more"/> more">
Ada Pandemi, Orang Kristen Siap Menolong
Last Updated : Jan 15, 2021  |  Created by : Administrator  |  61 views

Oleh Victor Kurniawan Pujianto, M.IKom

Memasuki 2021 suasananya sangatlah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penyebabnya adalah pandemi Korona. Pandemi yang terjadi sejak tahun 2020, membuat awal tahun yang biasanya meriah  dan penuh pengharapan menjadi tampak begitu suram. Korona menyulitkan hidup manusia baik dalam aspek kesehatan maupun aspek lainnya seperti sosial dan ekonomi. Semua orang—tak terkecuali orang Kristen—terdampak olehnya dan menderita karenanya. Lantas apa yang bisa dilakukan orang Kristen?

Sebagai orang Kristen, tentu saja kita tidak bisa berdiam diri di hadapan segala kesulitan dan penderitaan akibat pandemi Korona. Kita mendengar anjuran Alkitab bahwa “selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang” (Gal. 6:9). Masa pandemi ini pastinya memberi kita kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama yang membutuhkan pertolongan. Ya, ketika ada masalah kemanusiaan, pandemi atau lainnya, orang Kristen siap menolong.

 

Mengapa orang Kristen siap menolong? Karena Yesus, junjungan orang Kristen, meneladankan hidup yang siap menolong. Teladan-Nya ini dapat kita lihat dalam banyak kisah Alkitab. Ia menyembuhkan orang buta (Mat. 9:27-31) dan orang lumpuh (Mat. 8:5-13), Ia memberi makan 5000 orang (Mat. 14:13-21), Ia memulihkan orang yang kerasukan setan (Mat. 8:28-34), dan banyak lagi perbuatan baik lainnya. Yesus selalu peduli kepada sesama dan siap menolong orang yang kesulitan atau menderita.

Apa yang mendasari kepedulian Yesus sehingga Ia siap menolong orang lain? Tak lain dari belas kasihan. Betapa sering kita baca dalam Alkitab bahwa hati Yesus “tergerak oleh belas kasihan” sebelum Ia bertindak menolong orang lain (lihat, misalnya, Mat. 9:18-26; Mrk. 2:1-10; Yoh 2:1-11). Ini seperti sudah menjadi ciri khas Yesus. Maka kita, para pengikut-Nya di masa kini, sangat perlu meneladani belas kasihan-Nya dan kesiapan-Nya menolong orang lain—khususnya di masa pandemi Korona.

 

Apa yang dapat kita lakukan? Paling tidak empat hal. Pertama, kita dapat membangun kesadaran (lewat diskusi, ceramah/khotbah, seminar, tulisan, dll.) di antara orang Kristen untuk siap menolong sesama yang terdampak pandemi Korona. Kesadaran ini kemudian kita arahkan untuk mewujud dalam bentuk doa, dana, dan daya. Dengan demikian orang Kristen akan memiliki bekal/modal yang memadai untuk siap menolong sesama secara maksimal.

 

Kedua, dengan bekal/modal yang memadai, kita dapat membangun gerakan untuk membantu orang-orang yang terdampak pandemi Korona. Gerakan ini bisa menggelar penyuluhan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan pandemi atau menyalurkan bantuan material untuk menunjang hidup sehari-hari dan mendukung pendidikan anak. Apa pun bentuk kegiatannya, tidak masalah, asalkan dapat menolong mengurangi beban sesama.

 

Ketiga, selain meringankan beban material sesama, kita dapat juga meringankan beban psikologis mereka. Kita tahu bahwa masa pandemi ini menggoncang jiwa dan pikiran banyak orang. Kita bisa hadir, baik secara langsung maupun secara virtual, dalam hidup sesama untuk mendengar keluh kesah mereka serta menguatkan hati mereka untuk berharap kepada Tuhan, tidak berputus asa, dan terus berjuang demi kehidupan mereka.

Keempat, yang mungkin paling sederhana tetapi tidak boleh dilupakan, kita tentu saja dapat menjaga kesehatan diri sendiri sehingga tidak terkena virus Korona dan berpotensi menulari orang lain. Caranya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan: menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Dengan menjaga kesehatan sendiri, kita sebetulnya siap menolong orang lain juga dalam hal menjaga kesehatan mereka.

Tentunya masih ada hal-hal lain lagi yang bisa dilakukan orang Kristen untuk meringankan beban sesama di masa pandemi Korona. Namun, keempat hal di atas saja sudah cukup menggambarkan betapa banyak dan besarnya tindakan yang dapat diambil orang Kristen untuk meneladani kesiapan Yesus dalam menolong sesama. Selama masih ada kesempatan bagi kita, kita memang harus berbuat baik kepada sesama—dengan digerakkan oleh belas kasihan.

Akhir kata, harus diakui bahwa awal tahun ini memang tampak suram. Namun, kesiapan orang Kristen untuk menolong sesama akan menjadi cahaya yang memberikan penerangan dan kehangatan di dalam kesuraman. Dengan siap menolong sesama, kita layak disebut Kristen, yaitu orang-orang yang mengikuti (teladan) Kristus. Ada pandemi Korona, orang Kristen siap menolong demi kemanusiaan dan kemuliaan nama Yesus..( Penulis melayani pelayanan Mahasiswa di Malang)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES