more"/> more">
Refleksi - Mengasihi di Dunia Yang Menderita
Last Updated : Feb 26, 2021  |  Created by : Administrator  |  250 views

Oleh Wahyu Respati Wulandari*)

1 Yohanes 3:11-18

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (1 Yoh. 3:17)

 

Pernahkah Anda melakukan suatu kebaikan di saat kondisi Anda sendiri sedang mengalami kesulitan? Mengasihi orang lain di kala diri sendiri sedang tersakiti, atau memberikan bantuan uang saat Anda sendiri sedang dalam kondisi kekurangan. Mungkin sebagian dari kita sulit menyatakan kasih bagi orang lain ketika kita sendiri sedang mengalami dukacita atau bahkan mungkin sedang menderita. Kondisi ini pernah dialami Hudson Taylor dalam pelayanan misinya. Ia pergi untuk mendoakan seorang perempuan yang sedang sakit. Hudson merasakan gerakan dari Allah untuk memberikan dua keping uang logamnya – uang tersisa yang ia miliki saat itu. Rasanya berat untuk melakukannya, tetap akhirnya Hudson taat memberikan dua keping uang logam yang ia miliki.

Kisah di atas menghantarkan kita untuk melihat satu bagian kebenaran tentang alasan mengapa kita harus melakukan kebaikan atau mengasihi orang lain. Kita mengetahui makna kasih Allah karena Yesus telah menyerahkan nyawa-Nya bagi manusia (Yoh. 3:16). Maka, dalam 1 Yohanes 3:11-18, Yohanes menasihati jemaat untuk mengasihi orang lain sebagaimana diteladankan oleh Yesus sendiri, yaitu dengan menolong sesama hingga mengorbankan dirinya. Bukan seperti Kain yang justru melakukan kejahatan dengan membunuh adiknya. Yohanes mengingatkan perintah lama yang Tuhan Yesus juga ajarkan kepada murid-murid-Nya saat perjamuan malam terakhir, yaitu untuk saling mengasihi.

Dengan saling mengasihi di antara mereka, jemaat akan menunjukkan bahwa mereka mengikuti jejak Kristus: sebagaimana Ia telah menyatakan kasih dengan mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Menyerahkan nyawa-Nya demi kesejahteraan orang lain; itulah yang dilakukan oleh Yesus kepada kita. Hal ini juga menjadi panggilan bagi kita sebagai anak-anak Allah untuk mewujudkan kasih dalam perbuatan bagi kesejahteraan orang lain (ay. 16). Kita yang telah ditebus adalah orang-orang yang hidup dalam kebenaran dan lahir dari Allah. Ini menjadi alasan mendasar mengapa kita harus mengasihi dan melakukan sesuatu bagi mereka yang memerlukan. Tidak melakukan sesuatu untuk menolong orang di sekitar kita, yang kita ketahui sedang menderita dan membutuhkan bantuan, menunjukkan ketiadaan kasih Allah dalam hidup kita (ay. 17). Kita sebagai orang yang sudah dibenarkan oleh Allah, dipanggil untuk hidup berpartisipasai dalam persekutuan dengan Kristus, mengenal dan melakukan kebenaran dengan menyatakan kasih bagi dunia. Berpartisipasi dengan tindakan nyata dalam hidup dan kasih Allah (ay. 18).

Tindakan atau pemberian sekecil apapun yang kita lakukan dengan kasih dan ketulusan dapat berdampak besar dan menjadi berkat bagi orang lain. Terlebih di tengah pandemi saat ini. Pandemi membawa seluruh dunia menderita, bahkan kita pun juga bagian dari dunia yang sedang menderita. Ketika sedang mengalami pergumulan yang berat, Tuhan tidak menghendaki kita berpusat pada diri sendiri. Kita dipanggil untuk menyatakan kasih Allah di tengah dunia yang menderita ini. Sekalipun kondisi pandemi mengharuskan kita di rumah saja dan melakukan pembatasan sosial, namun banyak hal yang masih bisa kita lakukan untuk menyatakan kasih Allah bagi sesama.

Bagi kita yang terjun dalam pelayanan siswa, mahasiswa dan alumni, kasih Allah perlu kita nyatakan sebagai bagian dari persekutuan Tubuh Kristus. Berbagi berkat untuk adik-adik yang dalam kondisi sulit, memberikan dukungan moril untuk rekan atau saudara yang terpapar Covid-19, menjadi pendengar yang baik bagi alumni yang terdampak pandemi dan membutuhkan ruang untuk bercerita. Itu semua dapat kita lakukan sebagai tindakan kasih kita yang nyata. Lebih luas, kita juga bisa mengambil bagian untuk mendukung mereka di luar sana, yang membutuhkan kita. Sekalipun kita sendiri sedang berada di dunia yang sama dengan mereka, mari kita terus nyatakan kasih Allah dengan mengasihi dunia yang menderita ini. Selamat mengasihi. Kiranya Kasih Kristus makin nyata dalam hidup kita.(* Penulis melayani Pelayanan Siswa di Jember)

 

*) Ilustrasi gambar diambil dari https://unsplash.com/collections


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES