Email: Password:   Lupa Password?
JIKA ANDA SEORANG MURID
oleh Fransisca Riswandani, M.Div: 23-05-2017, Dibaca: 812kali

lni adalah olimpiade seumur hidup! Hari-hari panjang Anda diinginkan oleh Allah untuk menjadi agen-agen-Nya. Dimulai dari titik Anda menerima Allah sebagai pemilik hidup Anda, sampai Anda mati, sesungguhnya Anda sedang ada dalam satu track lari untuk mengerjakan pekerjaan Allah di tengah dunia ini. Pekerjaan apa? Mengerjakan nilai-nilai kebenaran dan kemuliaan di dalam setiap aspek hidup Anda. Mulai dari hal kecil sampai urusan paling besar dan kompleks dalam hidup Anda. lni adalah sebuah perjalanan panjang bersama dengan Allah dimana Anda dipilih untuk menggarami dan menerangi dunia. Dalam olimpiade ini fokusnya bukan pada panjangnya waktu, tuntutannya, perintahnya, bukan pula pada beratnya. Tetapi ini adalah kesempatan seumur hidup yang menantang dan menggairahkan, jika anda seorang murid.

Di setiap sudut dunia ini, di pasar, perusahaan, sekolah, kampus, kantor pemerintahan, mall, pertokoan, warung, alam lingkungan, semua sudut dirancang Allah untuk kemuliaan. Mereka yang hidup bergairah untuk Allah akan beresonansi dengan kehendak Allah. Mereka akan berlomba-lomba untuk membawa kemuliaan Allah (dalam tafsiran masing-masing: menjangkau jiwa, membina iman jemaat, mengentaskan kemiskinan dan menjawab isu sosial, dsb) di setiap tempat dan kesempatan. Hal itu diterjemahkan oleh murid-murid Kristus -- alumni-alumni, dengan mengambil profesi sebagai tukang pijat, membuka les-lesan, buka kursus jahit untuk menginjili dan menolong masyarakat secara ekonomi. Di tempat yang lain, mereka menjawab tantangan menjaga integritas di lahan basah dengan semangat. Ketika berhasil, ia mengalami sebuah sukacita walaupun itu artinya harus dimutasi, turun pangkat, bahkan diperkarakan di pengadilan. Di level yang lebih terorganisir banyak anak Tuhan memuliakan Allah dengan pelayanan baik yang nampak tidak strategis (orang gila, lansia, orang lumpuh) maupun yang nampak strategis (pelayanan anak, siswa, mahasiswa, kaum professional). Bagi kalangan murid Kristus di dunia teologis, mereka menulis buku untuk mempengaruhi seluruh dunia. Sebut saja John Stott, Edmund Chan, Dietrich Boenhofer dan sederetan nama lain. Juga tidak sedikit Gereja membangun teater, sekolah, rumah sakit misi, dan pelayanan publik lain untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Mereka menangkap nilai kemuliaan Allah dan beresonansi bersama nilai itu di semua tempat dan kesempatan.

Tapi sudah cukupkah kiloan garam dan kilauan terang dari sederetan nama-nama, lembaga-lembaga dan gereja­gereja tersebut untuk menghadirkan kerajaan Allah di dunia ini? Belum. Diperlukan murid-murid lain, yaitu Anda. Sejauh mana pengaruh kekristenan di dunia ini? Sejauh pengaruh Anda saat ini bagi lingkungan Anda. Lalu bagaimanakah kita ikut berjuang dalam olimpiade seumur hidup ini?

Kita diberi kemampuan untuk mengerjakan kehendak Allah Allah sudah memberikan kemampuan bagi kita untuk mengerjakan pekerjaan-Nya (band. Kej. 2:26-28). Ketika la menciptakan manusia, la memberikan kuasa kepada setiap individu. Kuasa itu untuk menguasai bumi dan mengelolanya untuk kemuliaan Allah. Diterjemahkan dalam jaman sekarang adalah Allah ingin setiap taman Eden (baca: pekerjaan, keluarga, gereja, lingkungan, pelayanan) yang dipercayakan kepada Anda dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk kemuliaan dan keuntungan diri. Bukan hanya itu, setiap . murid yang menerima Dia sebagai Tuhan diberi penyertaan Roh Kudus untuk bisa bergerak bersama dengan Allah di tengah dunia ini (Mat. 28:19-20). Roh Kudus yang akan membuat kita berani dan berhikmat untuk menjalani panggilan hidup. Allah sudah memberikannya dengan lengkap untuk kita. Oh, ini terlalu muluk rasanya! Edmund Chan dalam satu seminarnya mengatakan bahwa Allah tidak memberi perintah yang tidak mungkin untuk untuk dilakukan umat-Nya. Artinya mengerjakan seluruh aspek hidup kita untuk kepentingan Allah itu mungkin!

 

Apakah kita mau?

lni semua adalah perkara apakah kita mau? Mau terlibat dalam kegerakan Allah di tengah dunia ini. Sebanyak, sebagus apapun boeing konsep kita tentang Allah, dunia, dan manusia, pada akhirnya pesawat baru bisa diterbangkan jika pilot menekan tombol take off. "Mau" adalah perkara hati. Dimana hati kita berada menentukan murid seperti apakah kita saat ini. Kasih mula-mula yang menyala bisa redup ketika hati untuk Tuhan digeser dengan hati untuk diri dan dunia. Kita masih bisa rajin ke gereja dan mengikuti aktivitas rohani. Namun, bagaimana dengan keputusan-keputusan setiap hari, prioritas, nilai-nilai dan gaya hidup kita? Sungguhkah kita ingin semua orang melihat Kristus di dalamnya?


Merawat diri

Hampir mustahil terus-menerus mempertahankan energi dan gerakan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Banyak siswa, mahasiswa dan alumni hidup di dalam kerohanian yang ideal dan membara. Tetapi bara itu bisa memudar jika tidak dijaga apinya. Perjuangan menjadi murid seumur hidup perlu pemeliharaan kerohanian yang konsisten dan holistik. Bukan hanya perbanyak kegiatan rohani, hafalan ayat Alkitab, perbanyak pergi ke gereja (saya tidak mengatakan itu tidak penting). Tetapi konsistensi mengintegrasikan isi Alkitab dengan isi dunia ini. Kehilangan ketekunan mengintegrasi membuat tombak kita semakin besar tetapi tumpul ujungnya. Kita akhirnya tidak bisa menjawab isu-isu dunia. Ketika melihat Alkitab dan melihat kemiskinan, ekonomi yang melemah, kebijakan pemerintah, sistem dan budaya masyarakat yang korup moral, apa konsep dan tindakan kita? Diperlukan observasi lingkungan dengan terang Firman dan keberanian untuk mengambil peran yang konkret. Dengan demikian kita bisa merawat kemuridan diri ditengah dunia. Sesederhana itu prinsipnya, tetapi tidak semudah itu pelaksanannya.

Murid di tengah serigala perlu merawat diri secara holistik dalam kesehatan mental, emosi, spiritual, fisik dengan tepat. Tantangan dunia semakin tidak mudah. Jika bagian-bagian dari diri kita tidak kuat, maka tidak mungkin menjawab tantangan dunia dengan segenap kekuatan hati, tenaga dan akal budi sebagai bentuk kita mengasihi Allah. Setiap hari dan utuh!

Anda sudah ada dalam gelanggang pertandingan seorang murid. Tidak ada saran berhenti! Tapakkan kaki Anda untuk terus berlari menjadi jawaban bagi dunia ini. Kristus menyertai sampai garis akhir. Soli Deo Gloria.

(Penulis Melayani Pelayanan Alumni di Malang)


Topik Terkait :
Pemuridan: Kokoh Membangun Negeri
Hai Intelektual Kristen, Dimanakah Kuasamu?
Mencipta Budaya Melalui Pemuridan
Student Today Leader Tomorrow
Persekutuan Mahasiswa Kristen dan Visi Keterlibatan lnjili dalam Pergumulan Dunia
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA

1562257

Saat ini ada 23 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
asw...
   Hacked D4RK FR13NDS, 2017-11-04 01:56:02
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09