Email: Password:   Lupa Password?
Recharging and Nurturing Our Wholeness - Liputan Retret Staf 2012
oleh Lydia Wurru: 31-08-2012, Dibaca: 1282 kali

Retreat staf Perkantas Jatim yang dirancang oleh panitia pelaksana kali ini, begitu menarik dan benar-benar beda. Berbeda dari segi materinya, pembicaranya, momentnya. Sebagian besar dari 42 Staf, dan beberapa anggota BPR dan BPC, mengakui bahwa retreat kali ini sungguh tidak sia-sia. Retreat yang dilaksanakan mulai dari 14-17 Juni di Sarfat-Malang mengusung tema “Recharging and Nurturing Our Wholeness”. Seperti sebuah ponsel, jika tidak di charge maka tidak akan bisa digunakan selengkap apapun menunya, demikianlah dengan hidup seorang staf tanpa diisi oleh kebenaran Firman Tuhan ia akan menjadi kering karena padatnya aktifitas di ladang.

Menemukan Allah

Berdasarkan hal diatas, keempat eksposisi setiap pagi yang disampaikan oleh empat pembicara menekankan beberapa poin penting: Pertama, pandangan yang benar tentang Allah, akan memampukan kita untuk memiliki pandangan yang benar tentang diri kita. Dan pandangan yang benar akan menghasilkan respons yang tepat terhadap setiap kondisi. Kedua, ketika pemazmur mengingat TUHAN “karena itu aku teringat kepadaMu” bukanlah semata aktivitas rekoleksi informasi tentang Allah, bukan ingatan sentimental semata, namun menggambarkan ada kerinduan dan hasrat yang dalam akan Allah. Ketiga, saat pemazmur menghadapi krisis di padang gurun, ia tetap mencari TUHAN. Kasih dan kesetiaan Tuhan lebih berharga daripada hidup yang tanpa krisis.

Keempat, Sesungguhnya ada satu gejolak yang pemazmur rasakan, sehingga ia ingin lari “mendaki ke langit” dan “membuat kediaman di ujung laut”. Pemazmur tahu bagaimana ia harus bertindak karena Tuhan menyelidiki, mengenal, mengetahui, memeriksa, mengurung dia. Kelima, pandangan yang benar tentang Allah hanya tercipta saat kita memiliki hasrat yang dalam belajar Firman TUHAN dan tidak segera ingin keluar dari krisis yang kita alami. Pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi diri, itu perlu tapi ada baiknya kita meredamnya dalam keheningan kita bersama TUHAN.

Sebelum retreat ini setiap staf sudah diminta untuk mengerjakan tes MMPI dan di sanalah hasilnya menjadi landasan utama dalam mengoreksi diri kami. Selama 4 sesi yang disampaikan oleh Kak Iis Achsa, kami terus melakukan refleksi terhadap keseluruhan hidup kami untuk menemukan hal-hal yang menjadi penghambat diri kami selama ini.. Inilah salah satu bedanya retreat kali ini. Butuh waktu untuk mengenali pikiran kami yang tidak proposional dan menggantinya dengan pikiran yang proposional. Itulah tanda seorang yang memiliki kepribadian yang sehat, ia mengenal Allah dengan benar, mengenal dirinya, dan berespons dengan tepat terhadap kondisi dirinya dan orang lain.

Mengenal dengan benar siapa Allah, akan membuat kita bersorak-sorai meski menghadapi krisis dan pergumulan yang berat dan mungkin tidak masuk akal. Mengenal diri kita dengan tepat, lantas tidak membuat kita arogan karena kekuatan kita dan minder terhadap kelemahan kita.


0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

Loading
LENGKAPI DATA ANDA

BERITA
Surat Doa Banyuwangi, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 197 kali
Surat Doa Papua, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 197 kali
Surat Doa Mojokerto, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 224 kali
Surat Doa Mataram, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 200 kali
Surat Doa Jember, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 193 kali
Surat Doa Kediri, Mei-Juni 2017
21-06-2017, Dibaca: 219 kali
Lihat Semua Berita >>


1255942

Saat ini ada 126 tamu dan 0 online user
KOMENTAR TERBARU
Saya ingin memesan Buku ...
   BOWO, 2016-04-03 22:32:16
Sebarkan Apinya...
   Mas Ucup, 2014-05-08 13:01:16
next generation...
   ronal, 2011-11-30 15:21:27
foto......
   Akhung, 2011-10-31 13:25:09
:)...
   intha, 2011-10-31 10:57:53