more"/> more">
Berbuah di Garis Depan
Last Updated : Nov 10, 2019  |  Created by : Administrator  |  122 views

 

Yohanes 15:1-8

 Oleh Wahyu Respati Wulandari S.Sos*)

 

Dalam bukunya Fruitfulness on the Frontline, Mark Greene berusaha membangkitkan imajinasi kita tentang bagaimana kita dapat berbuah bagi kemuliaan Tuhan. Mark juga menuliskan bagaimana kerangka dasar agar berbuah di masa depan melalui “6M”: memberi teladan karakter yang saleh, melakukan pekerjaan dengan baik, melayani dengan penuh anugerah dan kasih, membentuk kebudayaan, menjadi juru bicara untuk kebenaran dan keadilan, dan menjadi pemberita Injil. Mereka berfungsi sebagai lensa untuk membantu kita melihat apa yang Allah lakukan di dalam dan melalui kita di garis depan kita.

 

“Akulah pokok anggur yang benar  dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. “

 

Sebuah fondasi untuk berbuah disampaikan dalam Injil Yohanes 15:1-8. Di ayat 1-2 Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Pokok Anggur yang menghasilkan banyak ranting. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus digambarkan sebagai ranting dari Pokok Anggur, yang harus senantiasa menempel/tinggal pada Pokok Anggur tersebut.

Supaya anggur dapat berbuah lebat, ranting-ranting yang tua dan tidak menghasilkan buah perlu dipangkas dari pokoknya dan dibakar ketika menjadi kering. Hanya ranting-ranting yang melekat pada Pokok Anggur, yang akan menghasilkan buah. Ranting-ranting yang sudah terlepas dari Sang Pokok tidak akan menghasilkan buah. Kita tidak bisa melakukan apapun tanpa Dia (ay.5).

Sebagaimana ranting hanya dapat hidup selama sumber hidup dari pokok anggur mengalir ke dalamnya, demikian pula orang percaya hanya akan mempunyai hidup selama hidup Kristus mengalir ke dalamnya – itulah hidup “tetap tinggal di dalam Dia”. Dalam perumpamaan ini, hal yang ingin ditekankan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah tanggung jawab untuk tetap tinggal dalam Kristus dan berbuah banyak.

Buah yang Yesus harapkan dari murid-murid-Nya didasarkan pada kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Buah adalah gambaran dari konsekuensi hidup yang taat dan saleh. Kehidupan yang terbentuk dari ketaatan kita kepada-Nya akan membawa kita kepada kehidupan yang menggenapi tujuan yang sudah ditetapkan Allah, yaitu berbuah untuk kemuliaan Bapa.

Apa yang coba dituliskan Mark Greene dalam bukunya, yang berangkat dari refleksi Perumpamaan Pokok Anggur yang benar makin meneguhkan kita untuk menghasilkan buah, membuat perubahan di mana pun kita berada. Kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam misi agung Allah di mana pun dan kapan pun, memberikan kontribusi bagi tujuan-tujuan-Nya yang mulia di zaman ini. Di mana pun posisi Anda saat ini – apakah siswa yang berada di sekolah, mahasiswa di sebuah kampus, ataupun alumni dengan berbagai profesi, kiranya kita tetap tinggal dalam firman-Nya, dan berbuah bagi kemuliaan Allah. Soli Deo Gloria. (*Penulis melayani pelayanan Siswa di Perkantas Jember)

 

“Pekerjaan tidak membawa kita jauh dari Allah; justru melanjutkan pekerjaan Allah” – Eugene Peterson

 

*

Info picture

https://hcog.tv/fruitfulness/


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES