Email: Password:   Lupa Password?
STUDENT "YESTERDAY," ARE YOU A (SERVANT) LEADER TODAY?
oleh Fransisca Riswandari, M.Div: 25-04-2017, Dibaca: 142kali

Hadirnya pemimpin merupakan kebutuhan tak terelakkan bagi manusia di dalam komunitasnya. Keluarga, perkantoran, wilayah, sekolah, kampus, agama, organisasi, negara semua memerlukan pemimpin. Pemimpin mendorong dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai satu tujuan tertentu. Tanpa pemimpin, terjadi chaos di dalam setiap lini kehidupan. Bagi kekristenan tujuan tertentu itu tidak dapat dilepaskan dari tujuan Allah yang menciptakan segala sesuatu, yaitu untuk kemuliaan Tuhan-Tuhan dihormati oleh semua mahkluk. Tujuan kepemimpinan bagi orang percaya adalah bagaimana seseorang bisa memengaruhi manusia lain untuk mengelola dan mengerjakan bumi dengan bijak sehingga mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan-membawa apa yang baik, yang benar di mana Tuhan dihormati. Dampaknya adalah membawa kemaslahatan bagi orang banyak.

Dengan dasar pemikiran itulah Perkantas terus membentuk pemimpin. "Menggodok" kurikulum pembinaan lengkap dengan suplemennya, bak perkuliahan lengkap dengan sks dan praktiknya. Berbagai upaya, dibalut dalam tenaga, doa, dana terus diupayakan. Hakikat mahasiswa adalah kesadaran akan tujuan hidup, hakikat alumni adalah tanggung jawab. Dalam kedua fase ini Perkantas mengambil peran, mempersiapkan siswa-mahasiswa dan mengutus mereka ke tengah dunia untuk membentuk keluarga yang baik, menjadi berkat bagi gereja, bangsa dan dunia. "Student Today, Leader Tomorrow" menjadi spirit untuk mencetak alumni yang asin dan benderang-membawa pengaruh baik bagi masyarakat dalam pengabdian. Menjadi pertanyaan bagi kita semua yang telah dibina selama ini: student "yesterday," are you a (servant) leader today?

 

SERVANT LEADER

Tanggung jawab alumni adalah untuk memimpin di segala area. Tidak ada konsep kepemimpinan lain yang dimiliki oleh kekristenan selain konsep "servant leader". Perwujudan kinerja yang terfokus pada "service" ini termaktub dalam Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian Baru (PB). Para nabi dan para raja dipilih Tuhan untuk memimpin jemaat menghormati Allah, hidup bagi Allah dan dampaknya rakyat mendapat berkat jasmani dan rohani. Kesempurnaan teladan servant leader diajarkan dan diperagakan sendiri oleh Yesus Kristus melalui inkarnasi, kehidupan dan kematian-Nya. Yesus tidak mencari kepentingan sendiri la tidak mempertahankan hak kesetaraan-Nya dengan Allah (Flp. 2:6-7). Semua dilakukan demi satu tujuan: keselamatan manusia.

Dalam dua-tiga dekade terakhir ini telah muncul pemikiran tentang apa yang dinamakan "servant leader". Dunia usaha dan lembaga-lembaga pendidikan secara luas dan intensif berbicara dan menerapkan konsep ini. Kini beberapa universitas di Amerika Serikat telah menawarkan program studi dengan kurikulum yang mencakup "servant-leadership". Berbagai universitas menampilkan hasil penelitian dan tulisan akademik dengan "servant leadership" sebagai pokok bahasannya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konsep kepemimpinan berbasis Alkitab telah dipelajari dan diterapkan di luar tembok Gereja. lni adalah kesempatan bagi kita untuk menyatakan dan memperagakannya. Melayani bukan berarti kehilangan kuasa dan wibawa, sehingga hidup menjadi pesuruh. Melayani adalah mengerjakan kepentingan kesejahteraan orang banyak. Robert K. Greenleaf ( 1904-1990 )-tokoh dunia bisnis yang mempopulerkan dan menerapkan konsep "servant leader", menyatakan pertama-tama pemimpin-pelayan adalah pelayan. Pada dirinya ada perasaan alami untuk melayani. Kemudian, ada keputusan yang sadar untuk memimpin. Bukti terbaik kepemimpinannya ialah: Apakah mereka yang dilayani bertumbuh sebagai pribadi bermartabat? Apakah sementara mereka dilayani mereka menjadi lebih sehat, lebih arif, lebih bebas, lebih mandiri, dan lebih besar peluangnya untuk juga menjadi pelayan? Lalu, apakah dampaknya terhadap mereka yang paling menderita di dalam masyarakat: apakah ada sesuatu keuntungan bagi mereka, atau paling kurang apakah nasibnya tidak menjadi lebih buruk? Jadi bukti adanya kepemimpinan-pelayan tampak pada meningkatnya kesejahteraan lingkungan di mana kita berada.

 

MEMIMPIN DENGAN KONSISTENSI

Memimpin membutuhkan ketekunan yang memandang jelas pada tujuan akhir. Pembinaan di dunia siswa dan mahasiswa menjadi dasar yang kuat bagi penemuan tujuan hidup dan penajamannya, bagi pembentukan karakter dan mental. Membangun kehidupan sangat penting, ibarat membangun sebuah kapal besar. Namun, untuk berlayar perlu upaya tiap hari memegang kendali kemudi dan mengarahkan kapal menuju tempat yang benar. Tanpa itu, kapal hanyalah sebuah kapal. Demikian bangunan kehidupan kita yang sudah kuat, tidak akan berarti apa-apa ketika sebagai alumni tidak mengendalikan dan mengarahkan kehidupan kepada tujuan yang ditetapkan Allah dari semula.

Konsistensi dimulai dari kesadaran akan panggilan memimpin. Panggilan ini bersifat mutlak (Yohanes 3:27) dan menjadi dasar kepemimpinan kita. Karena Allah yang memanggil, maka mereka yang dipanggil menemukan diri mereka juga dipanggil dalam tugas kepemimpinan (bdk. Yoh. 15:16; 10:28, 29; Ro. 12:8; Ef. 4:11-16; Kel. 18:17-21; dan Kis. 6:1-7). Kesadaran ini akan terus membawa alumni dalam kehidupan yang berintegritas, karena seluruh hidupnya terus diselaraskan dengan rancangan Allah tersebut. Melangkah ke tahap berikutnya, berani meningkatkan kapasitas dan kompetensi guna efektivitas tanggung jawab kepemimpinannya. J. Robert Clinton mengatakan, "Pemimpin Kristen ialah seseorang yang dipanggil Allah sebagai pemimpin, yang ditandai dengan kapasitas memimpin, tanggung jawab pemberian Allah untuk memimpin suatu kelompok umat Allah (gereja), untuk mencapai tujuan-Nya bagi dan melalui kelompok ini." Kuasa penebusan Kristus oleh Roh Kudus yang berkarya di dalam diri, dan dinamika rohani yang mendewasakan dan menjadikan alumni sebagai pemimpin rohani yang handal. Di sisi lain, sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, ia akan terbukti kompeten dengan kinerja yang membawa kebaikan bagi semua pihak dalam kepemimpinannya. Kehidupan pemimpin tidak pernah mudah, apalagi menjadi pemimpin yang melayani. Anda akan semakin sibuk dan mungkin semakin banyak yang akan Anda korbankan, bahkan mungkin akan mengalami kehilangan. Kehilangan waktu untuk diri sendiri, kehilangan uang untuk hidup senang. Respons yang muncul adalah terus berjuang atau sebaliknya, berpikir tidak perlu muluk hidup mengarah, asalkan bisa bertahan

berlayar sudah cukup baik. Kejatuhan lebih dalam dari hal itu adalah, berbalik arah menuju tempat lain yang bukan dermaganya, yaitu seluruh upaya kita adalah untuk melayani diri bahkan jika perlu "menggadaikan" Tuhan demi penghidupan. Skandal berjemaah tanpa janjian yang menghiasi layar kaca kita setiap hari menyingkap pemimpin untuk kepentingan diri. Hal ini tentu mengingkari peran kita sebagai "Societies Deo" (Umat Tuhan, Red.) yang seharusnya dalam kehidupannya menempatkan Kristus sebagai pusat dan di atas segala­galanya serta terlibat dalam rancangan penyelamatan Allah yang membebaskan manusia dari dosa. Pondasi kepemimpinan Kristen yang kuat seperti ini memungkinkan gereja berkiprah mempengaruhi dunia abad XXI dengan nilai kekal dari hidup dan ajaran Yesus Kristus, Tuhan kita. Dengan kesadaran dan sikap ini, para pemimpin Kristen dapat menggarami dan menerangi jaman ini. Selamat menjadi pejuang servant leader. (* Penulis melayani Pelayanan Alumni di Malang)

 

MURID - Surat Doa Perkantas Jawa Timur, Edisi Januari-Februari 2017


Topik Terkait :
Dicari Kepemimpinan Daniel (Pemimpin dengan Iman yang Tanpa Kompromi di Tengah Kemilau Dunia)
KEPEMIMPINAN SISWA KINI DAN NANTI
Mengembangkan Kepemimpinan yang Berintegritas
Indonesia Mencari Pemimpin: Sebuah Kehausan akan Pemimpin Berintegritas dan Membumi
Karakter Kepemimpinan dari Seorang Murid yang Radikal
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Promo Buku - GEBYAR HUT PERKANTAS KE 44
18-05-2017, Dibaca: 24 kali
The Radical Disciple
24-04-2017, Dibaca: 65 kali
Surat Doa Papua, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 50 kali
Surat Doa Mataram, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 53 kali
Surat Doa Jember, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 55 kali
Surat Doa Kediri, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 50 kali
Surat Doa Mojokerto, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 56 kali
Surat Doa Banyuwangi, Maret-April 2017
24-04-2017, Dibaca: 76 kali
Lihat Semua Berita >>


1027237

Saat ini ada 103 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53