more"/> more">
Kabar Ladang Kediri - Antara Iman dan Berhala
Last Updated : Sep 25, 2020  |  Created by : Administrator  |  98 views

Pembinaan Iman Mahasiswa

            Masa mahasiswa dan pemuda adalah masa dimana terjadi peperangan, baik dalam batin maupun paradigma. Masa itu adalah masa yang sangat menentukan apakah iman kepada Tuhan yang akan makin bertumbuh atau berhala diri yang akan makin besar. Karena itulah,  Perkantas Kediri mengadakan pembinaan iman untuk mahasiswa dan pemuda dengan mengambil tema Mahasiswa : Antara Iman dan Berhala, yang diselenggarakan secara online pada hari Minggu, 20 Sept 2020 pukul 18.00 via Zoom.

Acara ini menghadirkan Pdt Heru Lin, M.Th. sebagai pembicara. Beliau adalah hamba Tuhan yang melayani di GRII Pusat dan GRII Kelapa Gading Jakarta. Sesi yang berdurasi kurang lebih 2 jam tersebut diikuti oleh sekitar 44w orang, dari Universitas Nusantara PGRI Kediri, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri, Universitas Brawijaya Kediri, STIPAK Duta Harapan Malang, STIKES Bhakti Mulia Pare, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Ngudi Waluyo Semarang, Universitas Lampung dan STFT GKI Abepura Papua.

Materi yang sangat menarik diambil berdasarkan Kitab Keluaran 32, yaitu tentang orang Israel yang membuat dan menyembah anak lembu emas. Hal yang dilakukan orang Israel tersebut melanggar perintah Allah yang pertama dari Dasa Titah, yaitu “Jangan ada allah lain di hadapanKu”. Orang Israel menggunakan emas yang melambangkan kemuliaan untuk menjadi sarana menyembah Allah (Yahweh) yang tidak bisa mereka lihat. Hal inilah yang menegur para peserta yang mengikuti pembinaan, dimana masing-masing peserta diajak merenungkan apakah yang menjadi berhala yang mereka sembah dan puja selama ini. Dan juga menegur bagaimana mereka menyembah Tuhan dengan cara yang salah, yaitu dengan memuaskan diri mereka sendiri saat menyembah Tuhan. Salah satu hal yang menjadi kesimpulan dalam sesi ini adalah, apapun yang kita kasihi, yang kita puja dan yang menjadi fokus kita lebih dari fokus kita kepada Allah, itu adalah berhala kita yang bisa saja itu diri kita sendiri, orang yang kita kasihi, media sosial, harta milik kita, dsb.

Bersyukur untuk kegiatan ini boleh berlangsung dengan baik, semoga makin menajdi berkat untuk adik-adik yang kita bina.GBU


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES