more"/> more">
“Apakah aku benar sudah memilih karir yang aku sukai? Apa sih sebenarnya tujuan hidupku? Apa sih yang bisa kulakukan di usiaku yang sekarang?”
Mungkin banyak dari kita sudah tidak asing dengan istilah “Quarter Life Crisis” kan? Dan bahkan mungkin beberapa diantara kita sedang mengalaminya saat ini. Apa sih Quarter Life Crisis itu? Quarter Life Crisis atau krisis seperempat abad adalah periode saat individu berusia 20 hingga 30 tahun-an merasa tidak memiliki arah, bingung, galau, dan cemas akan ketidakpastian akan kehidupannya di masa mendatang. Ada yang pernah mengatakan kepada saya, ketika kehidupan dewasa datang maka disitulah krisispun akan menghadang.
Ada beberapa hal yang menjadi pemicu munculnya Quarter Life Crisis dan fenomena ini muncul tidak hanya dari tuntutan diri sendiri juga muncul berdasarkan faktor lingkungan, misalnya melihat teman sebaya kita sudah bisa mencapai impiannya terlebih dahulu. Hal tersebut akan menjadikan kita merasa cemas dengan masa depan kita sendiri karena merasa diri masih belum mencapai apa yang ingin kita capai. Sigmund Freud (1936:69) menekankan bahwa kecemasan sebagai keadaan atau kondisi tidak menyenangkan yang disertai oleh sensasi fisik untuk memperingatkan orang terhadap adanya bahaya. Kecemasan yang dialami individu dalam Quarter Life Crisis ini merupakan Kecemasan Moral karena ketika mengalami Quarter Life Krisis, diri akan merasa gagal dalam menjalankan prinsip moral yang dipegangnya, maka dari itu ia kaan merasa malu atau bersalah yang juga akan menjadikan individu tersebut merasa tidak memiliki arah.
Selain adanya hal yang menjadi pemicu, ada pula kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadikan individu mengalami Quarter Life Crisis, misalnya ketika individu tersebut sering sekali mengeluh tetapi tidak melakukan apapun untuk bisa memperbaiki keadaannya dan terlalu menutup diri dari orang lain yang dapat menjadikan lingkungan untuk berkembang bisa menjadi sempit dan peluang untuk mengenal banyak konseksi juga menjadi sempit. Quarter Life Crisis ini bisa menjadi dampak buruk terhadap hidup kita karena kecemasan yang ada didalamnya ini menghalangi untuk aspek-aspek positif dalam diri kita.
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membantu diri kita sendiri dalam menghadapi fase ini, agar hidup kita menjadi lebih produktif dan positif: 1. Kenali dirimu sendiri. Kita harus mengenali diri kita sendiri tentang apa yang ingin kita lakukan untuk kedepannya dan dapat memahami setiap kelebihan dan kekurangan dalam diri kita ini, 2. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Hal yang paling banyak menjadi pemicu adalah karena kita sudah melihat orang lain sudah bisa mencapai impiannya terlebih dahulu, jadi tugas kita adalah fokus terhadap diri sendiri untuk dapat mengembangkan diri sehingga itu dapat menjadikan kita mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, 3. Beraksi. Kita harus berani memulai hal apa yang menjadi impian kita, jangan diam saja karena diam saja tidak akan memperbaiki keadaan apapun.
Berada dalam fase Quarter Life Crisis bukan berarti mengharuskan kita terus meratapi fase tersebut. Namun, berada pada fase tersebut mengartikah bahwa kita harus tetap berjuang untuk segala hal atau sesuatu yang ingin kita capai. Melalui masa dimana kita merasa tidak memiliki arah, bingung, galau dan cemas akan kehidupan kita dimasa depan merupakan suatu proses diri kita untuk dapat mencapai suatu kedewasaan. Seperti ada tertulis dalam 1 Petrus 5:7 “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Namun juga perlu dingat bahwa, kita tidak boleh dengan sengaja membuat diri kita terus terjebak pada fase tersebut. Kita harus tetap terus berupaya untuk dapat segera lepas dan melewati fase tersebut dengan penuh keyakinan. (* Adinda Putri Natalia, S.Psi, Penulis melayani di Griya Pulih Asih)
Daftar Pustaka
Ejournal.unsrat.ac.id,Refleksi Kecemasan , 2020.
Hellosehat.com,Tanda Anda sedang dalam Quarter Life Crisis dan Cara Bijak menghadapinya, 2019
Griya Pulih Asih
“Pusat Pemulihan dan Pengembangan Diri”
Mendampingi Menggapai Potensi Efektif
Telp. :+62 857 9115 2570
Alamat : Jl. Tenggilis Mejoyo KA-12, Tenggilis Mejoyo, Surabaya, Jawa Timur 60292, Indonesia
Email : griyapulihasih@gmail.com
Web : https://griyapulihasih.com
Ig :griyapulihasih (rumah pemulihan)
You Tube : Griya Pulih Asih
Layanan:
Psikotes
Konseling dan Intervensi
Child Care Center “Griya Anak”