more"/> more">
Renungan Natal - Kabar Baik yang Terselubung
Last Updated : Dec 19, 2022  |  Created by : Administrator  |  89 views

 

Ancaman Resesi Global tahun  2023. Begitulah headline beberapa berita yang sempat viral dibicarakan dimedia sosial. Berita yang mulai dibicarakan sejak Pak Presiden memberi sambutan pada acara pengarahan kepada seluruh Menteri/Kepala Lembaga, Kepala Daerah, Pimpinan BUMN, Pangdam. Pada saat perkataan ini disampaikan oleh kepala Negara kita, mulai banyak yang membahas hal ini. Ada yang menanggapinya dengan pesimis, ada pula yang optimis dengan memberikan saran serta tips cara menghadapi ancaman resisi ini melalui konten-konten edukasi mereka. 

Selama kurun waktu 2 tahun lebih, banyak hal dan perubahan telah terjadi. Semua dimulai sejak akhir tahun 2019 saat COVID-19 melanda. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia. Bahkan tingkat kriminalitas meningkat akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan. Banyak orang kehilangan pekerjaan, PHK dimana-mana, gangguan kesehatan mental meningkat karena para pasien COVID-19 dan masyarakat  diharuskan melakukan isolasi dan social distancing dalam waktu yang lama. Kecemasan, ketakutan melanda seluruh dunia 2 tahun ini.  Di tengah pandemi yang memuncak, bencana alam seolah tidak mau tinggal diam. Ikut menambah kesesakan, kesakitan, kesedihan seolah-olah sedang menghukum manusia. 

Memasuki tahun ke 3 sejak pandemi, Indonesia saat ini bersiap untuk transisi dari pandemi menjadi endemi. Kita bersyukur mendengar kasus COVID-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Tapi bukan berarti dukanya akan cepat berlalu.  “2 tahun ini banyak duka” kata seorang teman dekatku saat aku dan dia sedang berbicara tentang kehidupan masing-masing di 2 tahun terakhir ini. Aku sadar apa yang dia maksudkan. Duka mendalam karena kehilangan kedua orang tuanya akibat COVID-19. Pandemi akan segera berlalu, tapi bagaimana dengan ancaman resesi global tahun depan, mampukah kita melewatinya juga? Isu resesi menguat serta kabar dan ramalan-ramalan buruk akan terjadi di tahun 2023. Tidak adakah kabar baik yang bisa diberitakan??

Ada sebuah perenungan yang ingin aku bagikan. Semoga ini menjadi salah satu kabar baik bagimu. Tahun  2021 di tengah masa pandemi, ada 1 hal menarik yang aku temukan dari percakapanku dengan seorang teman baru. Aku bertemu dengannya, di website iklan yang aku jalankan. Aku bekerja di perusahaan Multi Level Marketing dan sedang mencoba merekrut orang. Oleh sebab itu aku sering menghubunginya. Tidak hanya untuk urusan pekerjaan, tapi kami juga beberapa kali saling sharing Firman Tuhan. Sampai suatu hari dia meneleponku dan bertanya “Menurutmu apakah Tuhan itu baik? Apakah pandemi ini atas seijin Dia? Apakah dia masih pegang kendali di saat pandemi ini?” kurang lebih seperti itu yang dia tanyakan. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa di awal percakapan dia bertanya seperti itu. Apakah ada hal yang sedang dia alami? Atau ini hanya jadi bahan diskusi saja? Pikirku. Aku menjawab dengan jawaban yang secara umum orang pasti katakan. Tuhan itu baik dalam segala hal. Segala sesuatu terjadi atas ijin Tuhan dan Dia selalu pegang kendali. 

Tapi kemudian aku merenungkan lebih mendalam tentang pertanyaan tadi. Entah kenapa pertanyaan sederhana ini menggangguku? Maksudku, aku sendiri tidak puas dengan jawaban yang aku berikan, meski itu benar.  Hal ini langsung mengingatkanku kepada hari-hari terberat yang pernah aku alami. Sebenarnya aku bohong. Aku sendiri beberapa kali pernah mempertanyakan dalam hati tentang kehadiran-Nya, pekerjaan-Nya dan kendali-Nya atas hidupku. Terlalu naifnya aku sebagai manusia mengaitkan penderitan atau masalah yang aku alami dengan ketidaksanggupan dan ketidakbenaran Allah dalam bertindak atas hidupku.

Pandemi, bencana alam, kerusuhan, perang, krisis dan segala hal yang terjadi sekarang bukanlah hal baru. Seperti dalam Pengkhotbah 1:9 mengatakan tidak ada suatu yang baru di bawah matahari. Kalau kita ambil waktu sejenak membuka alkitab, kita akan dapati segala peristiwa sekarang ini terjadi juga di zaman dahulu. Bahkan peristiwa-peristiwa itu sangat luar biasa. Air bah, masa kekeringan yang panjang, penyakit sampar, air berubah menjadi darah, peperangan, penjajahan dan sebagainya. Di balik semua peristiwa buruk yang terjadi dalam alkitab, selalu kita melihat bahwa Allah tidak pernah tinggal diam. Rencana-Nya tidak hanya berhenti sampai di situ. Perbuatan-Nya yang ajaib dan tak terselami selalu akhirnya mendatangkan kebaikan.  

Merefleksikan peristiwa masa lalu ke masa sekarang, dengan mengingat kembali bahwa sepanjang 2 tahun ini telah berhasil kita lewati, akan membuat kita punya pengharapan yang baru di dalam Dia. Mungkin bukan hal besar seperti yang Tuhan nyatakan kepada Maria dan Marta dengan membangkitkan saudara mereka Lazarus yang meninggal. Tapi bukankah tiap hembusan nafas, detak jantung, hidup dan segala yang masih kita miliki dan nikmati adalah bukti bahwa Tuhan masih memerintah atas hidup kita dan dunia ini? Dia masih memerintah dan akan memerintah sampai selama-lamanya sebagai Tuhan yang berdaulat. Kedaulatan-Nya meliputi segala sesuatu. Segala binatang, segala musim, segala penyakit, segala keadaan, segala hati manusia, segala rencana, semuanya menuruti kehendak-Nya yang berdaulat. Jadi tidak ada alasan lagi untuk mempertanyakan kehadiran-Nya dan pekerjaan-Nya yang ajaib.

 

Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku.

(Ulangan. 32:39)

 

Hati kita kini telah melihat kembali sebuah kabar baik. Kabar baik yang menjadi penghiburan dan pengharapan kita adalah, Allah memerintah dan Dia pegang kendali sekarang dan selamanya. Dalam kondisi apapun, tidak ada manusia yang dapat menghibur jiwa kita seperti Allah. Penghiburan-Nya tidak terguncangkan dan kokoh di tengah badai. Oleh sebab itu mari kita datang kepada satu-satunya sumber penghiburan dan pengharapan yang kekal. Sumber penghiburan dan pengharapan itu tidak jauh. Dia selalu ada dan kita dapat mendengar suara-Nya melalui firman-Nya, yaitu Alkitab. Di masa yang baik maupun buruk, firman Allah membawa damai sejahtera dan sukacita yang kokoh. 

 

Firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Yeremia 15:16b

 

Tahun 2023 sudah di depan mata. Satu lagi firman Tuhan yang selalu aku ingat. Perkataan Yesus saat naik ke surga “Aku akan menyertai engkau senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Artinya, tahun depan penyertaan-Nya itu pasti. Jadi mari bangkitkan kembali iman, pengharapan dan kasih kita kepada Tuhan. Percayakan seluruh hidup, segala rencana kita kepada-Nya. Kalau saat ini dunia sedang mereka-rekakan yang jahat, namun Dia mereka-rekakannya untuk kebaikan. Hanya Allah yang berdaulat. Ia baik, bijaksana dan berdaulat untuk selama-lamanya. Terpujilah Dia. Selamat menikmati kabar baik ini, dan bagikanlah kabar baik ini. 




 

Novia Angelia Robert Sihotang, S.Si

Profil singkat: 

Lahir di Samarinda, 12 November 1996. Lulusan S1 Fisika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman tahun 2019. Aktif dalam kegiatan PMK dan Pemuridan selama 5 tahun berkuliah. Mulai tahun 2020-Sekarang bekerja sebagai Brand Partner di PT. Orindo Alam Ayu. Menikah Tahun Bulan Maret 2022, Jemaat aktif di Gereja GPdI Sangatta Kalimantan Timur.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES