more"/> more">
Merdeka di Tengah Pandemi
Last Updated : Aug 14, 2020  |  Created by : Administrator  |  238 views

Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus! (Galatia 6:2)

Oleh Victor Kurniawan,M.M *)

 

Perayaan kemerdekaan kita tahun ini, sangatlah berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi mengubah kemeriahan perayaan kemerdekaan menjadi kesunyian. Anjuran pemerintah sangat jelas, bahwa tahun ini peringatan kemerdekaan akan dirayakan secara meriah tetapi penuh dengan kesederhanaan. Selain itu, upacara bendera di istana negara juga akan dilaksanakan secara terbatas dan tidak akan mengundang masyarakat umum untuk hadir seperti biasanya.

Pandemi mengubah segalanya, tetapi harapannya tidak mengubah semangat kemerdekaan menjadi keputusasaan. Walaupun harus diakui bahwa situasi saat ini memang sedang sulit.  Angka pengangguran terus meningkat, karena banyak banyak pekerja yang dirumahkan, atau mengalami Pemutusan Hubungan kerja (PHK). Tidak hanya itu, di tengah situasi pandemi ini, kita juga menghadapi persoalan lain, yaitu kekhawatiran akan terjadi krisis pangan. Tentu saja, situasi ini cukup memilukan, bukan?

Situasi yang memilukan ini perlu kita ubah menjadi pengharapan, sebab kita tidak bisa meratapi keadaan, karena hidup harus terus berlanjut dan cita-cita bangsa harus tetap diwujudkan. Kemerdekaan harus tetap kita rayakan dan perayaan merupakan kesempatan bagi kita untuk kembali mengingat visi besar dibalik dibentuknya bangsa ini, yaitu “melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia.”

Saat ini bangsa kita perlu dilindungi. Maka seluruh anak bangsa perlu bergerak untuk saling menopang satu sama lain, sehingga kita kuat menghadapi situasi yang memilukan ini. Kita perlu bergotong royong untuk mengubah situasi memilukan ini menjadi situasi penuh pengharapan.  Selama pandemi, semangat gotong royong telah memberikan pengharapan yang besar bagi banyak orang. Oleh karena itu, kita perlu pelihara terus semangat ini, sehingga benih-benih pengharapan terus dapat ditabur.

Apa bentuk gotong royong yang bisa kita lakukan saat ini? Pertama, kita bisa bergotong royong untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Protokol kesehatan yang dimaksud adalah menjaga kebersihan tangan, berupaya untuk tidak menyentuh wajah, menerapkan etika batuk dan bersin secara benar, memakai masker, secara sadar menjaga jarak dengan orang lain, ketika sakit dengan kesadaran penuh melakukan isolasi mandiri, dan terakhir tentu saja menjaga kesehatan diri kita. Jika kita bergotong royong mengikuti protokol kesehatan ini, pasti akan sangat membantu untuk mewujudkan ketahanan bangsa ini dan juga memutus mata rantai  Covid-19.

Kedua, kita juga bisa bergotong royong membantu orang-orang yang terdampak pandemi ini. Bantuan pada mereka yang terdampak bisa kita lakukan dengan berbagai macam cara, misalnya dengan memberikan bahan makanan, atau mendukung keperluan tenaga kesehatan. Apapun bentuknya, kita harus mulai membantu dan tetap membantu, sebab hanya dengan cara ini, kita dapat bertahan bersama.

Di ujung tulisan ini, saya ingin mengutip pernyataan Andi F Noya yang ia sampaikan di Kompas Talks, ”Kita saling bergotong royong. Persoalan memang berat, tetapi masalah ini akan bisa ditangani kalau kita bekerja sama.” Mari kita saling tolong menolong menanggung beban. Semangat merdeka! (* Penulis melayani Pelayanan Mahasiswa di Malang)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES