more"/> more">
How to Break a Bad Habits
Last Updated : Oct 25, 2019  |  Created by : Administrator  |  166 views

Oleh Rieka Intansari, M.Psi ., Psikolog*)

Setiap orang memiliki suatu perilaku yang berkembang dan menetap. Perilaku ini muncul karena terbiasa dan pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan. Menurut KBBI, arti kata “kebiasaan” adalah: 1. sesuatu yang biasa dikerjakan dan sebagainya; 2. pola untuk melakukan tanggapan terhadap situasi tertentu yang dipelajari oleh seorang individu dan yang dilakukannya secara berulang untuk hal yang sama.

Berdasarkan teori behavioristik, sebuah teori kuno yang mempelajari perilaku manusia, perilaku seseorang akan terbentuk karena terbiasa. Ivan Pavlov, salah satu tokoh behavioristik mengungkapkan teori Classical Conditioning, dimana dengan proses pengkondisian serta pemberian stimulus yang terus menerus, akan muncul perilaku yang menetap. Stimulus yang menghasilkan efek menyenangkan akan cenderung diulang dan diperkuat.  Sayangnya, pola perilaku yang diperkuat, yang disebut kebiasaan ini tidak selalu perilaku yang positif.

Manusia berdosa dan telah kehilangan Citra Allah yang sempurna. "Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Manusia cenderung sangat mudah untuk memiliki perilaku dan kebiasaan buruk, serta jatuh ke dalam dosa. Kebiasaan buruk yang dimaksud adalah suatu perilaku yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang negatif bagi individu yang melakukannya. Kebiasaan buruk yang berkembang dan menetap dalam beberapa situasi dan kasus dapat menimbulkan suatu permasalahan/gangguan psikologis. Contohnya, pada awalnya seseorang memiliki kebiasaan buruk merokok/minum minuman keras, lambat laun ia tidak menyadari dampak buruknya dan terus mengulang hal yang sama karena menyenangkan, bahkan dosisnya bertambah hingga akhirnya menjadi kecanduan. Atau misal, awalnya punya kebiasaan memuntahkan makanan yang berlemak supaya gemuk, lama-lama setiap yang dimakan harus dimuntahkan, dan pada akhirnya ia mengidap gangguan makan anorexia.

Apa saja yang termasuk kebiasaan buruk (bad habits)? Kebiasaan buruk bisa berupa aktivitas-aktivitas yang tidak tepat dan tidak memberikan dampak yang positif bagi seorang individu, seperti kebiasaan menggigit kuku saat cemas, kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan bangun siang, kebiasaan merokok, kebiasaan bermain games, kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan, kebiasaan tidak menggosok gigi sebelum tidur, kebiasaan memukul/berkata kasar, kebiasaan tidak membaca dan lain sebagainya. Akar dari pengembangan kebiasaan buruk ini pada dasarnya adalah dosa. Kok bisa? Apakah menggigit kuku itu dosa? Apakah tidak mencuci tangan itu dosa? Kebiasaan buruk pada dasarnya dimulai dari keengganan manusia untuk hidup tertib, suka bermalas-malasan, dan sulit untuk taat. Contohnya kebiasaan menunda, tidak suka membaca, bangun kesiangan memiliki akar kemalasan. Sedangkan kebiasaan menggigit kuku, memainkan pulpen biasanya adalah bentuk kecemasan, yang dipengaruhi oleh ketidakmampuan menghadapi tekanan/stress.

Perilaku dan kebiasaan buruk yang dikembangkan memunculkan efek kenyamanan dan memberikan reward tersendiri bagi manusia, sehingga lambat laun perilaku itu diulang dan menetap. Kebiasaan buruk juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang buruk. Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33). Teori Ekologi yang dikembangkan oleh Bronfenbrenner juga menjelaskan bagaimana seseorang individu yang berkembang sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia berada – baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat. Seorang individu yang mengembangkan kebiasaan berkata kasar bisa dipelajari dari rumah atau masyarakat dimana ia berada. Kebiasaan juga dapat terbangun di dalam desa atau wilayah dimana mereka berada yang dapat berkembang menjadi adat istiadat.

Lalu bagaimanakah cara membuang atau menyelesaikan kebiasaan buruk yang telah menetap? Beberapa cara modifikasi perilaku dapat dilakukan. Akar kebiasaan buruk itu adalah dosa. Maka seseorang harus mengalami hidup yang baru untuk lepas dari kebiasaan buruk. Ia harus menyerahkan dirinya penuh kepada Tuhan, menjadi ciptaan yang baru, dengan membuang kebiasaan-kebiasaan lama yang buruk (Efesus 5:1-32). Hal ini terkait dengan pemahaman kognitif yang tepat. Jika seorang manusia telah menjadi ciptaan yang baru, ia perlu menyadari apa saja yang menjadi kebiasaan buruk mereka. Setiap individu harus memiliki self awareness. Mereka harus memahami, apakah perilaku mereka sebuah kebiasaan buruk dan apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Mereka harus memahami bagaimana dan mengapa mereka membangun kebiasaan buruk tersebut. Namun tidak semua mampu memiliki self-awareness. Di sinilah pentingnya berdoa, membaca firman Tuhan, dan mendapatkan nasihat dari orang terdekat atau lingkungan yang dapat memberi masukan (input) positif. Di sini dibutuhkan keterbukaan diri (self-disclosure). Ketika seseorang mampu memahami diri, maka ia akan berjuang menyelesaikan kebiasaan buruk.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan buruk; 1. behavioral change: menggantikan kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik. Saat ingin menghentikan kebiasaan merokok, mereka dapat menggantikannya dengan mengulum permen; 2. Hidup dalam lingkungan yang mendukung kebiasaan baik. Individu perlu memiliki rekan atau orang terdekat yang dapat mengingatkannya, jika dia melakukan kebiasaan buruknya kembali; 3. Seorang individu perlu terus menguatkan perilaku kebiasaan baiknya secara bertahap dan berkelanjutan. Seseorang akan merasa berat meninggalkan kebiasaan buruknya karena target perubahan yang terlalu besar dalam waktu yang singkat. Kadangkala untuk berubah diperlukan satu langkah kecil terlebih dahulu; 4. Membekali diri dengan keterampilan pengelolaan stress yang tepat; 5. Memotivasi diri dan membuat jurnal pribadi langkah-langkah pertumbuhan perilaku yang baik; 6. Jika persoalan sudah mengarah kepada perilaku yang patologis/gangguan psikis, ia perlu datang kepada ahli untuk melakukan konsultasi dan terapi berkala.

Manusia adalah makhluk hidup yang terus berkembang dan bertumbuh. Mereka dikaruniai akal budi dan roh Allah di dalam dirinya. Maka bukan sesuatu yang tidak mungkin mematahkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk dapat diselesaikan dengan kebergantungan kepada Tuhan, serta kemauan yang kuat untuk berubah. Semoga Allah terus memberi kekuatan untuk terus berjuang.  ).(* Penulis melayani sebagai Konselor dan Psikolog di Yayasan Insan Indonesia Mengabdi)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES