more"/> more">
Refleksi Awal Tahun - “Tabah dan Tangguh di Lembar Tahun yang Baru” Yosua 1:1-18
Last Updated : Jan 06, 2023  |  Created by : Administrator  |  98 views

Oleh Yusuf Deswanto, M.Div

 

Seseorang yang menghadapi situasi yang baru dalam hidupnya biasanya akan mengalami apa yang disebut “masa krisis.” Kadar krisis tiap orang bisa berbeda-beda. Semakin minim harapan yang dimiliki seseorang dalam menghadapi sesuatu yang baru, semakin besar pula krisis yang ia alami. Memasuki tahun yang baru 2023 ini, konon banyak orang yang mengalami krisis bahkan ketakutan yang besar dalam hidupnya. Tahun 2023 sering diprediksi sebagai tahun resesi ekonomi global, dan menjadi tahun yang sarat dengan minimnya harapan. Para pakar ekonomi dunia memprediksi gejala-gejala resesi global; inflasi yang menggila di banyak negara, efek domino dari dampak pandemi dalam ekonomi global, serta krisis energi di banyak negara-negara Eropa akan berdampak pada semua penduduk dunia. Lalu, apakah umat Kristen layak kuatir dan pesimis menghadapi tahun “kelinci air” ini?

Yosua, sebagaimana dicatat di awal kitabnya, sangat mungkin sedang menghadapi krisis yang berat dalam hidupnya. Yosua adalah pembantu yang akrab dan setia bagi Musa sejak empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun (Kel. 17:8-13; 24:13; 32:17-19; Bil. 13:8,16). Yosua telah sejak lama ditugaskan sebagai pengganti Musa, bahkan ketika Musa masih hidup (Bil. 27:18-23; Ul. 34:9). Sekarang Allah memanggil dia untuk menuntun umat-Nya memasuki tanah perjanjian, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah kepada Abraham (lih. Kej. 12:6-7; 15:18-21). Dapat disimpulkan, Yosua sangat mengenal bagaimana sulitnya memimpin bangsa Israel yang tegar tengkuk dan sulit diatur. Pengalaman selama ini mendampingi Musa cukup bagi Yosua untuk memahami, betapa beratnya memimpin bangsa Israel, bangsa yang tegar tengkuk meski telah melihat perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib itu. Karena itulah, ketika Allah memanggil dan memerintahkan Yosua secara langsung untuk melanjutkan kepemimpinan Musa atas Israel, hati Yosua begitu gentar. Pengalaman dan pengamatannya atas sejarah Israel di pandang gurun, nyaris membawa Yosua sulit melihat harapan keberhasilan Israel untuk memasuki Tanah Kanaan.

Justru di sini kita melihat bagaimana TUHAN Allah memahami kegentaran dan krisis hidup Yosua. Ungkapan “kuatkan dan tegukanlah hatimu” (Ibr. ḥă·zaq we·’ĕ·māṣ) diulang oleh TUHAN Allah hingga tiga kali (ay. 6, 7, dan 9). Bahkan di ayat 9, TUHAN menegaskan dengan ungkapan, “Janganlah kecut dan tawar hati” (Ibr. ’al-ta·‘ă·rōṣ wə·’al-tê·ḥāṯ;). Pengulangan ungkapan peneguhan dari Allah hingga tiga kali ini mengindikasikan kegentaran dan krisis yang Yosua alami dalam menyambut tongkat estafet kepemimpinan atas Israel. Namun peneguhan Allah bukan sebuah peneguhan tanpa dasar, karena TUHAN Allah sendiri berjanji: “seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (ay. 5). Perintah dan peneguhan Allah kepada Yosua, segera diikuti oleh janji Allah untuk menyertainya sebagaimana Allah menyertai Musa. Yang menarik adalah, perintah dan peneguhan Allah, “kuatkan dan tegukanlah hatimu,” kemudian dinyatakan oleh bangsa Israel kepada Yosua (ay. 18).

Dari sinilah setidaknya kita belajar dua hal: pertama, sebagaimana Yosua, seringkali Tuhan ijinkan kita mengalami krisis ketika kita menapak tangga lebih tinggi dalam hidup kita; kedua, keteguhan hati atau iman di tengah krisis hidup hanya bisa kita capai jika kita tetap berpegang pada janji penyertaan Tuhan atas hidup kita. Memasuki tahun 2023 ini, manakah yang lebih mempengaruhi hidup kita? Tantangan-tantangan hidup yang makin berat, ataukah janji pesertaan Tuhan yang tidak akan pernah meninggalkan hidup kita? Di dalam Kristus, janji penyertaan Roh Kudus sebagaimana yang Yesus nyatakan dalam Yohanes 14:17-18 harus lebih membuat kita tabah dan tangguh dalam iman menghadapi tantangan resesi global sekalipun.

(*Penulis melayani Pelayanan Alumni di Perkantas Jember)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES