more"/> more">
DANCING in the STORM
Last Updated : Sep 25, 2020  |  Created by : Administrator  |  146 views

Oleh Yance Manusiwa, S.Th

Dalam pembicaraan singkat melalui video call dengan salah satu adik KTB saya, ia menyampaikan begini : “Emmm…gimana yaa kak ? Jujur sihh…suasana learning from home (LFH) sebulan pertama mengasyikkan. Namun semakin lama, semakin menjenuhkan. ingin keluar rumah, tapi kuatir; ngikuti pembelajaran virtual, tapi sinyal up and down!...pokoknya gak dehhh…kak. “

Mungkin ini juga yang dialami sebagian besar adik-adik siswa dan mahasiswa, ketika situasi pandemi covid-19 ini terasa begitu lama. Hampir 7 bulan  kita memasuki era baru dimana semua pembelajaran dilakukan secara virtual. Dunia pendidikan tengah berupaya dengan berbagai cara agar siswa dan mahasiswa tetap mendapatkan pelayanan pendidikan yang selayaknya dalam kondisi normal meski di tengah situasi yang belum normal, lalu bagaimana dengan pelayanan siswa dan mahasiswa ?

             Pembinaan siswa dan mahasiswa juga harus menyesuaikan dengan kondisi ini, ada banyak persoalan baru berkaitan dengan kesiapan kita menghadapi tantangan ini. Mungkin bisa dikatakan kita sedang memasuki masa krisis! Bagian penting yang harus diupayakan bersama adalah pertumbuhan rohani tiap adik-adik binaan agar tidak mengalami krisis dalam kondisi ini, tetapi agar mereka semakin kuat bahkan berbuah dalam pemuridan serta hidupnya bisa menjadi kesaksian.

            Dalam perjalanan orang percaya sebelumnya, kerapkali umat Tuhan diperhadapkan dengan yang masa krisis. Dalam kesaksian rasul Petrus di dalam surat penggembalaannya kepada orang-orang percaya pada waktu itu seperti yang tertuang di surat 1 dan 2 Petrus, terlihat jelas bahwa orang-orang percaya mengalami tantangan dan ancaman dari dalam maupun dari luar. Ancaman dari luar nampak dengan adanya penganiayaan dari beberapa kelompok yang tidak suka terhadap Yesus dan pengikut-Nya karena kesalehan hidup mereka. Sungguh aneh bukan ? Ancaman dari dalam juga terjadi terhadap orang-orang percaya dengan begitu gencarnya kelompok pengajar sesat yang merusak iman orang percaya.

Bagaimana tetap bertahan di tengah krisis ini ? Dalam perenungan dalam surat 2 Petrus 3 : 18, kita diingatkan dua (2) cara bertahan di tengah krisis khususnya dalam pelayanan siswa dan mahasiswa :

Fokuslah kepada pertumbuhan, bukan kepada metode

Ketika masa pandemi ini semakin lama, membuat banyak orang terbatas untuk bertemu face to face secara langsung, maka berdampak juga kepada pembinaan KTB. Tanpa sadar, banyak orang berpikir bagaimana  metode yang tepat agar KTB tetap bertahan. Tapi ingatlah metode online atau offline itu hanya platform, jangan sampai kita kehilangan esensi dari KTB yaitu pertumbuhan. Dalam suatu teori pendidikan dengan istilah piramida pengajaran, 10-30% dikatakan pembelajaran pasif  yaitu dari yang kita baca, dengar dan lihat. Namun 50-90% justru mereka mendapat dari yang mereka diskusikan, praktek dan latihkan, lalu mengajarkannya kepada orang lain , ini yang disebut dengan pembelajaran aktif. Pembinaan KTB adalah proses pembelajaran berbagi hidup secara aktif antara PKK dan AKK yang berlangsung terus menerus sehingga bersama-sama bertumbuh ke arah kedewasaan dalam Kristus. Jadi pastikan dalam KTB, apakah sudah terbangun relasi yang dalam di kelompok Anda agar bisa mengalami pertumbuhan bersama.

 

Fokuslah kepada kekuatan doa, bukan kekuatan manusia.

Berkembangnya pelayanan, bukan hanya karena kemampuan kita dalam membuat perencanaan, namun kekuatan doa yang menopang. Demikian juga dalam pertumbuhan KTB. Rasul Paulus saat di penjara, mendoakan jemaat Filipi (Fil. 1:5). Sebelum kita memiliki suatu relasi secara fisik dalam arti kata kedekatan dengan adik-adik KTB, yang paling mendasar secara rohani adalah DOA. Timotius pun dalam pelayanan, ia senantiasa mengucap syukur dalam doa ketika melihat pertumbuhan umat Tuhan (2 Tim.1:3-6). Social distancing, tidak menjadi alasan kita untuk berjuang membawa pertumbuhan adik KTB.  Doa menolong kita untuk semakin berjuang bersama mengalami Tuhan, ikut dilibatkan dan bisa saling berhubungan satu sama lain dengan tujuan bertumbuh bersama.

 

Maka itu, janganlah keadaan mematahkan semangat kita untuk fokus dalam pertumbuhan dan doa. Ingatlah, dancing in the storm with God, akan memberikan kekuatan dan inspirasi yang selalu baru untuk berjuang bersama membawa kita kepada pertumbuhan dan kedewasaan dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin. (*Penulis melayani Pelayanan Siswa di Mataram)

 

*Ilustrasi gambar diambil dari https://www.clickprophotographers.com/dailyproject/dancing-in-the-storm/     


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES