more"/> more">
Student Writing - Tik Tok sebagai Angin Segar dalam Pelayanan
Last Updated : Nov 27, 2020  |  Created by : Administrator  |  204 views

Oleh Sheylia Leka *)

Diawal kemunculan aplikasi Tik Tok di Indonesia pada tahun 2018  banyak menuai komentar negatif dan dianggap aneh. Bahkan diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena memuat konten yang tidak mendidik. Para pembuat video dalam Tik Tok makin di beri label alay karena banyak yang menggelar acara temu penggemar dengan tarif yang mahal, sehingga mengundang keluhan dari para orang tua yang resah akan dampak negatif dari aplikasi ini pada anak-anak mereka yang masih berusia remaja. 

Namun berbanding terbalik dengan yang terjadi di tahun 2020. Pandemi membawa momentum bagi aplikasi Tik Tok besutan Cina mendulang emas. Hingga Januari 2020 pengguna aktif aplikasi ini sebesar 625 juta dan nampaknya akan terus bertambah. Usia pengguna pun bervariasi mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Bahkan pada  Juli 2020, Indonesia memperkuat posisi sebagai negara pengguna TikTok terbesar keempat di dunia. Terdapat sekitar 30,7 juta pengguna TikTok di Indonesia.  Wow sungguh fenomena yang luar biasa.[1]

Media ini bukan hanya sekedar mengisi waktu luang saja tapi membantu menyebarkan informasi yang disajikan dalam bentuk video singkat. Durasi video yang diunggah hanya berkisar 15 detik hingga 1 menit dan beragam jenis konten. Pengguna bisa membuat tulisan singkat tentang informasi menarik apa pun dan diedit dengan penambahan iringan musik dan gerakan tari.

Penyampaian informasi melalui Tik Tok dengan cara yang singkat, kreatif dan baru dapat digunakan untuk membagikan kabar baik keselamatan. Caranya bisa dengan membagikan poin-poin singkat dari hasil perenungan saat teduh, tips membaca Alkitab hingga selesai dalam satu tahun, mempromosikan buku-buku Rohani Kristiani dan masih banyak lagi.

Aplikasi yang akrab dengan usia mahasiswa dan siswa ini bisa digunakan PKK (Pemimpin Kelompok Kecil) untuk membangun kedekatan. Misalnya bermain Tik Tok bersama, saling mengirim konten yang bermanfaat di Tik Tok dan lainnya.  Penjangkauan bisa juga dilakukan dengan mempromosikan kegiatan menarik dari PMK Kampus dan TPS pada siswa yang aktif menggunakan Tik Tok. Pelayanan bisa dengan efektif dikerjakan lewat media yang sedang populer ini untuk menjangkau lebih banyak jiwa. (* Penulis adalah mahasiswa Universitas Ubaya yang aktif dalam Pelayanan PMK Smirna)

Ilustrasi gambar di ambil dari https://unsplash.com/s/photos/tik-tok

 

 https://selular.id/2020/09/meski-indonesia-salah-satu-pengguna-tiktok-terbesar-bytedance-pilih-singapura-sebagai-sasaran-investasi/

 

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES