more"/> more">
Refleksi - DON’T GIVE UP!
Last Updated : Sep 10, 2021  |  Created by : Administrator  |  26 views

Oleh Wahyu Dwijayati, M.Div *)

 

 “…Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Markus 2:3-5

 

Jika ditanya bagaimana melayani dan memuridkan siswa mahasiswa di masa pandemi? Mungkin banyak yang akan menjawab: “Sulit!”. Segala sesuatunya dilakukan secara daring, tidak bisa melihat respon asli karena off camera, ada yang kesulitan kuota internet, atau ada yang tidak punya perangkat HP. Belum lagi padatnya aktifitas pembelajaran online membuat mereka mengalami fatigue atau kelelahan secara mental, sehingga menambah kesulitan untuk mengajak mereka KTB atau persekutuan online. Lantas apakah kesulitan membuat para pemimpin rohani give up dengan kondisi yang ada?

Kesulitan demi kesulitan juga dihadapi sekelompok orang yang ingin membawa sahabatnya yang lumpuh kepada Yesus. Keempat orang itu mengasihi rekannya yang sudah lama tidak berdaya karena kelumpuhan. Mereka mendengar Yesus yang banyak melakukan perbuatan ajaib itu datang ke Kapernaum. Ada harapan untuk sahabatnya bisa sembuh. Tapi jelas si lumpuh tidak bisa datang sendiri kepada Yesus. Dengan penuh kasih, kerelaan dan pengorbanan mereka menggotong si lumpuh. Bisa jadi perjalanan cukup jauh dan berat karena membawa berat badan pria dewasa di pundak mereka. Tanpa kerjasama dan kekompakan tak mungkin mereka bisa sampai di tempat tujuan. Ternyata masalah belum selesai, sesampai di dekat rumah di mana Yesus berada, kerumunan orang menutupi jalan. Bahkan untuk menuju pintu rumah pun tidak bisa (ay. 2). Sekeliling rumah tertutup dengan orang-orang yang ingin melihat Yesus.

Jika jalan untuk menolong sahabat mereka tertutup, apakah mereka menyerah? Mereka tidak putus asa lalu pulang karena kesulitan yang dihadapi. Mereka mengimani Yesus sanggup menolong sahabatnya, tapi untuk bisa sampai bertemu Yesus sulitnya bukan main. Entah bagaimana mereka bisa punya akal untuk naik ke atap rumah (tentunya jangan bayangkan rumah zaman itu seperti rumah kita saat ini. Rumah di masa itu atapnya datar dan ada tangga samping menuju atap). Mereka menjebol atap agar bisa menurunkan si lumpuh. Perjuangan yang ekstra. Tindakan yang mungkin cukup mengejutkan dan membahayakan bagi orang di dalam rumah. Dalam situasi yang urgent, segala tindakan yang mengambil risiko dan mengguncang tata krama tidak sungkan dilakukan oleh keempat orang ini. Namun Yesus tidak mengecam mereka karena tindakan tersebut sebaliknya Ia melihat iman mereka yang totalitas. Ia mengampuni dosa si lumpuh dan sembuhlah dia dari kelumpuhan. Iman berusaha menuntaskan agar orang yang dikasihi dapat berjumpa dengan Juruselamatnya dan beroleh pemulihan.

 Belajar dari kisah di atas, sebagai pemimpin-pemimpin rohani kita diingatkan untuk tidak putus asa ketika menghadapi kesulitan menginjili dan memuridkan siswa dan mahasiswa di masa serba online ini. Melayani dengan iman. Iman itu juga yang mendorong untuk menyatakan kasih, kerelaan, pengorbanan untuk berupaya membawa siswa dan mahasiswa datang kepada Yesus. Tidak inginkah kita melakukan sedikit perbuatan gagah berani, out of the box, penuh inovasi yang didasari oleh iman bahwa Kristuslah yang dapat memulihkan mereka dari dosa. Maukah kita bersehati, bergandengan tangan, berkolaborasi dan bekerjasama baik dengan rekan sepelayanan, dengan sesama tubuh Kristus lainnya untuk mencapai tujuan tersebut.

Panggilan kita untuk hidup dalam pemuridan itu sepanjang masa dan segala musim. Begitu pula dengan penyertaan Tuhan akan selalu menyertai murid-murid-Nya menjalankan Amanat Agung sampai akhir zaman. So, don’t give up! (Penulis melayani Pelayanan Alumni di Perkantas Surabaya)

 

(*Ilustrasi gambar di ambil dari https://unsplash.com/photos/Y5kUfZypK7s


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES