more"/> more">
MENJAGA RINDU YANG SAMA
Last Updated : Oct 22, 2021  |  Created by : Administrator  |  183 views

Oleh: Francisca Riswandani, M.Div*)

 

Melihat mahasiswa dan alumni setia menjadi murid Kristus adalah kerinduan yang perlu sama-sama dimiliki pelayanan mahasiswa dan alumni Kristen. Menjaga rindu yang sama menghindarkan  “kerja sendiri-sendiri” meskipun masing-masing sangat maksimal. Ketika pelayanan murid hanya dikerjakan di dunia mahasiswa maka sangat mungkin seluruh perjuangan pemuridan tersebut akan segera “menguap” ketika menghadapi kesibukan dan kerasnya dunia alumni. Ketika pelayanan murid di alumni tidak diawali dengan pelayanan mahasiswa yang kuat, maka akan terlambat untuk “menuai.” Para penuai akan sibuk bekerja dengan kondisi yang tidak siap.

Menjaga rindu yang sama maka akan menyebabkan terjaga pula murid-murid Kristus dalam bidang-bidang kehidupan. Bara api pemuridan akan tetap terjaga dan mendorong lahirnya aksi nyata menjawab kebutuhan dunia. Murid-murid Kristus tersebut akan menghadirkan cicipan kerajaan Allah yang damai dan sejahtera di tengah keluarga, masyarakat dan bangsa.

Kerinduan menjadi murid bisa hilang di masa-masa transisi dan masa sulit seorang mahasiswa dan alumni. Kehilangan kerinduan tersebut memprihatinkan sekaligus sangat dicela oleh Allah. Hal itu dinyatakan Allah kepada jemaat Efesus dalam Wahyu 2:4 “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Jemaat Efesus kehilangan kasih mula-mula kepada Kristus dan firman-Nya meskipun mereka masih beribadah, mengetahui doktrin yang benar dan nampak masih menaati firman. Namun, tidak ada lagi pengabdian sebagai murid Kristus yang melayani kebenaran dan kepentingan Allah.

Kerinduan menjadi murid Kristus bukanlah hal sederhana melainkan inti dari seluruh kegairahan hidup bagi Kristus dan sesama—yang merupakan tujuan dari pelayanan Perkantas. Banyak murid yang akan mengasihi dan memuliakan Allah dalam tantangan hidup apapun dan mengembangkan kasihnya kepada sesama baik melalui atau di luar studi dan pekerjaannya. Kehilangan kerinduan ini akan melenyapkan juga kegerakan misi kerajaan Allah karena mereka berubah menjadi mengasihi dan membangun kerajaan sendiri.

Menjaga kerinduan yang sama akan hadirnya murid Kristus yang setia dimulai dengan memiliki tujuan yang sama dalam peran yang berbeda. Masing-masing peran tidak tergantikan. Pelayanan mahasiswa sebagai pembangun fondasi hidup murid, dan pelayanan alumni sebagai pendorong perwujudan hidup murid dalam dunia nyata. Tujuan yang sama menjaga kegerakan tetap terarah meskipun dinamika pelayanan terkadang merubah bentuk dan strategi pencapaian.

Hal kedua adalah membentuk kolaborasi kasih dalam kesinambungan pelayanan yang terus menerus. Perjuangan pelayanan mahasiswa meletakkan dasar-dasar kehidupan murid perlu dilanjutkan dengan menghantarkan seorang pra alumni memasuki dunia alumni. Namun tidak berhenti di situ, mereka perlu menemani perjalanannya sepanjang menjalani dunia alumni. Pelayanan mahasiswa baik melalui staf maupun PKTB dapat hadir dalam dinamika perjalanan alumni, masa transisi, adapatasi, ketika mulai terlibat dalam komunitas alumni, dsb. Ketika alumni tetap memiliki bonding dengan komunitas awal, mereka akan merasa berada di rumah sendiri dan energinya digunakan bukan lebih banyak untuk adaptasi dengan komunitas baru, tapi untuk fokus pada efektifitas diri sebagai murid di dunia nyata.

Pelayanan alumni perlu menyambut dan melanjutkan pembinaan mahasiswa ke fase alumni, mempersiapkan mereka untuk tetap setia ketika mencari dan memasuki dunia kerja. Namun juga pelayanan alumni perlu hadir lebih awal sejak mahasiswa baru.  Alumni perlu hadir sebagai wujud visi yang terbaca dan nyata sehingga mendorong mahasiswa bergairah untuk mengerjakan kemuridannya. Selain hadir dalam komunitas mahasiswa, alumni juga perlu hadir melalui pelayanan pribadi.

Alumni dapat mengambil peran sebagai mentor, kakak rohani bahkan sebagai partner. Kehadiran secara pribadi akan jauh lebih efektif untuk membangun hidup seorang mahasiswa melalui pendampingan yang lebih tepat sesuai dengan kepribadian, beban (passion), potensi seorang mahasiswa. Sehingga, seorang mahasiswa dapat dipertajam dalam mempersiapkan perannya sebagai murid Kristus di tengah dunia.

Menjaga rindu yang sama bagi murid-murid Kristus yang telah dikhususkan Allah untuk kita bina nampak sederhana namun berdampak bagi dunia. Dengan doa dan upaya kiranya Allah menggunakan kerinduan itu untuk kita menghadirkan murid setia bagi kerajaan-Nya. (* Penulis melayani pelayanan Alumni di Perkantas Malang)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES