Email: Password:   Lupa Password?
Menuju Puncak dengan Anugerah - Catatan Perjalanan Misi Kalimantan 3 - Desa Tamong - Kalimantan Barat
oleh Estie Wahyu: 19-09-2011, Dibaca: 1956 kali

Sejak memutuskan mengikuti Misi Kalimantan 3, pertanyaan yang selalu terngiang adalah “bisakah saya naik? Kuatkah saya berjalan sampai di puncak bukit Tamong?” dan pertanyaan itu akan terjawab pada perjalanan hari ini.

Pagi-pagi, ketika hari masih gelap, semua peserta bersiap diri, mengepak barang, menaikkan ke dalam bus dan tak lupa makan pagi, hanya 1 yang sengaja dilupakan, mandi pagi. Karena pasti dingin dan pasti akan mandi keringat.

Perjalanan dimulai! Rute pertama, Serukam – Seluas yang memakan waktu sekitar 3 jam, canda tawa, perkenalan dengan tim dari Rumah Sakit Bethesda yang mengikuti misi ini, dan tidur adalah cara untuk menghabiskan waktu 3 jam di dalam bus. Sesampainya di Seluas, kami segera melihat arus sungai. Karena beberapa hari ini tidak ada hujan besar, sebagian air sungai menjadi surut. Itu artinya kami harus mendorong klotok (sebutan untuk perahu motor) di sebagian perjalanan di sungai.

Menurunkan barang dari Bus Menurunkan barang dari Bus ke Perahu

Menurunkan barang dari Bus ke Perahu

Perahu siap berangkat Perahu siap berangkat

Perahu Siap berangkat

Perjalanan sungai dari Seluas ke Bumbung pada awalnya berjalan lancar tanpa halangan. Makan siangpun bisa dinikmati sembari menikmati keindahan sungai, pohon-pohonan di sisi kanan-kiri sungai, dan burung cantik yang berterbangan. Hingga akhirnya.... sepertinya mesin klotok berjuang keras… ya.. Saatnya mesin dimatikan dan penumpang harus turun untuk mendorong klotok, karena air sungai sangat dangkal. Di beberapa titik, air sungai hanya setinggi betis.

Perjalanan di air Perjalanan di air

Perjalanan di air

Mendorong klotok membawa cerita dan pengalaman tersendiri, di kelompok saya, terdiri dari 4 perempuan, 5 laki-laki yang di dalamnya ada 2 orang bapak-bapak. Tentu saja ini bukan pekerjaan yang mudah. Banyak titik sungai yang dangkal sehingga cukup sering kami harus naik turun klotok untuk mendorong. Hampir separuh perjalanan kami di isi dengan mendorong klotok. Dalam keletihan mereka, teman-teman tetap semangat dan bersedia berkorban dengan sekuat tenaga mendorong klotok, meskipun beberapa tim perempuan tetap tinggal di klotok. Hati yang melayani, peduli dan pengorbanan dimulai di sini.

Mendorong Perahu Medororong Perahu

Mendorong perahu di sungai dangkal

Akhirnya kami berteriak gembira ketika melihat jembatan gantung di depan kami. Artinya kami sudah sampai di Bumbung. Perjalanan yang biasanya di tempuh selama 2,5 jam, dengan kondisi air yang surut harus ditempuh selama 4 jam. Perjalanan berikutnya lebih menantang, karena kami harus berjalan kaki selama ± 4 jam.

Di Bumbung, kami sempat merasa kecewa karena tidak ada warga yang menjemput kami. Dengan barang bawaan yang banyak, tentu itu sangat menyulitkan. Tetapi dugaan kami salah. Mereka sudah menunggu kami dari jam 11.00 (kami sampai jam 14.00), dan kami sungguh bersyukur dan terharu untuk itu.

Menurunkan barang dari perahu di bumbung Menurunkan barang dari perahu di bumbung

Menurunkan barang dari perahu dan pembagian barang untuk di angkat

Setelah semua klotok (berjumlah 3 buah) sampai di Bumbung, kami melakukan pembagian barang yang akan dibawa oleh warga. Karena barang kami banyak dan warga yang menjemput tidak terlalu banyak, kami harus memprioritaskan barang-barang yang akan segera dipakai, dan sisanya akan diambil oleh warga keesokan harinya. Warga yang membawa barangpun berangkat bersama dengan beberapa tim kami. Saya yang baru pertama kali ke Tamong terpana melihat ibu-ibu, remaja bahkan anak-anak yang sangat kuat membawa barang yang sangat berat. Luar biasa…

Remaja yang membantu mengangkat barang anak-anak yang membantu mengangkat barang

Remaja dan anak-anak yang membantu mengangkat barang

Tibalah saatnya kelompok saya, kelompok terakhir berangkat tepat pada pukul 16.00. Perjalanan menyusuri hutan dan bukit kami lewati dengan kecepatan konstan, sambil menikmati indahnya alam cipataan Tuhan. Satu hal lagi yang saya takutkan, takut ketemu ular (karena ada sedikit phobia dengan ular). saya berdoa dalam hati dan percaya akan penyertaan Tuhan. Di beberapa titik, kami beristirahat sebentar untuk sedikit melepaskan lelah, dan kemudian melanjutkan kembali perjalanan.

Perjalanan ke tamong Perjalanan ke tamong

Suasana perjalanan ke Tamong

Hari mulai gelap, sehingga kami harus menggunakan senter di kepala kami. Kami memastikan untuk tetap berjalan bersama-sama dalam kelompok, jangan ada yang mendahului di depan. Beberapa kali kami berhenti untuk istirahat, sambil menikmati indahnya langit dengan bintang-bintang yang gemerlapan. Satu teman mengingatkan sebuah lagu “Bila kulihat bintang gemerlapan”.  Ya… kami melihat banyak bintang malam itu. Begitu cantik… sungguh luar biasa ciptaan Tuhan, dan kami memuji kebesaranNya.

Berisitirahat di tengah kegelapan malam Beristirahat di tengah kegelapan malam

Beristirahat di tengah kegelapan malam

Tinggal 1 bukit lagi yang harus kami daki. Dan salah satu tim kami merasa sudah tidak kuat berjalan, sehingga kami harus berhenti cukup lama. Salah seorang teman memijat kakinya, dan yang lainnya memberi semangat dan berdoa. Ketika Sudah lebih ringan, kami kembali melanjutkan perjalanan. Perasaan lega ketika kami mulai mendengar suara gaduh, artinya kami sudah dekat dengan Balai Kesehatan Masyarakat (BKM), tempat kami menginap  selama misi ini.

Yaa… kami tiba, tepat pukul 19.45, perjalanan panjang kami lewati selama 3 jam 45 menit. Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan. Tidak terbayang saya bisa naik tanpa banyak kendala dengan kondisi saya yang kurang normal, karena hanya 1 paru-paru saya yang berfungsi.  Sungguh luar biasa pertolongan Tuhan. Hanya karena anugerahNya perjalanan ini bisa dilalui. Dengan anugerahNya pula saya melewati 8 hari berikutnya sampai kembali ke Surabaya. Thanks Lord.

Istirahat di BKM

Sampai di BKM dan beristirahat

Bersambung...

Penulis adalah staf departemen Konseling Perkantas Jawa Timur..

KISAH LENGKAP PERJALANAN TIM MISI KALIMANTAN 3 :

Misi Kalimantan 2 - 2010                             : START THE MISSION!!
Misi Kalimantan 1 - 2009                             : DI SINI JUSTRU INDONESIA


Topik Terkait :
Sebab Tuhan, Allahmu Menyertai engkau, Kemanapun engkau Pergi - Catatan Perjalanan Misi Kalimantan 8 – Desa Tamong – Kalimantan Barat, 24 Juni - 5 Juli 2014
DALAM NAUNGAN YANG MAHA KUASA - Catatan Perjalanan Misi Kalimantan 3 - Desa Tamong - Kalimantan Barat (Part 1)
PENYULUHAN PERTANIAN BAGI WARGA TAMONG - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
PELAYANAN BAGI MAJELIS DAN PENGURUS GEREJA - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
MASUK KE HIDUP MEREKA DAN BERDOA - Jurnal Pelayanan Tim Visitasi - Misi Kalimantan 4, 24 Juni – 3 Juli 2012
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

LENGKAPI DATA ANDA

Gathering Misi Kalimantan 20...
Gathering Misi Kalimantan, 17 April 2016, Pkl. 17.00 WIB, Jl. Tenggilis Mejoyo KA-10 Surabaya, Pembicara Harry Limanto, M.Div....
Sharing Misi “Bersaksi di te...
Sharing Misi “Bersaksi di tengah Kesibukan”, oleh Johan Kusmanto, 25 Juni 2015, Pukul 17.30-21.00 WIB di Perkantas Surabaya, Jl. Tenggilis Mejoyo KA-10 ...
Misi Kalimantan 2, Desa Tamo...
Sepanjang perjalanan sejarah misi Kristen gerakan mahasiswa berperan sangat besar. Mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial karena mereka memiliki kemampuan intelektual dan semang...
MISI KALIMANTAN 1 : Serukam...
Aku ini TUHAN, telah memanggil Engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu. Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung...
Lihat Semua Kegiatan >>


1033096

Saat ini ada 45 tamu dan 0 online user