more"/> more">
Report Roadshow Departemen Konseling, Multimedia,
dan Literatur Perkantas Jawa Timur di Jember 20-21 Juni 2026
Selama dua hari, 20–21 Juni 2026, Rumah Pemberdayaan Credit Union (CU) "Prima Danarta" Jember dipenuhi semangat belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan. Persekutuan Mahasiswa Kristen Jember (Permaker), Persekutuan Siswa Kristen Jember (Persisten), bersama Komunitas Youth CU "Prima Danarta" menggelar rangkaian kegiatan “Pembinaan Bersama”, sebuah program yang diinisiasi oleh tiga departemen Perkantas Jawa Timur, yaitu Departemen Konseling, Departemen Literatur, dan Departemen Multimedia.
Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar pelatihan. Melalui kolaborasi dengan CU "Prima Danarta", Perkantas memperoleh ruang pelayanan yang lebih luas untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani secara inklusif di tengah masyarakat. Anggota “Youth CU” yang berasal dari berbagai latar belakang iman turut diundang dan mengikuti kegiatan bersama siswa serta mahasiswa binaan Perkantas. Sinergi ini memperlihatkan bahwa pelayanan Kristen dapat menjadi berkat bagi banyak orang melalui pengembangan kapasitas diri, penguatan karakter, dan peningkatan kompetensi generasi muda.
Menguatkan Peran Perempuan, Mengokohkan Keluarga
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu jam 10.00 WIB, dengan sebuah talkshow bertema “Perempuan Bijak, Keluarga Kuat.” Pada sesi ini, Ekawaty Rante L., staf Departemen Konseling Perkantas Jawa Timur sekaligus konselor Griya Pulih Asih, berbagi bersama para ibu anggota CU “Prima Danarta”. Talkshow ini membahas pentingnya peran perempuan, khususnya seorang ibu, sebagai penentu atmosfer dalam keluarga. Melalui pengalaman pendampingan dan pendekatan psikologis yang praktis, ibu-ibu yang hadir diajak untuk mengenali emosi-emosi mereka, bagaimana menghadapi tekanan-tekanan dalam menjalankan peran mereka di tengah keluarga, serta belajar teknik-teknik praktis mengelola emosi supaya tidak sekadar reaktif, tetapi juga responsif.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai dinamika keluarga yang mereka hadapi sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang pembelajaran seperti ini sangat besar, terutama bagi para perempuan yang menjalankan berbagai peran sekaligus dalam keluarga maupun masyarakat. Dengan dimulainya kegiatan melalui pembinaan bagi para ibu, Perkantas dan CU “Prima Danarta” menunjukkan perhatian bahwa pembangunan generasi tidak dapat dilepaskan dari penguatan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter.
Membaca Dunia, Membaca Diri
Memasuki siang hari, fokus kegiatan beralih kepada siswa dan mahasiswa. Sesi pertama dalam rangkaian Pembinaan Bersama dibawakan oleh Yemima Galih P., staf Departemen Literatur Perkantas Jawa Timur, dengan tema “Membaca Dunia, Membaca Diri.” Di tengah budaya digital yang serba cepat, rendahnya minat membaca menjadi tantangan nyata bagi generasi muda. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, melainkan sarana untuk mengenali realitas kehidupan sekaligus memahami diri sendiri.
Yemima menekankan bahwa kebiasaan membaca akan memperluas wawasan, membentuk pola pikir kritis, serta menolong seseorang memiliki hikmat dalam mengambil keputusan. Buku dipandang bukan hanya sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai sahabat yang menolong seseorang bertumbuh secara utuh. Peserta juga diajak merefleksikan kebiasaan membaca mereka selama ini serta membangun komitmen untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Sesi ini diikuti sekitar 14 siswa dan mahasiswa.
Mengenal Diri, Mengelola Emosi
Masih pada hari yang sama, sore harinya Ekawaty Rante L. kembali hadir membawakan sesi bagi siswa dan mahasiswa bertema “Mengenal Diri, Mengelola Emosi.”
Tema ini dipilih karena kesehatan mental dan pengelolaan emosi menjadi salah satu kebutuhan yang semakin dirasakan oleh generasi muda. Tekanan akademik, relasi pertemanan, keluarga, maupun penggunaan media sosial sering kali memengaruhi kondisi psikologis siswa dan mahasiswa.
Dalam pembinaan ini, peserta diajak mengenali berbagai bentuk emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, memahami akar penyebabnya, sekaligus belajar mengekspresikan emosi secara sehat. Melalui berbagai ilustrasi dan diskusi, peserta belajar bahwa mengenal diri merupakan langkah awal menuju kedewasaan emosional.
Suasana pembelajaran berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Banyak peserta berani mengajukan pertanyaan maupun membagikan pengalaman pribadi sehingga sesi berlangsung hidup dan relevan dengan pergumulan mereka. Pembinaan psikologis seperti ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Perkantas yang menjawab kebutuhan nyata generasi masa kini, bukan hanya dalam aspek kerohanian, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kesehatan emosional.
Menghasilkan Konten yang Membawa Dampak
Rangkaian kegiatan ditutup pada Minggu, 21 Juni 2026. Setelah seluruh tim dari tiga Departemen Perkantas Jawa Timur mengikuti ibadah di salah satu gereja di Jember, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ketiga bertema “Kreasi Konten Bermakna.” Sesi ini dibawakan oleh Elsa Manuhutu, staf Departemen Multimedia Perkantas Jawa Timur. Berangkat dari kenyataan bahwa hampir seluruh generasi muda hidup di tengah dunia digital, peserta diajak memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat mengonsumsi hiburan, tetapi juga ruang pelayanan dan kesaksian.
Dalam sesi ini prinsip-prinsip dasar dalam menghasilkan konten yang informatif, kreatif, dan membangun. Peserta diperkenalkan pada proses merancang ide, menentukan pesan utama, mengenali audiens, hingga mengemas konten yang menarik tanpa kehilangan nilai-nilai yang ingin disampaikan. Pelatihan ini diikuti sekitar 12 siswa dan mahasiswa dari Persisten, Permaker, serta anggota lintas iman Komunitas Youth CU "Prima Danarta".
Pelayanan yang Relevan melalui Kolaborasi
Pembinaan Bersama ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan Perkantas dapat berkembang melalui kolaborasi lintas lembaga. Kehadiran CU “Prima Danarta” sebagai mitra membuka kesempatan bagi pelayanan Perkantas untuk menjangkau generasi muda dari berbagai latar belakang, sekaligus menghadirkan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Melalui tiga bidang pembinaan—literasi, kesehatan mental, dan literasi digital—Perkantas Jawa Timur berupaya menjawab kebutuhan generasi masa kini secara kontekstual. Sementara itu, talkshow bagi para ibu menunjukkan bahwa pembinaan generasi juga harus dimulai dari penguatan keluarga.