more"/> more">
Family Based Discipleship
Last Updated : Nov 12, 2021  |  Created by : Administrator  |  155 views

Oleh Agung Kurniawan, M.Psi.

 “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Louis dan di dalam ibumu Eunike...” (2 Tim. 1:5).

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat... dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus”

 (2 Tim. 3: 15)

 

Pemuridan adalah perintah Yesus Kristus kepada para murid-Nya sebelum Ia naik ke surga. Dalam pemuridan terdapat dua aspek yaitu “jadikan murid-Ku,” dan “ajarlah mereka melakukan hal yang telah kuajarkan kepadamu.” Perintah menjadikan murid berarti seseorang bersedia menerima Yesus sebagai Guru yang harus mereka ikuti dan teladani. Tidak ada guru lain dalam hidup mereka selain Yesus Kristus. Pengambilan keputusan untuk menerima Yesus sebagai guru dan teladan dalam kehidupan seseorang, membutuhkan pemahaman akan pengajaran atau kehidupan Yesus dari lahir hingga kenaikan-Nya ke surga. Seseorang perlu mengenal kehidupan Yesus secara utuh agar mereka bisa melihat keunggulan Yesus dibanding dengan “guru” spiritual lainnya.

Saat ini Yesus dari Nazareth sudah berada di surga, sehingga seseorang tidak dapat lagi melihat kehidupan Yesus fisik. Proses menjadikan Yesus sebagai Guru dan teladan dengan cara melihat kehidupan Yesus secara langsung, serta membandingkan-Nya dengan guru lainnya sekarang tentu saja tidak bisa dilakukan. Namun seseorang masih bisa melihat Yesus melalui kehidupan para murid-murid-Nya di masa kini. Seorang murid seharusnya meneladani kehidupan gurunya, sehingga kehidupan seorang guru dapat dikenal juga melalui muridNya.

Dalam surat kepada Timotius yang kedua, Paulus mengatakan pada  Timotius bahwa ia telah menjadi seorang pengikut Yesus sejak kecil, sebagaimana iman yang ada dalam hidup nenek dan ibunya. Nampaknya sejak kecil Timotius sudah mendapat pengajaran tentang hidup dan ajaran Yesus Kristus, serta melihat keteladanan dari kehidupan nenek dan ibunya. Baik pengajaran maupun keteladanan hidup ini telah membuat Timotius menjadi seorang pengikut Yesus Kristus. Timotius tidak tertarik terhadap pengajaran dan kehidupan guru yang lain selain ajaran dan hidup Yesus Kristus.

Melalui ayat-ayat di atas kita bisa belajar bahwa pemuridan dalam keluarga menjadi salah satu model yang efektif untuk membuat seseorang menjadi murid Yesus. Pemuridan dalam keluarga telah membuat pengajaran tentang kehidupan Yesus dapat ditangkap oleh panca indra. Seorang anak bisa melihat, mendengar, mengalami, mengecap, dan merasakan kehidupan Yesus melalui orang-orang terdekat mereka yaitu orang tua. Hal-hal tersebut bisa memberikan kesan yang mendalam, yang masuk ke dalam ingatan bawah sadar seorang anak, sehingga ajaran dan hidup Yesus “merasuk” dalam kehidupan seorang anak. Seorang anak bisa mengalami cinta dan perhatian Yesus melalui cinta orang tua mereka. Cinta yang melimpah yang dialami sejak kecil akan memberikan kesan yang mendalam bagi seorang anak. Dari kasih orang tua mereka yang melimpah, seorang anak lebih mudah memahami kasih dan sosok Yesus yang menjadi teladan kehidupan orang tua mereka.

Dengan demikian, keluarga adalah “sasaran” pemuridan terdekat yang bisa dijangkau oleh semua orang. Jika keluarga telah dimuridkan, maka pengaruh sebuah keluarga akan dirasakan juga oleh keluarga-keluarga yang lain yang belum menjadi murid Yesus. Kehidupan Yesus bisa dirasakan oleh keluarga-keluarga yang belum menjadi murid Yesus, melalui sebuah keluarga yang telah dimuridkan dan memperagakan kehidupan Yesus dalam kehidupan keluarga mereka. Hal ini akan menjadi mata rantai yang terus menggelinding seperti bola salju, sehingga perintah Yesus untuk menjadikan seluruh bangsa menjadi murid-Nya dapat tercapai. Penginjilan melalui pemuridan keluarga, seperti yang telah dialami Timotius merupakan model penginjilan alternatif. Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

(*Psikolog Klinis, CHA, Certified CTC, Staf Konseling Perkantas Surabaya dan Psikolog di Griya Pulih Asih Surabaya


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES