more"/> more">
Hampir 5 tahun tidak pernah ada pertemuan antar alumni berupa weekend, akhirnya setelah berbagai macam pergumulan tahun 2025 ini maka pada tgl 25-26 Oktober Weekend Alumni ke-4 sepanjang pelayanan Perkantas Mataram dilaksanakan, dengan memilih Luansa Klui Hotel yang relatif dekat dari Kota Mataram 35-40 menit perjalanan. Tempat yang tepat untuk berfellowship bersama dengan disuguhkan pemandangan Pantai sepanjang perjalanan.
Digadang-gadang sebagai momen untuk reuni antar alumni, terus di-sounding jauh-jauh hari namun banyak alumni tidak bisa mengikuti acara tersebut karena berbagai kendala. Namun kami bersyukur untuk 36 peserta fresh graduate dan alumni, dapat menikmati momen kebersamaan yang langka ini. Kehadiran kak Yogi yang pernah memulai pelayanannya sebagai staf pertama kali di Mataram, tentu menambah antusisme alumni.
Mengusung tema "Lifetime Discipleship: Never End!" kami menghadirkan dua pembicara, dr. Bagus Joseph Pattiwael (BPC Perkantas Bali) yang membahas pemuridan dari segi praktika dan kak Krisna Yogi Pramono, MA (Staf Perkantas Malang) yang membukakan pemuridan dari segi teologi. Pertanyaan pembuka dari Kak Yogi adalah tentang bagaimana status Anda sebagai alumni saat ini? Apakah Anda seperti seorang bayi rohani yang masih harus diberi susu ,atau apakah Anda seorang yang sudah siap diberi makanan keras, ataukah Anda adalah alumni yang sudah siap membangun murid atau menjadi pembuat murid? Pertanyaan refleksi ini patut untuk dipikirkan karena akan mempengaruhi para alumni ketika mereka memposisikan dirinya dalam status seperti apa, hal ini akan menolong mereka dalam mengambil tindakan pemuridan/keterlibatan lebih luas dalam kegerakan pemuridan (I Kor. 3).
Secara praktis, dr. Bagus membukakan bagaimana alumni berperan dalam memuridkan diri sendiri dengan memberi contoh nyata dalam keluarga, memuridkan orang paling dekat dalam berbagai segi. Pelayanan pemuridan tidak hanya bicara bagaimana menjadi alumni yang setia dimuridkan, tetapi bagaimana alumni juga taat memuridkan lingkungannya (keluarga, rekan kerja, rekan pelayanan), kisah pemuridan yang dilakukan Andreas dalam Yohanes 1:35-45 menegaskan bahwa “Seperti Andreas, semua kita signifikan dalam pelayanan apa pun yang sedang kita kerjakan”. Tidak ada alumni (orang Kristen) yang boleh memandang dirinya tidak berfungsi dengan baik dalam pelayanan. Pemuridan sedekat-dekatnya adalah mengerjakan peran kita dengan taat, dan seluas-luasnya memberikan pengaruh kebenaran kepada lingkungan yang lebih kompleks.
Selain itu, salah satu hal yang menjadi percakapan adalah bagaimana alumni ditantang untuk menjadi mentor rohani bagi orang-orang di sekelilingnya. Tetapi yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana alumni bisa menjadi mentor ketika mereka sendiri dalam kekalutan? Kak Krisna Yogi dan dr. Bagus membagikan pengalaman yang sama bahwa seberapa lama pun usia pemuridan seseorang, ia tetap membutuhkan mentor rohani, maka disarankan untuk menemukan mentor yang dapat dipercaya untuk dapat menolong dalam mengerjakan peran lebih maksimal terkait pemuridan. Pemuridan tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi kepada semua orang dan seumur hidup. Doakan untuk followup acara weekend ini agar para alumni terus diberi kesegaran rohani.
Secara khusus doakan untuk rencana Traveling Sumbawa pada 12-14 November dan Raker Perkantas Mataram pada 15-16 November, doakan evaluasi pelayanan selama 1 tahun yang akan kami diskusikan. Doakan juga rencana mengikuti Raker BPC pada 21-23 November 2025. Tuhan Memberkati.