more"/> more">
Student Corner - Pemuridan Era Millenial
Last Updated : Mar 25, 2019  |  Created by : Administrator  |  686 views

Istilah pemuridan bukanlah istilah baru bagi kita yang telah terlibat dalam pelayanan siswa maupun mahasiswa. Begitu banyak strategi yang digalakkan demi tercapainya pemuridan yang telah ditargetkan. Tidak jarang, pemuridan juga disusupi dengan metode penginjilan untuk memantapkan iman seorang yang sedang dimuridkan. Beberapa PMK – Persekutuan Mahasiswa Kristen – mengedepankan hal ini sebagai upaya penjaringan jiwa-jiwa baru, mengingat zaman yang semakin tidak baik dalam mendidik dan memberikan pengaruh kepada generasi gereja. Beberapa PMK bahkan mewajibkan keterlibatan pemuridan sebagai standar untuk terlibat pelayanan di dalam PMK.

 

Pentingnya Pemuridan

Sering kita temui orang mengaku Kristen namun hidupnya tidak menunjukkan identitasnya, bahkan lebih parah dari seorang yang tidak percaya kepada Kristus. Hal ini disebabkan oleh anggapan remeh terhadap pertobatan. Banyak orang berpikir bahwa ketika mereka telah bertobat dan menerima Kristus, maka Allah yang penuh Kasih itu akan selalu mengampuni dosanya, sehingga mereka bebas berbuat dosa. Pemikiran seperti ini jelas salah.

Pemuridan yang sehat memiliki peran meluruskan pemikiran-pemikiran salah seperti itu. Seorang yang sulit atau tidak mau dimuridkan biasanya disebabkan adanya hal yang lebih menggiurkan dan membuat mereka nyaman di luar sana. Padahal pemuridan itu sendiri bukanlah sekadar program PMK atau gereja, melainkan Amanat Agung Yesus menuju keserupaan dengan-Nya, sehingga kita dapat menjadi saksi bagi banyak orang yang belum mengenal-Nya. Melalui pemuridan karakter akan dibentuk, kecakapan dalam melayani dilatih, seiring dengan peningkatan pengetahuan dan ketaatan kepada Firman Tuhan. Dengan kata lain, tujuan pemuridan adalah mendorong pertumbuhan iman seseorang menuju kedewasaan rohani, sehingga ia dapat melahirkan buah rohani dan sekaligus “anak-anak rohani” (Kolose 2:6-7; Efesus 4:13-14; Yohanes 15:1-16).

Tuhan tidak menghendaki anak-anak-Nya melakukan kebenaran untuk diri sendiri, melainkan kita juga untuk mengajak/mengajar orang lain melakukan segala sesuatu yang telah Tuhan perintahkan. Pemuridan menjadikan kita siap untuk masuk dalam proses dimuridkan dan memuridkan. Tugas menjadikan semua bangsa murid Kristus tidak berhenti saat Yesus menyampaikan Amanat Agung-Nya, tetapi terus berlangsung hingga zaman ini. Karena itu pemuridan harus terus digerakkan di dalam gereja, sekolah, dan keluarga Kristen hingga kita mencapai kedewasaan rohani (Efesus 4:11-13).

Jadi, mengapa pemuridan itu menjadi sangat penting? Pertama, rencana Allah tidak berhenti saat seorang menerima keselamatan (Roma 8:29). Allah ingin kita tidak hanya berhenti pada anugerah keselamatan, tanpa berbuat apa-apa setelah menerimanya. Melalui pemuridan, Allah menghendaki kita untuk membagikan apa yang kita dapatkan kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya. Kedua, Allah dipermuliakan melalui pemuridan  (Yohanes 15:8), karena pemuridan sejati bertujuan untuk kemuliaan Allah. Terakhir, kita semakin bergairah untuk mengenal Kristus (2 Petrus 1: 5-9), sehingga kita bertumbuh dan keluar dari kehidupan rohani yang suam-suam kuku.

 

Pemuridan Era Millennial

Perkembangkan zaman menjadi alasan mengapa pemuridan harus terus dikembangkan hingga saat ini. Kejatuhan moral anak-anak muda yang kian memprihatinkan membawa kekhawatiran tersendiri di kalangan pelayan siswa dan mahasiswa.  Pada akhirnya para pelayan siswa/mahasiswa harus memutar otak agar pemuridan dapat menarik banyak jiwa kembali berpaling kepada Kristus.

Saat ini kita sedang hidup di era millennial. Istilah millennial pertama kali disebutkan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe. Sebutan millenial juga dilekatkan kepada orang-orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000. Suatu survei juga menyebut 80 juta millenial lahir pada 1976-2001. Penting bagi pemimpin pemuridan untuk mengenal generasi ini dari segala aspek, sehingga pemuridan dapat menjawab kebutuhan dari generasi millennial.

Generasi millennial merupakan generasi yang memiliki akses internet jauh lebih luas daripada generasi-generasi sebelumnya. Sadar atau tidak generasi millenial nyaris tidak dapat lepas dari dunia internet. Hampir semua aktivitas mereka berhubungan dengan akses internet dari perangkat smartphone mereka. Mulai dari mencari/menggali pengetahuan baru hingga bertransaksi di toko online, dapat mereka lakukan melalui kelihaian jari tangan mereka di atas smartphone. Namun konsumsi internet yang tanpa batas sering kali malah membuat generasi ini jatuh dalam hal-hal buruk; seperti pornografi dan kecanduan game online.

Sebagai konsekuensinya, pemuridan tradisional mungkin tidak menjadi daya tarik bagi generasi millenial, karena internet mampu mendoktrin mereka dengan lebih mudah, sehingga mereka tidak harus meluangkan waktu untuk bertemu, duduk belajar Alkitab, dan mengerjakan proyek ketaatan mereka. Karena itu, terobasan yang mungkin dapat dilakukan agar pemuridan itu sesuai dengan zaman ini adalah dengan memanfaatkan akses internet.
Jika dulu pemuridan hanya dengan menggunakan buku dan Alkitab saja, mungkin di era sekarang ini perlu adanya pemuridan yang interaktif dan kreatif (melalui dunia maya). Hal ini akan membuat pemuridan tidak membosankan.

Selain dapat menumbuhkan kerinduan untuk melakukan pemuridan, generasi ini juga dapat bertumbuh secara rohani melalui media yang ada. Salah satu contoh metode pemuridan interaktif adalah Bible Project, yang memanfaatkan media YouTube untuk menggali isi Alkitab, sehingga menarik bagi generasi ini. Generasi ini dapat dimenangkan, sehingga iman mereka dapat bertumbuh semakin serupa dengan Kristus. Hal ini dapat terjadi jika kita semua sadar dan mulai mengembangkan pemuridan (millenial) sehingga banyak jiwa dapat kembali kepada Kristus, dan rencana Allah dapat tergenapi melalui hidup kita.( Penulis adalah mahasiswa Psikologi smester 8 Universitas Merdeka Malang )


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES