more"/> more">
Bagaimana Cara Generasi Muda Masa Kini Berperan Mengisi Kemerdekaan?
Last Updated : Aug 23, 2019  |  Created by : Administrator  |  132 views

Hari kemerdekaan merupakan momen bersejarah dan momen terpenting bagi suatu bangsa dan negara, termasuk juga bagi Indonesia. Pasalnya, kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang keras dari para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah.

Wajar saja jika seluruh masyarakat Indonesia tidak pernah lupa akan hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ini. Banyak cara yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan, mulai dari upacara pengibaran bendera merah putih, peringatan proklamasi, karnaval budaya, hingga perlombaan tradisional khas 17-an.

Namun perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan seharusnya tidak hanya diperingati setahun sekali dengan perayaan-perayaan tertentu. Perjuangan tersebut harus dimaknai dan dilanjutkan oleh generasi muda dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang sudah diraih dengan susah payah melalui perjuangan para pahlawan yang sudah mempertaruhkan jiwa dan raganya.

Lalu bagaimana cara generasi muda masa kini berperan  mengisi kemerdekaan? Berikut  beberapa opini teman-teman mahasiswa yang bisa redaksi rangkum ...

 

Catatan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia di angka 74 tahun mengungkapkan bahwa dari generasi ke generasi, anak muda punya peran besar bagi perjalanan bangsa ini. Mulai dari Sumpah Pemuda di tahun 1928, gerakan anak-anak muda yang mendorong para pemimpin memproklamasikan kemerdekaan di tahun 1945, hingga Reformasi 1998 merupakan buah dari gerakan generasi muda di tengah bangsa ini.

Lalu apa peran yang dapat diambil generasi muda masa kini bagi bangsa ini? Bagi saya pribadi, peran yang bisa diambil oleh generasi muda salah satunya adalah bekerja. Sebagai mahasiswa kita bisa terus belajar rumpun ilmu kita dengan sungguh-sungguh, sehingga dapat kita pakai untuk bekerja membangun bangsa. Kita bisa berperan di tengah bangsa ini melalui profesi kita masing-masing.

Selain itu ada hal sederhana yang dapat dilakukan generasi muda, dengan dampak yang kuat bagi negeri ini, yaitu berdoa. Menyadari bahwa seluruh bangsa-bangsa di bumi ini berdiri dalam kedaulatan Allah, maka tak mungkin pembangunan negeri ini lepas dari keterlibatan Allah. Berdoa menjadi satu bukti penyerahan kita, agar Tuhan tetap memelihara dan menaruh belas kasih-Nya atas Indonesia.

Bekerja dengan penuh pengabdian dalam bidang profesi kita, serta berdoa dengan kerendahan hati adalah peran yang bisa diambil generasi muda bagi Indonesia jaya.( Yerahmeel Dwiyawara Matematika – ITS )

 

 

Kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak terlepas dari campur tangan kaum muda pada waktu itu. Dengan gigih, kaum muda bangsa memperjuangkan kemerdekaan yang dapat kita nikmati hingga saat ini. Namun, seiring berjalannya waktu dengan pengaruh dan pemahaman yang kurang mengenai nilai sejarah bangsa, kaum muda milenial seperti kehilangan identitas bangsa.

Kaum muda sering disebut agen perubahan atau generasi penerus bangsa. Bagaimana menjadi penerus jika kaum muda kehilangan nilai sejarah bangsa ?

Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus bangsa kaum muda harus mengembalikan nilai sejarah bangsa dan berusaha menggapai cita-cita leluhur demi terciptanya persatuan Indonesia. Hal ini bisa dilakukan dengan cara banyak belajar tentang sejarah bangsa ini, ikut terlibat aktif dalam dialog terbuka antar sesama, dan berkarya sesuai dengan keilmuan yang dimiliki.

Dengan demikian, semakin bertambah usia negara Indonesia semakin bertambah pula kedewasaan bangsa dalam memajukan kesejahteraan. (Exantie Megaputri Jezua, Mhs Medical,Universitas Ciputra)

 

 

Menurut saya ada banyak peran yang bisa kerjakan sebagai generasi muda jaman now. Mungkin dari hal-hal yang nampak sederhana, antara lain berdoa bagi bangsa, serta mendorong teman-teman lainnya terlibat dalam gerakan doa bagi bangsa. Dengan demikian, semangat nasionalisme kita tetap terjaga, dan hati terus bisa berkobar mendoakan bangsa. Kedua, kita harus menjadi generasi yang meneladani Kristus dalam kehidupan baik perkataan dan tingkah laku. Dengan begitu kita bisa menjadi saksi dalam pergaulan. Sebagai generasi muda kita juga bisa menyuarakan kemerdekaan dengan cara positif sekaligus kekinian; misal dengan menyuarakan bahaya rokok, narkoba, dan melalui berbagai macam media sosial.

Kita juga bisa mengambil peran aktif bersama masyarakat, contoh: memasang bendera, membersihkan atau menghias lingkungan, dan lainnya. Yang terakhir adalah berpartisipasi memberikan aspirasi untuk kemajuan bangsa melalui PEMILU. Intinya, generasi muda jangan menjadi generasi yang cuek tapi generasi yang peduli. MERDEKA !

( Evi~PMK Kota Surabaya)

 

Generasi muda saat ini disebut dengan generasi milennial. Banyak hal yang berubah dalam generasi ini, diantaranya ialah banyak sekali pekerjaan yang akhinya menghilang dan muncul pekerjaan-pekerjaan baru.  Dalam pertanian banyak sekali aktifitas yang dulunya harus dilakukan atau dikerjakan oleh manusia, sekarang mulai terdegradasi. Aktifitas seperti menanam, merawat tanaman, pemanenan dan pengolahan telah digantikan dengan robot ataupun mesin.

Peran yang dapat diambil oleh generasi milenial dalam hal tersebut ialah mengkoordinasikan petani dalam suatu desa sehingga dapat terbentuk suatu desa dengan sistem zero waste. Sistem tersebut merupakan sistem yang mengusahakan untuk tidak adanya sampah atau limbah yang keluar dari sistem. Contohnya kotoran hewan ternak dapat digunakan sebagai pupuk, dan sisa panen dapat digunakan sebagai silase atau pakan hewan. Peran yang dapat dilakukan oleh generasi milenial dalam hal ini adalah dengan sharing informasi di media sosial, melakukan penelitian dan memberikan contoh kepada para petani di desa.

            Peranan generasi milenial terkait hal tersebut misal dengan mencari ilmu yang dapat dilakukan melalui berbagi informasi yang telah disebutkan diatas. Peran lainnya juga dapat dilakukan dengan berperan aktif dalam lembaga masyarakat atau lembaga penyuluhan pertanian, sehingga bisa akses untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada petani.

(Kristianto – PMK Fak. Pertanian Univ. Jember)

 

Isu-isu perpecahan bangsa Indonesia menjadi topik yang sering muncul dari tahun ke tahun. Keberagam ini bisa menjadi hal yang membanggakan jika dirawat dan dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber permasalahan. Keberagam juga adalah area yang rawan dalam perpecahan. Ditengah keberagaman, radikalisme agama muncul untuk mengadu domba dan mengancam Pancasila.

Menghadapi permasalahan tersebut seringkali orang Kristen hanya bergantung pada pemerintah untuk menjaga persatuan. Mereka seringkali merasa tidak punya kuasa, atau kepercayaan diri dalam memberi pengaruh. Dari kebenaran Alkitab kita bisa belajar, bagaimana Paulus mengajar Timotius untuk mendoakan semua orang, raja-raja dan pembesar (1 Timotius 2:1-2). Orang Kristen saat itu dalam keadaan yang kurang lebih sama dengan kita saat ini.

Peran kekristenan bisa dimulai dengan mendoakan bangsa dan pemerintahannya supaya tenang dan tentram. Alkitab juga menuliskan dalam pesan nabi Yeremia ke pada bangsanya untuk mengusahakan dan mendoakan kotanya (Yeremia 29:7). Mendoakan dan mengusahakan kesejahteraan bangsa adalah hal yang berkenan bagi Allah. Sehingga kuasa Allah akan dinyatakan sebagai  respons peran kita dalam berdoa bagi bangsa. Karena itu, tidak ada alasan untuk kita tidak percaya diri dalam berperan bagi bangsa. Generasi muda Kristen dapat terlibat aktif mendoakan, serta berperan mengupayakan kesejahteraan bangsa di bidang panggilan masing-masing.

(Aditya Okto Riansyah – Mahasiswa Sak. Ilmu Budaya Univ. Jember, Ketua Permaker)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES