more"/> more">
Menghayati Anugrah Keselamatan
Last Updated : Apr 28, 2021  |  Created by : Administrator  |  111 views

Syahsapdya Agapeatama S

 

 

Keselamatan merupakan kebutuhan paling utama bagi setiap orang. Kebutuhan tersebut tidak hanya untuk kehidupan saat ini saja, melainkan untuk seterusnya. Sayangnya, kebanyakan orang kurang memahami arti keselamatan itu. Mereka beranggapan bahwa ada banyak jalan menuju sorga, sehingga mengira bahwa keselamatan dapat dicapai dengan usaha sendiri.  Namun, kenyataannya tidaklah demikian.

 

Firman Tuhan berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Rasul. 4:12). Keselamatan hanya dapat diperoleh melalui satu jalan saja yaitu Yesus Kristus. Di dalam Yohanes 14:6, Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. Jadi, dapat dipastikan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mencapai keselamatan jika mereka tidak percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

 

Apabila kita merenungkan kalimat tersebut, pada dasarnya keselamatan yang telah kita terima bukanlah hasil dari usaha kita. Bukan juga karena perbuatan baik kita, bukan juga karena kita benar dan dipandang layak. Namun semata-mata keselamatan itu datang karena anugerah Allah itu sendiri. Sehingga kita tidak dapat mengklaim diri bahwa kita telah diselamatkan oleh karena perbuatan baik dan ketaatan kita dalam menjalankan hukum agama.

 

Ketika kita menerima keselamatan yang dari Allah, bukan berarti kemudian kita tidak melakukan apa-apa. Sebab menerima keselamatan, berarti kita juga menerima sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud adalah menjaga hidup untuk tetap berada di dalam kesucian, kekudusan, dan kebenaran Allah. Ini berarti ketika menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus kita telah menerima kehidupan yang baru. Kita harus meninggalkan cara hidup yang lama, yaitu hidup di dalam dosa karena di dalam Kristus kita telah dilahirkan kembali.

 

Apabila ada orang yang yang telah menerima anugerah keselamatan itu namun masih tetap hidup dalam dosa, hal ini sama dengan orang yang tidak menghargai anugerah keselamatan yang telah dikaruniakan oleh Allah melalui Tuhan Yesus Kristus. Jika demikian bagaimana mungkin  mereka dapat diterima di dalam Kerajaan Sorga?

 

Seperti yang telah dikatakan oleh firman Tuhan bahwa upah dosa adalah maut. Maka, apabila kita tetap hidup di dalam dosa, kita akan menjadi hamba dosa sehingga anugerah keselamatan itu tidak ada gunanya bagi kita. Jadi, jika kita telah menerima anugerah keselamatan itu, mari kita hargai keselamatan itu sebagai pemberian yang tiada ternilai dan melebihi apapun. Mari kita mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar sebagai usaha dalam menghargai pemberian Allah.

 

*) Syahsapdya Agapeatama. S, saat ini mahasiswa tingkat akhir S1 Psikologi Universitas Merdeka Malang, melayani di Persekutuan Mahasiswa Perkantas Malang. Aga, demikian ia biasa dipanggil,  memiliki moto yang  melekat yaitu selalu berusaha untuk menjadi berkat bagi sesama di manapun Tuhan tempatkan.

Aga berharap agar Pena Murid merupakan komunitas yang bukan sekedar menolong anggotanya untuk memahami cara penulisan yang baik dan benar tetapi juga melibatkan anggotanya untuk secara langsung membuat karya dan berdampak melalui tulisannya tetapi lebih dari itu Pena Murid dapat menjadi sarana penjangkauan bagi siswa dan mahasiswa khususnya di luar dari binaan Perkantas.


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES