more"/> more">
Mengapa Kamu Mencari Dia yang Hidup, di Antara Orang Mati?
Last Updated : May 08, 2020  |  Created by : Administrator  |  263 views

(Lukas 24:5)

Oleh Yusuf Deswanto,M.Div

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?” adalah pertanyaan dua orang malaikat kepada perempuan-perempuan Galilea yang akan mengirim rempah-rempah di kubur Yesus yang kosong (baca: Lukas 24:1-12). Pertanyaan ini secara jelas menegur Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus, Yohana, dan perempuan-perempuan lainnya (ay. 10) yang “melupakan” atau “mengabaikan” ajaran dan janji Sang Guru mereka, bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Dukacita yang lara serta perasaan hancur karena kehilangan telah membutakan “mata rohani” mereka, sehingga tidak lagi melihat dan mengingat kebangkitan dibalik kematian Yesus Kristus. Kasih dan rasa hormat kepada Sang Guru belum mengalami transformasi menjadi iman kepada Mesias yang bangkit dan menang atas maut.

Sebagai murid Kristus di abad modern, kita perlu terus menggaungkan dan merefleksikan pertanyaan “mengapa kamu cari Dia Yang Hidup di antara orang mati?” Mengapa demikian? Karena kehidupan para pengikut Kristus di sepanjang abad sangat rentan untuk jatuh di dalam pemikiran dan praktik “mencari yang hidup di antara yang mati.” Ada begitu banyak orang yang mengaku pengikut Kristus, namun keseharian mereka digerakkan dan dicurahkan hanya untuk “mencari yang mati,” daripada mengarahkan diri kepada Dia Yang Hidup.

Alih-alih menginvestasikan waktu dan pemikiran mereka kepada “Yang tak akan mati setelah kubur”, manusia modern mengarahkan pemikiran dan bahkan gairahnya (passion-nya) pada apa yang berakhir di kubur. Mereka mungkin tetap beribadah (secara seremonial), memberi persembahan (dengan motivasi supaya makin “diberkati”), dan bahkan terlibat pelayanan (sekali lagi secara seremonial). Tapi sesungguhnya, yang mereka cari dalam keseharian hidup mereka bukanlah “Yang Hidup” atau “Sang Hidup” itu sendiri. Yang mereka cari tetaplah kepuasan diri yang didapat dari segala yang mati di dunia ini. Kekayaan dan fasilitas hidup yang nyaman, kenikmatan ragawi, serta penghormatan manusia lebih menggoda manusia untuk hidup terarah kepadanya. Namun sesungguhnya semua itu adalah “yang mati.”

Pada saat krisis datang, seperti masa-masa yang sukar di tengah pandemi Covid-19 saat ini, orang yang “mencari yang hidup di antara yang mati” pasti akan mengalami ketakutan dan kepanikan. Krisis hidup yang menganca, dan siap menghancurkan semua yang dapat mati di dunia ini adalah penguji bagi setiap orang yang “mencari yang hidup di antara orang mati.” Tetapi bagi setiap orang yang sungguh-sungguh mencari yang hidup di antara Yang Hidup (yaitu Sang Kristus yang sudah bangkit dan hidup itu), dia tidak akan gelisah dan takut dengan semua krisis ini.

Penyakit pandemik seperti Covid-19 bisa menghancurkan hidup yang berujung kepada kubur, namun tak dapat memisahkan setiap kehidupan yang sudah mengalami dan menghidupi Kebangkitan Kristus. Yesus Kristus sudah bangkit, menang atas kuasa maut. Jangan mencari Dia diantara orang mati. Jangan mencari hidup diantara yang mati. Tetapi arahkan gairah dan semangat hidup Anda kepada Dia Yang Hidup. Tuhan memberkati.

“Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Galatia 2:19-20).


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES