more"/> more">
Sketsa ~ Omnibus Soli Deo Gloria
Last Updated : Feb 26, 2021  |  Created by : Administrator  |  246 views

Ibu Liana Christanty

Salah Satu Pendiri “Yayasan Pondok Hayat”

 

-Dalam peristiwa yang buruk sekalipun, Allah tetap berbicara kepada anak-anakNya.-

 

 

“STOP KILLING!”

Diprakarsai oleh tim Yayasan Pondok Hayat (YPH) sebagai semboyan dan keyakinan melakukan pelayanan sosial hingga saat ini. Ibu Liana Christanty sebagai salah satu pelopor berdirinya YPH menyatakan dengan tegas melalui pesan tertulis bahwa, “Stop Killing menjadi motto, karena keyakinan kami bahwa kehidupan seorang anak manusia sudah dimulai sejak pembuahan terjadi (Mazmur 139:13-14), sehingga dengan alasan apapun juga tidak boleh terjadi pembunuhan, walaupun secara kasat mata, janin belum terlihat.” Jelas Ibu kelahiran Jember, 18 April 1959 ini, yang terhubung melalui email.

 

YPH sendiri didirikan pada bulan Juni tahun 1998, berdasarkan keprihatinan setelah melihat data banyaknya kasus aborsi yang terjadi termasuk peristiwa ditahun 1998. Dari peristiwa itulah beliau dan rekan-rekannya menangkap visi dan terdorong untuk mengadakan seminar Anti-Aborsi pada bulan April 1998. Ibu Liana menyaksikan animo masyarakat terhadap isu ini sangat besar, terbukti usai seminar dilaksanakan banyak kasus kehamilan yang dilaporkan dan membutuhkan pertolongan. “Mulai saat itu, kami menolong para wanita hamil di luar nikah. Jadi saya bersama teman-teman, mendirikan yayasan untuk menaungi gerakan anti aborsi ini.”, Ungkap Ibu Liliana  yang memiliki hobi membaca dan olahraga ini.

Selama 23 tahun YPH berkiprah menolong begitu banyak perempuan yang hamil di luar nikah. Ada begitu banyak tantangan mengerjakannya, namun Ibu yang memiliki motto hidup, “Hanya akan bergerak jika Tuhan memberikan jalan”, terus berkarya sesuai dengan pimpinan Tuhan dalam hidupnya. Orang-orang yang ditolong, tidak hanya dibantu kelahiran bayi mereka namun dilakukan juga pembinaan yang terkait dengan kebutuhan ibu-ibu muda, ada Kelompok Tumbuh Bersama (KTB), konseling pribadi dan penyuluhan-penyuluhan kesehatan.

YPH sudah menolong banyak ibu dan bayi, namun hal yang ajaib, menurut ibu Liana,  kebutuhan mereka selalu tercukupkan. “All by His Grace. Tuhan selalu mengirimkan orang-orang untuk menolong Pondok Hayat”, kata beliau dengan tegas dan yakin. Di samping itu, oleh karena Anugerah Allah, Ibu Liana juga mendirikan suatu lembaga yang berkecimpung khusus dalam dunia pendidikan yang berada di bawah Yayasan Kasih Pengharapan (YPK) yang merintis sekolah Pelita Permai sejak 13 tahun lalu (2008). Sekolah Pelita Permai diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu (gratis), bahkan secara rutin membagikan sembako kepada keluarga para murid yang saat ini sebanyak 270 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Tidak hanya itu, Pelita Permai juga memberikan pembinaan khusus bagi siswa-siswa yang sudah lulus SD bahkan remaja. Visi utama YKP adalah mentransformasi kehidupan anak dan keluarga secara holistik melalui pendidikan formal dan pembinaan rohani bagi keluarga mereka.

Namun melihat tidak sedikitnya kasus aborsi tahunan, ibu Liana selaku pendiri Yayasan Pondok Hayat, selalu menyampaikan satu pesan kepada para remaja, yaitu: “Jauhi perzinahan dan tetap menjaga kekudusan di usia remaja.”yang telah memiliki 4 orang anak dan 5 cucu. Tantangan yang dihadapi oleh istri dari Susilo Harjo Prakoso, dalam mengerjakan pekerjaan sosial pun banyak, salah satunya dinyatakan bahwa ijin untuk mendirikan sekolah sangatlah tidak mudah. Namun, ketika Ibuyang memiliki 4 orang anak dan 5 orang cucu ini ditanya mengenai sumber kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan bertahan hingga kini, beliau berkata, “Saya selalu yakin apabila saya berjalan dalam kebenaran maka penyertaan TUHAN selalu ada. Saya hanya bergerak apabila Tuhan  memberikan jalan, saya akan diam kalau Tuhan tidak menyuruh untuk bergerak.”

Ia mengutip sebuah ayat dari Keluaran 33:15 yang tertulis demikian, “Berkatalah Musa kepada-Nya: Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Selama ini ayat ini menjadi tuntunan Ibu Lilian untuk melaksanakan misi Allah melalui Pondok Hayat dan Yayasan Kasih Pengharapan. Ayat ini memberi dia keyakinan bahwa sebagaimana Tuhan menyertai Musa, demikianlah Tuhan menyertainya.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES