more"/> more">
Misi Kalimantan 17 - Menghadirkan Tuhan dalam Budaya, Bermasyarakat, dan Keluarga
Last Updated : Jun 28, 2019  |  Created by : Administrator  |  248 views

         Sepuluh tahun sudah Tuhan telah setia menolong pelayanan di desa Tamong, Siding, kabupaten Bengkayang.  Misi Kalimantan tahun ini dikerjakan oleh Tim Mika 17, pada tanggal 23 Mei – 08 Juni  2019 , yang dikuti  oleh 13 peserta,  terdiri dari 9 orang staf dan 4 orang alumni yang berasal dari Surabaya, Jember, dan Jakarta.  Berbeda dengan misi-misi sebelumnya, pada Mika kali ini Tim bergumul membuat budaya yang baru dalam gereja, yaitu gawai di gereja.  

Gawai merupakan perayaan syukur atas hasil panen dan persiapan panen yang biasanya dirayakan di desa dengan budaya tradisional.  Mika 17 ingin mengubah paradigma jemaat dan masyarakat desa Tamong agar perayaan syukur atas hasil panen dan persiapan dipersembahkan kepada Tuhan, bukan kepada roh-roh yang lain. Gawai di gereja dirayakan dengan puji-pujian kepada Allah yang Empunya alam Tamong dan yang memberi kesejahteraan pada Tamong.  Membuang kebiasaan mabuk dan berpesta.  Dalam perayaan ini selain diadakan ibadah syukur, juga makan bersama semua jemaat yang hadir sebagai bagian membangun persekutuan dalam tubuh Kristus dan ucapan syukur. 

Jemaat dengan sukacita membawa masakan dari rumah masing-masing kemudian dinikmati bersama.  Jemaat ada yang membawa hasil panen di ladangnya sebagai persembahan.  Keakraban dan kemeriahan perayaan ini juga ditandai cerdas cermat Alkitab, quiz, dan permainan-permainan antar anak-anak, remaja, dan orang tua.  Membangun relasi yang dekat dalam keluarga.  Bersyukur semua acara berjalan dengan baik, semua karena pertolongan-Nya.

         Hari-hari di Tamong diisi dengan menguatkan iman dan mendengar sharing serta pembinaan kepada orang-orang kunci, seperti mengadakan BGA, pelatihan memimpin BGA, pembinaan pasutri, visitasi.  Visitasi ke rumah-rumah warga, secara khusus kepada keluarga orang-orang kunci.  Visitasi menjadi bagian yang penting dalam setiap perjalanan misi ini.  Melalui visitasi kita bisa mendengar pergumulan-pergumulan warga, mendoakan, menguatkan iman orang-orang kunci, memberitakan Injil, dan sarana sosialisasi program tim.  Di sisi lain Tim Anak dan Remaja, mengerjakan pelayanan kepada anak-anak kelas 1-5. 

Pelayanan ini dilakukan pagi sampai siang hari selama 5 hari.  Kegiatan yang dilakukan bagi mereka adalah bermain dan juga belajar Firman Tuhan dengan cara sederhana. Dalam kegiatan anak ini, kita juga melibatkan remaja mengambil bagian dalam pelayanan anak-anak.  Para remaja memimpin pujian dan bermain musik,  sekaligus mengarahkan anak-anak dalam kegiatan tersebut. Seusai kegiatan bagi anak-anak, maka remaja diajak berfellowship bersama di pastori, kemudian dilanjutkan BGA khusus remaja secara berkelompok.  Untuk pelayanan Tim Anak berfokus pada kognitif, skill dan  spiritualitas mereka.  Di bagian akhir dibuat career day, melalui acara ini anak-anak diperkenalkan banyak profesi yang dapat mereka mimpikan. 

Anak-anak dapat melihat langsung seragam pegawai pajak, pendidik, dan profesi yang lain.  Kegiatan ini menolong anak-anak Tamong untuk memiliki cita-cita yang besar, banyak hal yang bisa dikerjakan sesuai potensi mereka.  Bersyukur melihat remaja-remaja yang berespons positif dan berinisiatif ketika mereka dilibatkan dalam pelayanan yang dikerjakan.  Jadi, mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga bersama-sama melakukan pelayanan.  Akhir dari semua kegiatan ialah family day.  Sesuai dengan slogan Mika 17 “Love GOD Love People”.  Dalam acara ini, kami berusaha menghadirkan trend yang baru dalam keluarga-keluarga di Tamong.  Mengasihi Tuhan diwujudkan dengan mengasihi sesama, termasuk anggota-anggota dalam keluarga.  Membangun cinta kasih antara orang tua dan anak.  Anak-anak menyatakan cinta kasih dan hormat kepada orang tua. 

Para orang tua menyambut anak-anak dengan pelukan hangat, sesuatu yang sudah lama hilang dalam keluarga.  Mungkin anak-anak terakhir merasakan kehangatan pelukan orang tua ketika masih dalam gendongan.  Keharuan terjadi.  Di akhir acara family day diadakan perlombaan antar kampung, seperti tarik tambang, volly air, barisan balon, dan rantai kasih.  Inti dari semua ialah menjalin kerukunan dan keakraban di desa Tamong.  Banyak warga yang biasanya tidak  ikut kegiatan Tim Mika, namun ketika family day mereka berduyun-duyun datang, baik itu para bapak, ibu, remaja, anak-anak, bahkan emak-emak.  Wajah bersinar ketika sesi foto per keluarga.  Sesuatu yang jarang mereka lakukan. 

Bersyukur akan penyertaan Tuhan, kesehatan, kekuatan, kesehatian, kerelaan, kekeluargaan, yang Tuhan hadirkan selama Mika 17. Bersyukur untuk kecukupan yang Tuhan berikan, dan donatur yang Tuhan kirimkan.  Bersyukur untuk seorang donatur yang mempersembahkan alat solar cell untuk kebutuhan listrik di gereja.  Bersyukur untuk sambutan hangat dan renpons yang baik dari warga Tamong.  Bersyukur  juga melihat perkembangan  pertumbuhan rohani mereka dan juga semangat mendengar Firman Tuhan.

Terus doakan agar orang-orang kunci yang sudah sungguh-sungguh mengabdikan dirinya untuk Tuhan akan menjadi contoh dan saluran berkat bagi orang-orang yang ada disekitar mereka. Berdoa untuk Pak Inus dan Bu Sonya sekeluarga yang telah setia melayani di Tamong.  Berdoa terus agar anak-anak dan remaja di Tamong dapat maju dan takut akan Tuhan.  Berdoa untuk warga Tamong agar takut Tuhan melingkupi hidup mereka.  Segala kemuliaan hanya bagi, Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamat kita.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES