more"/> more">
Menjaga Tubuh - Student Corner
Last Updated : Apr 23, 2019  |  Created by : Administrator  |  275 views

Menjaga Tubuh           

Oleh Ade Friskila Harianja *)

 

Sudah seberapa besar usaha anda untuk menjaga kesehatan? Seperti apakah orang yang dikatakan sehat? Menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Kesehatan bersifat komprehensif. Orang tidak dapat dikatakan sehat jika hanya fisiknya saja yang sehat, sementara mental dan spiritualnya tidak sehat. Begitu juga dengan orang yang hanya sehat secara spiritual, namun kesehatan fisiknya terganggu maka tidak dapat dikatakan orang yang sehat.

            Dalam 1 Korintus 6 : 19-20 dikatakan “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” Kristus telah membeli tubuh, jiwa dan roh kita dengan darah-Nya sendiri, karena itu bukan hanya roh, bukan hanya jiwa, tapi tubuh jasmani kita pun perlu dijaga sebagai milik-Nya agar sesuai untuk dipakai oleh-Nya.

            Semakin berkembangnya zaman, maka pengetahuan tentang kesehatan juga semakin berkembang di masyarakat. Zaman sekarang sedang tren dengan istilah “Paradigma Sehat,” dimana orang-orang tidak lagi datang ke dokter karena jatuh sakit, namun sebagai salah satu bentuk usaha untuk menjaga diri tetap sehat. Konsep inilah yang digemakan di masyarakat sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

            Mungkin pembaca sudah tidak asing lagi dengan istilah “lebih baik mencegah daripada mengobati.” Pencegahan adalah bagian dari tindakan yang holistik dan komprehensif dalam upaya pelayanan kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan dibagi menjadi empat bagian, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Promotif dan preventif merupakan upaya tindakan pencegahan, kuratif adalah upaya pengobatan, dan rehabilitatif adalah upaya yang dilakukan pasca pengobatan. Keberhasilan upaya promotif dan preventif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kemauan masyarakat untuk menjaga kesehatan, baik kesehatan diri maupun lingkungannya.

            Hal paling sederhana yang dapat kita lakukan untuk mendukung upaya kesehatan adalah dengan mengusahakan gaya hidup sehat dan bersih. Hidup yang sehat dan bersih merupakan salah satu upaya preventif yang tidak hanya baik bagi diri sendiri namun juga baik bagi orang lain. Mengapa demikian? Karena jika kita dalam keadaan sehat kita akan lebih terjaga dari penyakit-penyakit menular yang disebabkan oleh mikro-organisme dan juga penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi yang menjadi penyakit favorit orang-orang masa kini.

Ketika kita adalah orang yang sehat dan tidak terinfeksi penyakit maka kita juga sedang menjaga orang-orang di sekitar kita dari infeksi tersebut, sebab tubuh yang sehat memutus rantai penyebarannya sehingga tidak menjadi media penularan.

            Namun dalam tahun-tahun terakhir, pola terjangkitnya penyakit telah mengalami transisi epidemiologi, yang ditandai dengan pergeseran pola penyakit yang sebelumnya didominasi oleh penyakit menular dan infeksi (seperti penyakit TBC, ISPA, kusta, dll.), kini beralih ke penyakit non infeksi (penyakit metabolik, seperti diabetes dan hipertensi). Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular akibat gaya hidup yang tidak sehat. Di Indonesia sendiri proporsi penyakit menular telah menurun sepertiganya dari 44% menjadi 26,1%, akan tetapi proporsi penyakit tidak menular mengalami peningkatan cukup tinggi dari 41,7% menjadi 59,5% (Depkes RI, 2012).

Melihat gaya hidup modern dan dampak penyakit yang diakibatkan baik yang terjadi secara internasional maupun nasional, dapat pula digambarkan pada tiga perilaku yang mengarah pada faktor risiko penyakit tidak menular pada saat ini. Hasil penelitian Istiningtyas (2010) menyimpulkan bahwa angka kejadian tentang gaya hidup sehat pada sekelompok mahasiswa ternyata masih kurang yaitu 33%.

Mahasiswa yang memiliki kebiasaan makan kurang baik 38%, kebiasaan olah raga yang kurang baik 39% dan pola tidur yang kurang baik 52%. Perilaku tersebut disebabkan karena beberapa faktor yaitu faktor internal (pengetahuan, sikap dan kepribadian) dan faktor eksternal (lingkungan tempat tinggal). Salah satu faktor yang paling mempengaruhi add adalah, pengetahuan dan pandangan yang sempit tentang gaya hidup sehat, serta kurangnya pemahaman tentang penerapan gaya hidup sehat dan ancaman penyakit di masa yang akan datang.

            Mari melihat kembali ke kehidupan kita masing-masing, sudah seberapa besar kesadaran kita untuk menjaga tubuh yang telah ditebus ini? Sudah seberapa besar kira mengasihi tubuh yang dibayar lunas oleh darah-Nya? Sudah seberapa peduli kita akan kesehatan orang-orang di sekitar kita? Bagaimana kita dapat berkata hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, jika ketika masih diberi waktu untuk hidup di dunia kita tidak dapat menjaga tubuh, agar tetap berfungsi sesuai dengan rancangan awal Allah.

Bagaimana kita mengerjakan tujuan Allah sesuai dengan maksud dan rencana-Nya, jika fungsi tubuh itu sendiri mengalami kemunduran karena keegoisan dan keserakahan diri kita?

            Mari mengasihi tubuh dengan merawatnya dengan baik sambil terus mengingat bahwa sesungguhnya tubuh ini bukanlah milik kita sendiri, tapi kepunyaan Allah.  ( *Penulis adalah mahasiswa Kedokteran Muhammadiah Malang saat ini melayani sebagai Ketua PMK Kota Malang )


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES