more"/> more">
Student Writing - Dimuridkan Ditengah Kesibukan
Last Updated : Jan 15, 2021  |  Created by : Administrator  |  259 views

Oleh Euodia Desthalyana Suryandayani
 

Mengapa sebagian besar mahasiswa Kristen tidak tertarik untuk dimuridkan? Tentunya ketika kita membaca pertanyaan ini, terlalu banyak kemungkinan yang terlintas di dalam pikiran. Salah satu faktor yang menjadi pergumulan adalah kesibukan. Respon klasik yang seringkali diungkapkan oleh  Mahasiswa Kristen adalah “saya tidak punya waktu untuk mengikuti kelompok pemuridan”. Apakah benar demikian?

Setelah mengikuti proses pemuridan, saya menyadari ada dua faktor substansial yang mempengaruhi respon mahasiswa Kristen untuk terlibat dalam pemuridan. Faktor pertama adalah masalah hati dan akal budi yang belum menemukan tujuan dan signifikansi pemuridan dalam kehidupannya. Sedangkan faktor kedua adalah strategi, mungkin mereka tahu apa itu pemuridan dan mengapa harus dimuridkan. Tetapi tidak tahu bagaimana mengelola hidup mereka, secara khusus dalam pengelolaan waktu.

  • Hati dan Akal Budi

 

 “Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

  • Matius 4:19 -

 

Banyak orang Kristen mengaku menjadi pengikut Kristus, namun mereka tidak menemukan esensi dalam mengikuti Kristus. Menjadi pengikut berarti menjadi murid, sehingga pemuridan adalah suatu hal yang mutlak bagi semua orang Kristen, karena ke-Kristenan tanpa pemuridan adalah ke-Kristenan tanpa Kristus. Dalam buku Organic Discipleship, Dennis McCallum dan Jessica Lowery mengatakan “para rabi pada zaman dulu akan menghabiskan hidupnya bertahun-tahun bersama dengan para murid untuk mengajarkan cara hidup dan pemahaman kitab suci, serta bagaimana mengajarkan kedua hal tersebut kepada orang-orang lain. Begitu juga yang dilakukan Yesus kepada murid-muridNya. Sehingga proses pemuridan adalah pembentukan seorang rabi baru secara utuh-sang rabi senior membagikan segala sesuatu yang dimilikinya, seperti: karakternya, pengetahuannya, nilai-nilainya, dan hikmatnya”.

- Menjadi pengikut Kristus berarti menjadi murid,

supaya menjadi sama dengan Kristus –

 

Sebagai seorang mahasiswa, kesibukan adalah suatu hal yang sangat normal. Mengikuti banyak kegiatan, tergabung dalam organisasi dan mungkin juga telah memberi diri dalam pelayanan. Terlihat produktif, bukan? Namun, apakah mereka benar-benar produktif? Lalu bagaimana dengan kondisi hati mereka? Selama ini saya banyak menemui mahasiswa Kristen tanpa benar-benar mengetahui identitas asli mereka sebagai murid Kristus. Akibatnya mereka akan merasakaan keletihan, “stuck”  bahkan merasa kosong. Rasanya seperti ada ruang kosong yang tidak pernah bisa dipenuhi.

  • Strategi

 

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup,  janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

  • Efesus 5:15-17 -

 

Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa yang membedakan antara orang arif dan orang bodoh adalah bagaimana mereka menggunakan waktu dan kepada siapa waktu itu didedikasikan.  Allah menempatkan kita di dunia ini untuk suatu rencana yang besar dan Allah menganugerahkan waktu supaya kita dapat menjalankan rencana-Nya, sehingga yang kita butuhkan adalah hikmat dalam mengatur strategi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “strategi” mempunyai arti sebagai rencana yang cermat mengenai suatu kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu.

 

Aktifitas sehari-hari saya adalah kuliah, melayani disalah satu SMK,  di kampus dan juga gereja. Kadang saya merasa waktu 24 jam kurang apalagi ditambah tugas-tugas kuliah yang cukup banyak. Manajemen waktu memang sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini, dan itu bukanlah suatu hal yang mudah bagi saya. Saya sempat merasa kewalahan bahkan jenuh dengan semua  rutinitas tersebut. Seperti yang sudah saya kemukakan di poin pertama, saya sadar bahwa akar dari keresahan tersebut berasal dari hati dan akal budi, namun bagaimana saya harus mengatasinya? Disinilah kita memerlukan adanya strategi dan dalam tulisan ini saya akan berbagi prinsip dan tips praktis dalam pengelolaan waktu.

 

  1. Memandanglah  kepada Kristus

” Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

-Matius 6 : 33-

 

Pengelolaan waktu yang tepat harus diawali dengan perspektif yang tepat. Bahwa waktu yang kita miliki adalah elemen penting untuk membangun kerajaan Allah disetiap agenda yang kita lakukan. Bagaimana cara kita menggunakan waktu yang ada mempunyai implikasi yang kekal, apakah kita sedang memuliakan Tuhan ketika kita sedang belajar, bekerja atau melayani? Turn your eyes upon Jesus.

  1. Melatih diri untuk tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja bijak

”Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.”

– Pengkhotbah 10:10 ­–

Seringkali kita mengandalkan pengetahuan dan kemampuan kita untuk menyelesaikan segala sesuatu. Kita melupakan bahwa segala sesuatu membutuhkan hikmat. Semakin kita berhikmat, semakin kita menjadi efektif dalam mengelola segala sesuatunya. “If any of you lack wisdom, let him ask of God­”

 

  1. Mengatur agenda dan tujuan yang akan dicapai

 

“Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.”

– 1 Korintus 14:40 ­–

 

Waktu yang dikelola tanpa perencanaan yang didasari nilai dan tujuan yang jelas, hanya akan menguras energi tanpa hasil yang berkualitas. Hal ini disebabkan karena tidak adanya susunan prioritas. Sehingga pengelolaan kegiatan seperti membuat daftar agenda dan tujuan merupakan langkah praktis yang dapat dilakukan. Dalam artikel “A guide to Godly time management” yang ditulis oleh Christian Challenge, merekomendasikan untuk menerapkan aplikasi SMART (Speficic, Measurable, Action Oriented, Realistic, Timely). Have we managed our time properly?

  1. Mengendalikan diri untuk tidak terdistraksi

“Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”

– 2 Timotius 2:4 ­–

 

Sama seperti seorang prajurit yang harus fokus dalam medan pertempuran, begitu juga dengan kita harus fokus terhadap tujuan yang sudah ditetapkan. Bukan hal yang mudah untuk fokus dalam satu aktifitas, karena kecenderungan manusia adalah cepat bosan. Sehingga langkah praktis yang bisa dilakukan adalah menjauhi sumber distraksi, misalnya mematikan notifikasi HP, atau mencari lokasi yang kondusif. Let’s control ourselves.

 

  1. Merefleksikan dan mengevaluasi

 

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.”

– Roma 15:4 ­–

Kita perlu meluangkan waktu secara periodik untuk mereview apa yang sudah kita kerjakan dengan tujuan untuk mengucap syukur, mengevaluasi, dan mengatur rencana serta strategi kedepan. Take a sabbath time.

Salah satu cara untuk mengasihi Dia adalah dengan mengoptimalisasikan waktu untuk memuliakan-Nya. Karena pemuridan adalah bagaimana tentang mentuhankan Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita. “Jika Yesus bukan Tuhan atas segala sesuatu… Ia sama sekali bukan Tuhan” – Dr. A.W Tozer

Ketika saya memutuskan untuk mau dimuridkan dan berproses didalamnya, saya mulai merasakan signifikansi dan implikasi dari proses pemuridan tersebut. Semakin saya mau dimuridkan dan berproses didalamnya, semakin saya sadar bahwa esensi menjadi orang Kristen adalah menjadi seorang murid. Sama halnya dengan hakekat seorang murid yang diajar dan dibimbing. Saya seperti mendapatkan titik terang dari semua rasa keletihan dan kekosongan dari berbagai macam kegiatan yang “nampaknya” produktif. Dalam proses dimuridkan ini juga menimbulkan sebuah dorongan dalam hati saya untuk mau dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, yang mana akan menjadi tujuan akhir dari apapun yang sedang dikerjakan.

 Maka dari itu saya rasa penting untuk setiap kita, terlebih para mahasiswa Kristen yang sedang membaca tulisan ini untuk mulai bergerak dalam mensharingkan esensi dalam pengiringan menjadi murid Kristus yang sebenarnya. Berdoa juga akan menjadi hal yang penting dalam bagian ini supaya hati mereka tergerak untuk mau dimuridkan dan dibentuk menjadi serupa dengan Kristus.

(* Penulis adalah Mahasiswa semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Widya  Mandala Surabaya)

Daftar Pusaka

  1. Challenge, Christian. 2017. “A guide to Godly time management”

https://campusministry.org/article/a-guide-to-godly-time-management, diakses tanggal 10 Desember 2020 pukul 23.30

  1. Shadrach, Steve. 2017. The Fuel And The Flame. Tanggerang: Beautiful Feet Partnership.
  2. McCallum Dennis dan Jessica Lowery. 2015. Organic Discipleship. Surabaya: Literatur Perkantas Jatim.
  3. Staf Perkantas Surabaya. 2016. Pembinaan Dasar. Surabaya:Literatur Perkantas Jatim.

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES