more"/> more">
Psikology Corner - Menikmati Perbedaan dalam Komunitas
Last Updated : Sep 24, 2021  |  Created by : Administrator  |  42 views

Oleh Rieka Intansari, M.Psi., Psikolog

 

“Seorang tukang kayu sedang membuat beberapa boneka kayu. Mereka berbeda satu sama lainnya dengan karakternya masing-masing. Tukang kayu tersebut sangat puas dengan karya-karyanya. Karenanya ia menilai bahwa karyanya sangat luar biasa”

Cerita di atas hanya sepenggal contoh bagaimana seseorang menciptakan karya dimana ia membuatnya sepenuh hati dan sangat mencintai karyanya, terlebih lagi Tuhan yang menciptakan manusia. Kita melihat bahwa tidak ada satupun manusia di dunia ini yang sama persis satu dengan yang lainnya, sekalipun ia kembar identik. Pernahkah berpikir bahwa luar biasanya Tuhan menciptakan manusia yang berbeda satu dengan yang lain supaya kita saling melengkapi satu dengan lainnya. Ketika Tuhan saja melihat semuanya berharga dan puas dengan karyaNya, apakah kita punya hak untuk tidak puas akan diri kita maupun orang lain. Apakah kita juga punya hak untuk menyamakan dan atau membedakan satu dengan lainnya?

Manusia hidup berdampingan dengan yang lainnya, terlebih lagi Tuhan memanggil kita dalam suatu rencanaNya dan terlibat dalam suatu pelayanan. Pelayanan yang merupakan suatu tim yang tentu saja tidak berdiri sendiri. Bahkan pribadi dalam pelayanan bisa menjadi sangat beragam. Mereka berasal dari suku dan daerah yang berbeda, gereja/tempat ibadah yang berbeda, bentukan keluarga yang juga jelas-jelas berbeda. Oleh karenanya, menjadi sangat wajar jika dalam suatu komunitas pelayanan akan banyak terjadi gesekan dan konflik. Semua ini dipengaruhi oleh adanya perbedaan cara pandang, cara berpikir dan pola penyelesaian masalah.

Firman Tuhan juga menegaskan hal yang sama mengenai kesatuan tubuh Kristus dalam 1 Korintus 12 : 12-31. Lalu bagaimanakah kita dapat menjadi bagian dalam suatu komunitas pelayanan dengan merasa nyaman dalam perbedaan yang ada? Berikut adalah langkah dan tipsnya :

Memahami Kondisi Diri

Sebelum kita memahami kondisi orang lain terlebih dahulu kita mengenali diri kita sendiri. Kita perlu mengenal apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dirinya sendiri. Cara memahami diri bisa dengan melakukan tindakan reflektif dengan mengingat semua perjalanan kehidupan dari kanak-kanak hingga saat ini. Bisa juga untuk melihat rapor belajarmu dan melihat polanya.

Kita juga dapat mengenal diri dengan meminta pendapat dari orang terdekat kita seperti keluarga atau teman dekat. Kita perlu menyiapkan diri dengan semua penilaian dan melihat dari sisi positif. Pengenalan diri juga bisa dilakukan melalui Psikotes (Tes Psikologi)

 

 

Merasa Positif dengan Kelemahan dan Kelebihan Diri

Setelah mengenali kelemahan dan kelebihan diri kita maka kita harus merasa positif dengan cara menerima apa yang menjadi kelemahan dan kelebihan diri. “Merasa Positif” ini berarti kita merasa nyaman dengan kelebihan yang dimiliki juga kelemahan potensi yang ada, sekalipun dengan kelemahan karakter kita tetap harus berjuang untuk kea rah yang lebih baik. Perjuangan ini juga sebagai bentuk “merasa positif” dengan diri sendiri

 

Memahami dan Menerima Kelemahan dan Kelebihan Rekan Sepelayanan

Setiap kita memiliki kelebihan dan kelemahan, termasuk rekan-rekan kita yang lain. Kita dapat memahami kondisi diri mereka dan kemudian menerima mereka dengan segala kelemahan dan kelebihan diri mereka.

 

Berkarya dan Bertindak Positif dengan Kelemahan dan Kelebihan Diri

Setelah pemahaman yang utuh ini kita dapat memanfaatkan kelebihan diri kita untuk terlibat dalam pelayanan. Berkaitan dengan kelemahan potensi, kita dapat menerima hal tersebut dan tidak memaksakan diri kita untuk bisa melampaui yang lain. Misalnya : Kita lemah dalam berhitung mungkin kita tidak perlu memaksakan diri kita untuk menjadi seorang bendahara.  Sedangkan dalam hal kelemahan karakter kita dapat terus mengenali akar masalah, menyelesaikan dan kemudian berjuang untuk lebih baik lagi.

 

Berusaha untuk Bersikap Empati dan memperhatikan Rekan Sepelayanan

Empati adalah suatu cara untuk kita bisa memahami dan menerima orang lain secara utuh. Bahkan dalam konsep berpikir kita adalah bahwa kita bisa menolak atau tidak menyukai karakter buruknya tetapi kita tetap menerima mereka sebagai pribadi. Setelah berempati, kita dapat melakukan tindakan aktif dengan memperhatikan. Saat kita dapat memperhatikan maka rasa kasih akan muncul dan lebih mudah untuk menerima perbedaan yang ada

Diluar itu semua, kasih dari Kristus yang tetap harus kita miliki. Hal tersebut yang memampukan kita untuk merasa dan bersikap positif. Selamat menikmati perbedaan karakter yang ada dalam pelayanan. Karena perbedaan itu bukan untuk melemahkan melainkan untuk menguatkan.  

(* Penulis adalah Psikolog dan Konselor GPA)

Ilustrasi gambar https://unsplash.com/photos/4Ennrbj1svk

 

Griya Pulih Asih “Pusat Pemulihan dan Pengembangan Diri”

Mendampingi Menggapai Potensi Efektif

Telp. :+62 857 9115 2570

Alamat : Jl. Tenggilis Mejoyo KA-12, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur 60292, Indonesia

Email : griyapulihasih@gmail.com

Web : https://griyapulihasih.com

Ig :griyapulihasih (rumah pemulihan)

You Tube : Griya Pulih Asih

 

Layanan:

Psikotes

  • Bakat-Minat dan Penjurusan
  • Seleksi dan Penempatan Kerja
  • Rekomendasi/Evaluasi dan Pengembangan Karyawan

Pelatihan dan Seminar

  • Pelatihan/Seminar Komunikasi, Konseling, Parenting, Kepemimpinan, Self Development, dll.

Konseling dan Intervensi

  • Konseling karir, keluarga, pasutri, relasi, pranikah, dll.
  • Intervensi medikasi, kognitif, perilaku, konsentrasi, verbal-komunikasi, dll.

Child Care Center “Griya Anak”

  • Day Care, pengukuran psikologis anak, intervensi permasalahan anak, dll.

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES