more"/> more">
Renungan - Dia Menjagamu Mazmur 121
Last Updated : Jan 05, 2024  |  Created by : Administrator  |  395 views

Oleh Ria Agustina,S.Kom

 

Sore itu saya berjalan di koridor sebuah gereja tua, “Kalau hari Kamis begini biasanya sepi tidak ada kegiatan, langsung saja masuk ke dalam Mbak!” ucap Pak Satpam. Saya masuk perlahan menuju kantor gereja karena hendak mengantar paket buku. Melewati sebuah ruangan saya mendengar suara pujian.

Apapun juga menimpamu,Tuhan menjagamu.

Naungan kasih-Nya pelindungmu,Tuhan menjagamu.

Tuhan menjagamu waktu tenang atau tegang,

Ia menjagamu, Tuhan menjagamu..

 

Saya menengok sebentar ke dalam, sekumpulan para lansia sedang memuji Tuhan. Nampak wajah para oma opa  sumringah menyanyikan Kidung jemaat  438 itu, tak menampakkan hidup yang sedang sulit. Rasanya teduh dan damai.

Bicara tentang rasa sulit, kita juga merasakan masa-masa sulit di tahun 2023.  Memasuki tahun baru 2024, ramalan ekonomi dunia yang akan sulit terus membayangi, perang Rusia-Ukraina belum usai dilanjutkan perang di Timur Tengah antara Palestina dan Israel, dan inflasi dunia  melambung tinggi. Walaupun ekonomi Indonesia bertumbuh sedikit lebih baik dari negara Asia lainnya tetap saja banyak orang dalam kondisi terjepit  dan masih harus menghadapi ketidakpastian serta kesulitan. Pikiran dan perasaan berkecamuk bahwa pertolongan tidak mungkin datang dalam waktu dekat benar-benar kadang membuat kita bingung dan kewalahan.  

Mungkin dalam hati kita sampai berkata "dari manakah akan datang pertolonganku?" Hal Ini juga yang menjadi seruan tanya pemazmur ketika menyadari ketiadaan harapan dari manapun. Sampai akhirnya, kebenaran menyadarkannya, ia berpegang teguh pada apa yang ia ketahui, katanya dalam seru "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap."

Penjaga berasal dari kata Ibrani "shamar" digunakan enam kali di sepanjang nyanyian Mazmur 121 ini. Shamar berarti menjaga, mengawasi,mengamati,menunggu, merawat, memelihara, menyelamatkan, dan melindungi. Kata kerja ini adalah sebuah penekanan bagi kita, bahwa setiap detil hidup kita tak pernah sedetik pun luput dari penjagaan dan pemeliharaan Tuhan. Perlindungan-Nya itu berlangsung terus menerus, selalu, dan selamanya. Entah itu panasnya terik matahari atau dinginnya malam, musim kering ataupun musim hujan, di segala kondisi totalitas perlindungan Tuhan itu pasti. Pada ayat 7 juga menjelaskan bahwa kejahatan memang ada dan kehidupan kita akan selalu bersinggungan terus dengan hal itu, namun itu tidak membatalkan janji Tuhan untuk tetap melindungi kita dari segala yang jahat. Ketahuilah bahwa penjagaan Tuhan di tengah-tengah masa sulit itu bisa berbentuk damai di tengah kekacauan, kebijaksanaan di tengah kebingungan, sukacita di tengah duka, kepastian di tengah keraguan, keyakinan di tengah badai yang hadir. Apapun yang Anda hadapi hari ini, Tuhan adalah penjagamu.

 

Lalu bagaimana rasa teduh dan damai boleh kita alami ditengah ketidakpastian dunia dan hidup di tahun ini? Ketakutan apa pun yang membayangi Anda, Tuhan adalah penjagamu. Rencana dan harapan apa pun yang belum terlaksana, Tuhan adalah penjagamu. Kebenaran ini seharusnya memudahkan kita dalam berdoa, sebab kita dapat merenungkan kasih sayang Tuhan yang begitu besar bagi kita dan kita tahu kerinduan-Nya untuk menjaga kita. Kebenaran ini juga membuat kita lebih aman dan tidak terguncang di tengah pencobaan, karena nama Tuhan itu menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat. Karena itu pastikan di sepanjang tahun ini kita secara konsisten melekat kepada Tuhan setiap saat. Selamat tahun yang baru, Dia menjagamu!

(*Penulis melayani di Literatur Perkantas Jatim)

 


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES