pelayan sekolah/kampus harus membantu mereka memiliki fokus "studi untuk berguna dan berdampak positif bagi sesama dan memuliakan Tuhan". KTB dilakukan untuk menolong mereka memiliki dasar Firman Tuhan dalam kehidupan. Persekutuan sekolah/kampus selain menolong memperlengkapi dengan Firman Tuhan seharusnya juga menjadi tempat melatih kepekaan sosial (menangkap apa yang bisa dilakukan bagi sekolah/kampus) dan mendorong mereka untuk bergerak keluar persekutuan. Keluar untuk berorganisasi, bergaul, bersinergi, dan menjadi motor perubahan di sekolah/kampus mereka. Bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti gerakan tidak mencontek, anti pornografi, suka bersih, hingga gerakan melawan intoleransi di sekolah/kampus. Jika sejak siswa/mahasiswa sudah terasah kepekaan sosial dan semangat perubahannya, maka sebuah keniscayaan mereka terlibat lebih jauh dalam transformasi di lingkup yang lebih besar, di lingkungan, daerah, negara, dan bahkan dunia. John Wesley mengatakan untuk memberi dirinya 100 orang muda yang tak pernah takut apapun selain takut berbuat dosa dan tak berharap apapun selain berharap akan Tuhan Yesus maka mereka akan mengguncang Neraka dan membuka pintu Surga. Sukarno pun pernah mengatakan untuk memberikan kepadanya 10 pemuda dan ia akan mengguncang dunia. Sudahkah kita meminta yang sama untuk transformasi bangsa? Sudahkah dunia tergoncang oleh adik-adik binaan kita? Jika belum, maka kita perlu berkaca kembali, sudahkah kita melatih mereka dengan baik dan benar serta sudahkah kita bertransformasi terlebih dahulu? We are a Transformer’s. GBU

(*Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di Mataram)

Surat Doa MURID Perkantas Regional Jawa Timur - Edisi Maret-April 2017


Topik Terkait :
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
Student Today Leader Tomorrow
Persekutuan Mahasiswa Kristen dan Visi Keterlibatan lnjili dalam Pergumulan Dunia
Pemuridan Mahasiswa Bagi Transformasi Bangsa
Pemuridan Siswa bagi Transformasi Bangsa
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Promo Buku - GEBYAR HUT PERKANTAS KE 44
18-05-2017, Dibaca: 24 kali
The Radical Disciple
24-04-2017, Dibaca: 64 kali
Surat Doa Papua, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 49 kali
Surat Doa Mataram, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 52 kali
Surat Doa Jember, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 54 kali
Surat Doa Kediri, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 49 kali
Surat Doa Mojokerto, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 55 kali
Surat Doa Banyuwangi, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 75 kali
Lihat Semua Berita >>


1027226

Saat ini ada 91 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53