Email: Password:   Lupa Password?
Memimpikan Keadilan Sosial - Buletin Disciples Edisi April-Juni 2010
oleh Departemen Literatur: 30-06-2010, Dibaca: 2733 kali

 Buletin Disciples edisi ini mencoba mengangkat sisi-sisi pengajaran Alkitabiah yang terkadang diabaikan dan kurang diperhatikan oleh kaum Injili. Artikel-artikel yang dihadirkan diharapkan dapat membawa setiap pembaca masuk dalam kehidupan Kristen yang lebih utuh dan lebih integratif dalam melihat dunia dan semua realitas di dalamnya. Berikut 4 Tulisan pada Disciples Kali ini :


  1. MERENUNG MAKNA KEBANGKITAN: MENGHADIRKAN ZAMAN BARU LEWAT KELEMAHAN, KEMISKINAN, KEHINAAN DAN KETERBATASAN, Oleh Perdian Tumanan, S.T, M.Div
  2. PERBEDAAN UNTUK DIRAYAKAN TIGA TANTANGAN UMAT KRISTEN SEPUTAR ISU RAS DAN GENDER Oleh Samuel Tumanggor
  3. MENEGOSIASI KETIDAKADILAN: ATAU, INJIL MATIUS SEBAGAI SENJATA KAUM LEMAH MELAWAN KEKUASAAN Oleh Nindyo Sasongko
  4. KOMUNITAS ALTERNATIF ALA YESUS SEBAGAI JAWABAN TERHADAP BENTUK-BENTUK KETIDAKADILAN SOSIAL Oleh Himawan Teguh

Menganggap bahwa Alkitab hanyalah kitab suci yang berisi kabar baik tentang kasih dan kepedulian Allah untuk menyelamatkan “jiwa-jiwa” atau “roh” manusia supaya masuk sorga merupakan tindakan eklektik-sempit yang mengabaikan dan mengorbankan esensi utama dari berita Alkitab tentang rencana Allah yang utuh dan penuh bagi seisi dunia lewat karya penciptaan, penebusan, dan pemuliaan (Ef. 1:9-10 dan Kol. 1: 19-20). Kekeliruan ini bisa berujung pada anggapan bahwa roh/ jiwa manusia lebih penting bagi Allah daripada dunia fisik. Dualisme sempit ini tidaklah berasal dari Alkitab. Reinhold Niebuhr seorang teolog Protestan kontemporer terkenal mengatakan bahwa dualisme yang meninggikan

roh/jiwa (Yun. noûs) dan merendahkan dunia fisik sebenarnya berasal dari filsafat Yunani (Plato, Aristoteles, dan Stoikisme). Meskipun secara teknis terdapat perbedaan konsep noûs dalam ketiganya, namun bagi Niebuhr ketiganya mengakibatkan konsekuensi yang sama, konsekuensi yang berbeda dengan berita Alkitab dan sangat berpengaruh hingga saat ini:

The dualism has the consequence for the doctrine of man of identifying the body with evil and of assuming the essential goodness of mind and spirit. This body-mind dualism and the value judgments passed upon both body and mind stand in sharpest contrast to the Biblical view of man and achieve a fateful influence in all subsequent

theories of human nature. The Bible knows nothing of a good mind and an evil body.

Sebaliknya Alkitab memandang bahwa seluruh alam semesta ini dan semua bidang kehidupan di dalamnya (tidak hanya manusia): darat dan bebatuan, laut dan sungai-sungai, tumbuh-tumbuhan dan berbagai jenis binatang, matahari, bulan dan bintang— juga bidang-bidang kehidupan manusia seperti seni, politik, ekonomi, pendidikan, dsb, dicipta Allah baik adanya (Kej. 1:4, 10, 12, 18, 21, 25). Sebab semesta ini dan semua keindahan, keteraturan dan harmoni yang terjadi di antara penghuni-penghuninya, ada demi satu tujuan yakni memancarkan kemuliaanTuhan.

 Konsep Alkitabiah yang utuh dan terintegrasi ini haruslah mempengaruhi pola pikir orang Kristen dalam bermisi dan berkarya di tengah-tengah dunia milik Allah yang baik ini, namun telah dirusak oleh dosa, kefasikan dan kelaliman—dosa yang telah menimbulkan kesombongan dalam hati manusia yang merasa tidak butuh Allah, kefasikan yang melahirkan kemunafikan, kerohanian semu, kehidupan agamawi yang egostik, self-centered serta pembiaran dan pendiaman terhadap berbagai realitas dunia yang menyedihkan; serta kelaliman yang mengakibatkan kebijakan publik yang opresif terhadap rakyat kecil, penindasan terhadap kaum lemah, kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Runtuhnya moralitas masyarakat, meningkatnya angka penangguran dan kemiskinan, bencana kelaparan dan gizi buruk, pendidikan yang tetap berpihak pada kaum “the have” dan makin kapitalis, dan semua realitas kekinian yang idak menjadikan dunia ini memancarkan kemuliaan Allah, semestinya mendorong tangisan yang sama dari orang-orang Kristen sebagaimana mereka sering menangisi diri dan keselamatan kekal mereka.

 Selamat membaca!


Perdian Tumanan


BULETIN DISCIPLES EDISI APRIL-JUNI 2010 DAPAT DIUNDUH DENGAN : KLIK DI SINI

UNTUK MELIHAT BULETIN DISCIPLES SEBELUMNYA,  KLIK DI SINI


Topik Terkait :
DISCIPLESHIP IN GOOGLE GENERATION - Liputan Malam Pemuridan 2011
Surat Perkantas Kediri Mei-Juni
MURID YANG RADIKAL - Buletin Disciples Edisi Januari-Maret 2011
Buletin Disciples dan Berita Kota
0 Komentar
Anda harus Login untuk memberi komentar

| Find Us on Facebook  

LENGKAPI DATA ANDA

DISKUSI BUKU WIRED FOR INTIM...
Departemen Literatur Perkantas Jawa Timur mengundang rekan-rekan untuk menghadiri acara Diskusi dengan judul: PORNOGRAFI MEMBAWA ANCAMAN: BAGAIMANA PORNOGRAFI MERUSAK OTAK MANUSIA?
Dr. Robert R...
PELATIHAN MENULIS 2010...
Ikutilah pelatihan menulis bersama ST. KARTONO*, Yang diadakan di Sekretariat Perkantas Jawa Timur, Jl. Tenggilis Mejoyo KA 10-12, Surabaya Pada 11-12 Desember 2010. ST. KARTONO adalah Guru SMA ...
Kompetisi Menulis Mahasiswa ...
Korupsi telah menjadi fenomena bahkan budaya yang mengakar kuat di negara kita-Indonesia. Bangsa ini memerlukan mahasiswa yang punya jati diri, karakter, dan buah pemikiran yang kreatif juga solutif ...
KOMPETISI MENULIS MAHASISWA...
Departemen Literatur Perkantas Jawa Timur mengundang mahsiswa Kristen untuk mengikuti lomba menulis dengan tema: "Peran Mahasiswa Kristen sebagai Agen Perubahan dalam Krisis Karakter Bangsa" ...
Lihat Semua Kegiatan >>


1562213

Saat ini ada 61 tamu dan 0 online user