more"/> more">
Percikan ~W-THE~Writing Through HIS Eyes Kebangkitan Kristus: Iman oleh Pengenalan Akan Dia yang Hidup
Last Updated : Apr 21, 2022  |  Created by : Administrator  |  200 views

Oleh Jan Mealino Ekklesia

Inspirasi lukisan

The Incredulity of Saint Thomas, karya Giovanni Battista Cima da Conegliano

 

“…Except I shall see in his hands the print of the nails, and put my finger into the print of the nails, and thrust my hand into his side, I will not believe.” – John 20:25b

 

 

Kisah keraguan Tomas (The Incredulity of Saint Thomas) dilukiskan dengan baik oleh Cima da Conegliano (1459/60-1517/18), seorang pelukis Italia yang hidup pada zaman Renaissance, suatu zaman Fajar Budi di Eropa. Ia melukis karya ini di Venisia. Beberapa hal yang patut diapresiasi adalah penggunaan warna dengan kombinasi yang sangat luas dan berbeda-beda. Kelihaiannya dalam mengkomposisi cahaya juga menginsiprasi karya-karya lukis setelahnya. Selain itu, penggambaran lukisan yang tenang dan tidak terlalu dramatis, tetapi tetap menunjukkan Terang Kristus sebagai pusat. Murid-murid-Nya, terutama Petrus, seakan-akan seperti pengawal episkopal yang memperhatikan dengan cermat ketika Tomas menyentuh luka Kristus. Beberapa sedang berbicara satu dengan yang lain. Sebagian sedang memahami. Salah satu murid, kedua dari sebelah kiri, menatap lurus ke arah pengamat.

Sebagai seorang mahasiswa muda, sudah menjadi hal lumrah ketika merespon suatu kisah yang berkonotasi divine phenomenon atau mukjizat dengan apa yang umumnya disebut sebagai sikap sceptic (skeptis), aphathy (apatis), dan pessimist (pesimis). Kisah Tomas, salah satu murid Kristus, mengalami keguncangan akan kebangkitan-Nya yang begitu ajaib. Ketika Kristus datang secara tiba-tiba di tengah-tengah para murid, Kristus menampakan diri dengan “ke apa adaan-Nya,” bahkan menunjukkan bekas luka di kedua tangan dan lambung-Nya sesaat sebelum Kristus menghembuskan Roh Kudus kepada mereka (ay. 22). Murid-murid pun percaya dengan sukacita. Tetapi Tomas tidak hadir saat kejadian tersebut sedang berlangsung. Sesaat ketika para murid menyampaikan kabar kebangkitan kepadanya, Tomas menolak untuk percaya. Dia harus melihat dengan mata kepala sendiri dengan segala syarat-syaratnya. Bagi saya, sikap Tomas itu mencerminkan tiga unsur: (1) kurangnya pemahaman Tomas akan siapa Kristus; (2) pembuktian mendahului iman, dan; (3) percaya atas dasar bukti.

Kenyataannya, kita sering kali mengenal Kristus hanya karena orang tua beragama Kristen. Bahkan tidak sedikit dari kita memahami Kristus karena ada embel-embel kebutuhan jasmani yang sesegera mungkin harus dipenuhi. Teman-teman, pengenalan akan Allah lewat kematian dan kebangkitan Kristus Yesus adalah hal utama dalam memaknai Paskah. Yohanes 17:3 menyatakan bahwa pengenalan akan Allah menentukan kualitas hidup seseorang. Dengan kata lain, pengenalan akan Allah membawa kita kepada sikap hidup yang benar. Tomas yang  skeptis adalah cerminan keraguan iman kita. Kita baru dapat percaya setelah dipuaskan dengan bukti-bukti. Di sisi lain, Kristus tidak pernah membatasi diri untuk diuji oleh para murid-Nya. Pembuktian lewat cucukan jari Tomas ke luka Kristus adalah salah satu bukti yang menyebabkan Tomas membuka hati untuk percaya. Namun, di akhir Kristus menyatakan “…Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya.” Saat sekarang, kita tidak dapat menyaksikan Kristus secara fisik. Namun kita dapat menghayati Penebusan Kristus di Kayu Salib lewat iman, persekutuan, dan Firman Allah. Artinya, sikap percaya yang dibangun oleh pengenalan akan Kristus dan digerakan oleh perbuatan adalah jauh lebih berharga daripada iman atas dasar penglihatan semata. Dengan begitu, iman menjadi sempurna (Yak. 2:22). Oleh kebangkitan Kristus kitab oleh mengenal Kristus yang hidup itu.  Walau kita tidak melihat-Nya, namun kita dapat berdoa sama seperti apa yang Tomas katakan kepada-Nya, yakni Ya, Tuhanku dan Allahku!

 

(*Pena Murid Easter Project in Christian Heritage Arts~Jan M. Ekklesia Mahasiswa semester 6 jurusan Sosiologi Univ. Airlangga , saat ini melayani di bidang Misi PMK Kota Surabaya)

 

DAFTAR PUSTAKA

Conegliano, Giovanni Battista Cima da. 1504. "The Incredulity of Saint Thomas." The National Gallery. Art UK artwork ID. London.

Drury, John. 2000. Painting the World: Christian Pictures and their Meanings. New Haven: Yale University Press.

 


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES