more"/> more">
Tak Lagi Sama
Last Updated : Apr 14, 2021  |  Created by : Administrator  |  65 views

Oleh Theresia Nathalia Biantoro

 

            Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia memiliki keunikan dan perbedaan. Bahkan saudara kembar yang identik pun tentu memiliki perbedaan; mulai dari kepribadian, pemikiran, cara mengungkapkan sesuatu, talenta, pergumulan maupun pengalaman hidup yang berbeda. Seringkali perbedaan itu terlihat menyolok. Hal itu membuat kita membandingkan diri dengan orang lain. Lantas kita merasa tidak berguna, tidak punya kelebihan spesial, tidak berharga, lemah, bodoh, banyak dosa, malu, ingin menyerah, kecewa dengan diri sendiri, seakan orang lain selalu lebih dalam segala hal dibanding diri kita.

            Roma 12:6 mengatakan, “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.” Disini kita diingatkan bahwa setiap orang diberi karunia yang berbeda dan bermacam-macam. Untuk menjadi spesial dan berharga tidak berarti patokannya adalah menjadi sama dengan orang lain, karena setiap orang diciptakan unik dan berharga. Yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah bagaimana cara mereka merespons pemberian Tuhan pada dirinya.

            Kita telah ditebus dengan darah yang mahal, tak bernoda dan tak bercela. Ini berarti dosa, rasa malu, perasaan tertolak, kesalahan masa lalu, sakit hati, kesepian, perbudakan dosa, serta kematian spiritual telah dibayar lunas oleh pengorbanan Tuhan Yesus di atas kayu salib.  Kematian Kristus menunjukkan betapa berharganya kita di mata Allah.

            Hal yang pasti adalah hidup kita tak lagi sama. Kita telah menjadi ciptaan baru dan tidak binasa, karena kasih Tuhan yang amat luar biasa bagi kita. Namun seringkali yang menjadi fokus kita adalah masalah dan perbedaan antara diri kita dengan orang lain, sehingga penderitaan dan pengorbanan Kristus seakan memudar dan hilang dari pikiran kita.

Ketika kita renungkan, layakkah kita terlalu mengkhawatirkan masalah dan perbedaan diri kita dengan orang lain? Padahal kita punya Allah yang lebih besar dari permasalahan hidup kita, apapun itu. Ketika kita masih berdosa saja Allah tidak meninggalkan, tetapi justru menyelamatkan kita. Ia merubah seluruh hidup kita dari yang tidak layak menjadi layak.

Ini adalah kabar baik yang dapat kita sebarkan bahwa walau kita berbeda dengan orang lain, tetapi kita telah dipersatukan dalam Kristus Yesus. Melalui kematian Kristus, Allah telah menunjukkan kepada kita, betapa Dia sangat mengasihi kita serta membuat kita berharga. Ada harga untuk sesuatu yang berharga, sehingga hal itu harus dijaga dan tidak disia-siakan. Jadi, masihkah kita tidak bisa bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan di dalam hidup kita? Layakkah kita menyimpan perasaan rendah diri (minder) ketika kita tahu bahwa kita sudah dibayar lunas melalui pengorbanan Kristus? Tuhan Yesus memberkati.

 

*) Theresia, mahasiswa semester 4 jurusan Akuntansi Ekonomi dan Bisnis Universitas Malang ini  menyukai aktivitas menulis. Karena ketika menulis, Ia  bisa menuangkan imajinasi dan pandangannya serta menjadi berkat. Gadis muda ini memiliki motto hidup  Do my best and let God do the rest.

“Saya sangat bersyukur bisa bergabung di komunitas ini. Banyak pengetahuan, teman, dan pola pikir baru yang saya dapat. Terima kasih komunitas menulis. Pesan : Semoga dpt memberkati lebih banyak orang lagi.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES