Email: Password:   Lupa Password?
MASUK KE HIDUP MEREKA DAN BERDOA - Jurnal Pelayanan Tim Visitasi - Misi Kalimantan 4, 24 Juni – 3 Juli 2012
oleh Chita Resmi Cipta Mulia*: 17-09-2012, Dibaca: 1910 kali

Misi Kalimantan 4?? Ya, ini Misi Kalimantan yang ke-4 dan Tuhan masih terus mengarahkan dan memimpin kami untuk mengerjakan ladang pelayanan misi ini di Tamong. Desa di daerah perbukitan yang indah ini selalu ada dalam dalam hati dan doa kami. Desa yang jauh dari perkotaan ini perlu terus mendengar  mengenai Kristus Sang Juruslamat. Kami rindu desa ini suatu ketika akan dimenangkan demi kemuliaan namaNya.

Di MIKA 4 ini, Tim visitasi, dimana saya kembali bergabung di dalamnya, kembali mengusung pendekatan dan pembinaan orang kunci sebagai cara utama kami untuk memberitakan Kristus. Dimana pendekatan ini akan kami kerjakan secara intens dari hari kedua kami berada di Tamong sampai pada hari ke enam, sedangkan pada hari pertama kami di Tamong,  seperti MIKA yang sebelumnya, kami tetap menjadwalkan untuk semua anggota tim melakukan visitasi ke seluruh Tamong. Untuk hari pertama pelayanan Tim MIKA ini, kami membagi tim menjadi beberapa kelompok, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 anggota. Kami bersyukur ada teman-teman dari PKMD dan RS Bethesda  Serukam yang bergabung dan membantu  pelayanan  kami, sehingga kami bisa mengunjungi seluruh Tamong dengan maksimal walaupun ada beberapa keluarga yang tidak bisa kami kunjungi karena sedang berladang. Dengan mengunjungi warga Tamong dari rumah ke rumah, kami rindu supaya mereka tahu bahwa kedatangan kami dari jauh ke desa pelosok ini karena kami ingin menceritakan kasih Tuhan dan karena kami ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kami bener-benar mengasihi mereka. Mereka mungkin tinggal di suatu daerah yang jauh dan tidak ada dalam peta, tapi kami rindu supaya mereka menyadari bahwa Yesus mengenal dan mengasihi mereka, pribadi lepas pribadi.

Briefing Tim sebelum visitasi

Brifing Tim sebelum Visitasi

Kelompok saya terdiri dari saya sendiri, Kak Ivanna dan Nick dari PKMD Serukam. Ini kali ke 4 saya dan Kak Ivanna datang ke Tamong, namun ketika kami datang berkunjung ke rumah warga, kami tetap saja kurang bisa mengerti bahasa warga setempat dan  maksud dari ucapan  mereka. Tapi bersyukur Nick dari PKMD membantu kami memahami maksud pembicaraan warga.  

Tim Visitasi hari pertama kelompok Tamong Kecil

Tim Visitasi Hari-1, Kelompok Tamong Kecil (Chita, Nick, Ivanna)

Memang bahasa menjadi kendala terbesar kami dalam berkomunikasi dengan warga Tamong, apalagi jika warga yang kami kunjungi adalah orang yang sudah tua, yang hanya mengerti bahasa Tamong. Inilah yang menjadi salah satu tujuan kami untuk terus membina orang kunci yang sudah kami pilih dari MIKA 3, supaya mereka bisa mengabarkan Injil kepada warga Tamong yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Bersitirahat sebentar melepas lelah Beristirahat melepas Lelah

Beristirahat di tengah perjalanan ke kampung warga

Desa Tamong yang menjadi bagian kami untuk kami kunjungi adalah sebagian Tamong Besar dan Tamong Kecil atau Tamong Bawah, disebut Tamong Kecil atau Tamong Bawah karena memang hanya ada sekitar 10 – 12 KK dan letaknya cukup jauh serta paling terpencil atau paling bawah dibandingkan dengan Desa Tamong yang lain. Kami hanya berhasil mengunjungi 3 keluarga, sedangkan keluarga yang lain sedang berada di ladang, karena memang pada saat itu adalah musim mereka menanam sehingga banyak warga yang tidak berada di rumah. Melihat letaknya yang jauh, memang menjadi salah satu alasan utama warga Tamong kecil untuk tidak ke gereja walaupun mereka mengaku kalau mereka beragama Kristen Katholik. Kegiatan yang kami lakukan selama kunjungan adalah mendoakan keluarga di tempat itu, menempel stiker nomor rumah supaya mempermudah kami dalam melakukan pendataan, mensosialisasikan rencana acara kami selama kami berada di sana karena kami sangat berharap warga bisa hadir dalam setiap acara seperti KKR, acara pertanian, acara anak, acara remaja dan lain-lainnya. Ada satu fenomena yang saya lihat di Tamong Kecil ini adalah bagaimana mereka memposisikan Tuhan dalam hidup mereka, dan jujur saja ini membuat saya sempat tawar hati dan sedih. Saya melihat ada tempat yang mereka buat dari daun kelapa, ada kulit telur juga di belakang rumah salah satu warga Tamong Kecil. Ketika saya tanyakan itu untuk apa mereka menjawab itu dibuat karena ada anggota keluarga yang sakit. Mereka berharap dengan mendirikan tempat seperti penyembahan dan pemberian sesaji itu anggota keluarga mereka dapat segera sembuh. Sungguh, pengenalan warga Tamong Bawah ini akan siapa Pemilik Kehidupan mereka masih sangat rendah. Namun di situlah bagian yang harus kami rebut dari Iblis, yaitu hati mereka, supaya hati mereka hanya menuju pada Kristus, Sang Pemilik dan Pemelihara kehidupan mereka. Kami, seluruh Tim Misi Kalimantan masih terus mendoakan bagian ini, karena hal ini tidak hanya terjadi di Tamong Bawah, yang kelompok saya kunjungi tetapi juga di Tamong lain.

Sesajen ketika ada yang sakit

Sesajen untuk kesembuhan anggota keluarga yang sakit

Pada hari yang kedua kami berada di Tamong, ketika Tim pelayanan yang lain, Tim anak dan Tim remaja melakukan pelayanannya masing-masing, kami membagi Tim visitasi menjadi dua kelompok yang akan menuju ke beberapa rumah warga yang sudah kami pilih pada Misi Kalimantan 3 yang lalu sebagai orang kunci. Kami akan melakukan follow up kepada warga-warga tersebut supaya mereka tetap bisa membantu pelayanan Pak Inus, seorang hamba Tuhan di Tamong yang sampai saat ini masih setia melayani di GPIBI Bukin Sion Tamong. Kami melakukan PI ke keluarga-keluarga kunci ini dengan pendekatan memasak kolak. Kami harapkan dengan pendekatan ini kami bisa menjalin keakraban lebih lagi, bercengkrama sambil kami terus memberitakan Kristus, menggali data dan mengenal kehidupan rohani mereka. Pendekatan ini terbilang cukup berhasil karena warga bisa lebih santai dalam mensharingkan pergumulan mereka, namun kami tetap harus waspada karena fokus utama kami adalah PI bukan memasak, jadi kami berusaha untuk tetap bisa memberitakan injil. Visitasi ke keluarga kunci ini kami lakukan dari hari ke-2 sampai hari ke-5 kami berada di Tamong.

Masak bersama warga Masak dan makan bersama warga

Masak dan makan bersama warga sebagai cara pendekatan ke warga

Kesempatan yang luar biasa dan berharga yang boleh saya serta teman-teman tim visitasi alami, mengenal warga secara lebih mendalam, melihat bagaimana pemeliharan Tuhan atas hidup mereka sungguh luar biasa dan ajaib. Tuhan membukakan begitu banyak hal indah bagi saya secara pribadi bagaimana Tuhan memperhatikan setiap detail kebutuhan keluarga di desa ini dan bagaimana keluarga yang hidup sangat sederhana ini boleh punya iman yang besar bahwa Dia lah yang memelihara hidup mereka. Buat saya, ini penghiburan tersendiri bagi saya bahwa diantara 175 keluarga dengan 921 jiwa, ditengah animisme yang terus menyelimuti masih ada orang yang sungguh-sungguh mencintai Tuhan dengan kesederhanaannya. Untuk inilah Tuhan mengirim kami ke sini, untuk terus menguatkan orang-orang ini yang senantiasa menantikan Tuhan dan terus menjadi sahabat rohani mereka.

Percakapan bersama warga kunci Tamong Percakapan bersama warga kunci Tamong

Percakapan bersama warga kunci di Tamong

Di hari ke-6, hari terakhir kami melayani di sana, kami Tim visitasi tidak lagi mengunjungi keluarga kunci namun kami melakukan doa keliling Tamong. Titik-titik pemberhentian kami untuk berdoa sama dengan MIKA 3 yang lalu tapi kami menambahkan beberapa titik yang kami rasa rawan menjadi tempat praktik animisme dan  juga perlu didoakan. Kami menyadari hanya ketika kami berdoa dan melibatkanNya, kuasaNya akan terus nyata untuk melindungi desa ini dari kuasa si jahat. Kami terus berdoa supaya penguasa-penguasa di udara yang tidak terlihat dapat dikalahkan oleh kuasa Allah dan biarlah hanya kuasa Allah yang mengelilingi desa ini dan membebaskan seluruh warga Tamong dari belenggu kuasa kegelapan.

Doa Keliling Tamong Doa Keliling Tamong

Berdoa keliling di titik-titik tertentu di desa Tamong

Inilah sekelumit kisah perjalanan saya di Tim visitasi MIKA 4. Saya yakin dan percaya teman-teman seperjalan yang lain juga mengalami kisah indah bersama Tuhan dalam perjalanan misi ini. Satu hal yang terus menjadi pokok doa kami bersama adalah Tamong boleh dimenangkan demi Kristus Yesus Tuhan kita. Mungkin akan sulit membawa seluruh warga Tamong untuk mengenal Kristus, tapi mengetahui satu atau dua orang bertobat saja kami sudah sangat bersukacita, dan walaupun ketika kami tidak melihat hasil apa-apa dalam pelayanan MIKA ini biarlah kami tetap terus taat mengerjakannya dan berdoa bagi warga yang kami kasihi ini dan yang Tuhan sudah percayakan untuk kami layani. Mari kita sama-sama terus mendoakan pelayanan misi Kalimantan ini.  

Tim Visitasi Warga

Tim Visitasi

* Penulis adalah alumni Perbanas Surabaya, yang tergabung dalam tim Visitasi Mika 4

 

KISAH LENGKAP PERJALANAN TIM MISI KALIMANTAN  :

Pelayanan Anak                                        :    MENJADI ALAT BAGI ANAK-ANAK TAMONG

Pelayanan  Remaja                                   :   BERAKAR DALAM KRISTUS

Pelayanan  Visitasi                                   :   MASUK DALAM KEHIDUPAN MEREKA DAN BERDOA 

Pelayanan  Majelis GPIBI Tamong    :   PELAYANAN BAGI MAJELIS DAN PENGURUS GEREJA

Pelayanan  Pertanian                               :   PENYULUHAN PERTANIAN BAGI WARGA TAMONG

Liputan Misi Kalimantan 4 - 2012       :   KASIH BAGI WARGA DI NEGERI DI ATAS AWAN!

 

PERJALANAN TIM MISI KALIMANTAN  SEBELUMNYA :

Misi Kalimantan 1 - 2009                             : DI SINI JUSTRU INDONESIA

Misi Kalimantan 2 - 2010                             : START THE MISSION!!

Misi Kalimantan 3 - 2011                             :  HARAPAN ITU NYATA!


Topik Terkait :
PENYULUHAN PERTANIAN BAGI WARGA TAMONG - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
PELAYANAN BAGI MAJELIS DAN PENGURUS GEREJA - Jurnal Pelayanan Misi Kalimantan 4 ke Desa Tamong - Kalimantan Barat, 24 Juni - 3 Juli 2012
BERAKAR DALAM KRISTUS - Jurnal Pelayanan Tim Remaja – Misi Kalimantan 4, 24 Juni – 3 Juli 2012
Menjadi AlatNya bagi Anak-anak Tamong - Jurnal Pelayanan Tim Anak – Misi Kalimantan 4, 24 Juni – 3 Juli 2012
KASIH BAGI WARGA NEGERI DI ATAS AWAN - Catatan Perjalanan Misi Kalimantan 4 - Desa Tamong - Kalimantan Barat
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

LENGKAPI DATA ANDA

Gathering Misi Kalimantan 20...
Gathering Misi Kalimantan, 17 April 2016, Pkl. 17.00 WIB, Jl. Tenggilis Mejoyo KA-10 Surabaya, Pembicara Harry Limanto, M.Div....
Sharing Misi “Bersaksi di te...
Sharing Misi “Bersaksi di tengah Kesibukan”, oleh Johan Kusmanto, 25 Juni 2015, Pukul 17.30-21.00 WIB di Perkantas Surabaya, Jl. Tenggilis Mejoyo KA-10 ...
Misi Kalimantan 2, Desa Tamo...
Sepanjang perjalanan sejarah misi Kristen gerakan mahasiswa berperan sangat besar. Mahasiswa merupakan sumber daya manusia yang sangat potensial karena mereka memiliki kemampuan intelektual dan semang...
MISI KALIMANTAN 1 : Serukam...
Aku ini TUHAN, telah memanggil Engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu. Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung...
Lihat Semua Kegiatan >>


1033098

Saat ini ada 47 tamu dan 0 online user