more"/> more">
Student Writing - Menjaga Api Spiritualitas Dalam Kehampaan Pandemi
Last Updated : Jun 11, 2021  |  Created by : Administrator  |  249 views

Oleh Jason Samuel

 

Pandemi sudah berlangsung setahun lebih. Berbagai macam tindakan dan kebijakan diambil pemerintah dalam upaya pengendalian kasus COVID-19. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Seluruh aktivitas masyarakat berubah secara drastis mulai dari pembelajaran daring, bekerja dari rumah, sampai pembatasan kegiatan ibadah di tempat.

Kita juga mengalami perubahan dalam beribadah dan bersekutu, yang biasanya dilakukan secara luring harus berubah sebagian besar menjadi daring. Ikatan emosional dan relasi yang intim dengan Tuhan perlahan berubah. Pertumbuhan iman menjadi stagnan karena persekutuan dengan saudara seiman mengalami kedangkalan. Pada akhirnya iman mulai goyah dan spirtualitas kita menurun.

Pandemi yang sedang berlangsung ini dapat digambarkan sebagai pembatas yang kedap udara. Api spiritualitas kita akhirnya terisolasi dari oksigen dan mulai meredup karena kekurangan oksigen. Kondisi ini terjadi karena kita terlalu memfokuskan pandangan pada keadaan pandemi. Sehingga kita justru membatasi diri kita sendiri dan membawa api spiritualitas kita terbakar pada ruang hampa. Pada akhirnya api spiritualitas kita mulai meredup bahkan padam karena berada dalam ruang hampa. 

Dampak dari api spiritualitas yang mulai meredup dapat kita rasakan. Kita mulai merasa jenuh dengan aktivitas rohani yang kita lakukan. Saat teduh sudah tidak memberikan kesegaran pada jiwa yang haus. Ibadah dan persekutuan sudah tak mampu memberikan keteduhan dan ketenangan pada jiwa yang lelah. Kita mulai mengabaikan kondisi spiritualitas kita dan mulai mengabaikan kebenaran akan Firman Tuhan. Kedagingan kita justru mengalahkan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Sehingga kita hanya memandang diri sendiri tanpa memperhatikan pekerjaan Tuhan yang terus memelihara kehidupan bahkan di tengah masa pandemi.

Lantas bagaimana cara supaya kita dapat menghidupkan kembali dan menjaga api spiritualitas kita? Tentu kita membutuhkan bahan bakar dan oksigen. Untuk mendapatkan bahan bakar dan oksigen kita perlu keluar dari ruang hampa. Kita perlu menyingkapkan   pembatas kedap udara untuk memperoleh oksigen. Kita dapat melakukannya dengan menyadari kembali hal yang mendasar. Hal dasar yang penting diperhatikan adalah di tengah kondisi pandemi sekalipun pekerjaan Tuhan tak pernah berhenti. Kita perlu menyadari dan belajar lebih peka dalam kondisi pandemi ini. Sekalipun tantangan dan kesulitan ada di depan mata, Tuhan tidak pernah berhenti memelihara umat-Nya.

 Sebagai umat Tuhan, berserah dan berdoa merupakan tindakan yang tepat dilakukan dalam masa pandemi. Penting bagi kita untuk belajar tidak hanya memandang diri sendiri tetapi juga memandang Tuhan dan lingkungan sekitar. Melalui perspektif yang lebih luas kita dapat melihat bahwa pandemi tidak hanya menimpa diri kita saja. Selain itu kita dapat memaknai bahwa pandemi yang sedang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan. Melalui cara pandang yang berbeda, kita tetap dapat menjaga api spiritualitas di tengah pandemi.

Api spiritualitas kita dapat terus terbakar dengan oksigen dan bahan bakar yang cukup. Untuk memperoleh oksigen, kita perlu lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan berserah diri kepada Tuhan. Melalui penyerahan diri, kita dapat lebih memahami dan memaknai kehendak dan pekerjaan Tuhan. Kemudian untuk menambah bahan bakar, kita perlu terus konsisten dengan disiplin rohani. Selain itu persekutuan dan ibadah merupakan hal yang tidak kalah penting. Walaupun kondisi pandemi membuat kita tidak bisa bersekutu dan beribadah secara luring, penting bagi kita untuk terus bersekutu dan beribadah.

Alkitab mencatat pada Ibrani 10:25 untuk penting selalu bertekun dalam beribadah, “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Api spiritualitas kita dapat terus terbakar menyala-nyala apabila kita mau bertekun dan berserah kepada Tuhan. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan supaya api spiritualitas kita tetap terjaga. Kita harus terus konsisten berdoa, bersaat teduh, pendalaman Alkitab, bersekutu dan beribadah. Walaupun kita sibuk dan lelah, penting untuk selalu menyediakan waktu untuk Tuhan. Kita bisa saja merasa lemah dan tidak berdaya di kondisi pandemi. Namun satu hal yang perlu kita ingat bahwa keselamatan kita sudah dijamin oleh Tuhan.

Pemeliharaan Tuhan tidak akan pernah berhenti dalam hidup kita. Melalui kelemahan kita kuasa Tuhan justru dinyatakan. Keselamatan kita sudah dijamin sehingga tidak perlu cemas dan takut. Selayaknya kita merespon keselamatan itu dengan terus konsisten menjaga api spiritualitas kita. Melalui kobaran api spiritualitas kita hendaknya nama Tuhan dimuliakan.

Soli Deo Gloria

 

( Penulis melayani di PMK Kampus UNMER Malang)

 

Ilustrasi gambar diambil dari


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES