more"/> more">
Sani Sinarsana Kisid biasa dipanggil Sani; Kak Sani atau Mas Sani. Ia adalah seorang arsitek tetapi memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selama pandemi Korona, pria kelahiran Minahasa 38 tahun yang lalu ini bukannya menciut di dalam ruangnya sendiri, tetapi malah melebarkan sayapnya, membangun jejaring dengan berbagai pihak.
Pertanyaan besarnya adalah mengapa pria yang beristrikan seorang pendeta ini melakukannya? Sketsa kali ini akan menyajikan hasil wawancara singkat kami dengan belia.
Halo, kak Sani. Selama masa krisis ini kakak banyak melakukan networking dengan banyak pihak, apa yang memotivasi kakak melakukannya?
Sebenarnya tidak ada motivasi khusus sih. Waktu awal pandemi di tengah kondisi yang kian sulit saya hanya berpikir bagaimana untuk membantu orang-orang yang terdampak dan menjadi berkat bagi orang lain. Tetapi, saya melihat untuk melakukan hal tersebut tidak bisa sendiri, disanalah saya bertemu dengan rekan-rekan yang memikirkan hal yang sama, namun kebanyakan dari mereka sudah senior sehingga saya yang harus lebih banyak terjun di lapangan.
Bagi kak Sani, apa manfaat yang dirasakan selama melakukan networking di masa krisis ini?
Manfaat yang saya rasakan sangat banyak dengan semakin banyak networking maka semakin besar juga kesempatan kita untuk membantu orang lain tanpa memandang suku agama dan ras. Selain itu, saya memiliki kesempatan yang besar untuk belajar dari para senior yang telah lebih dahulu belajar tentang kehidupan
Dalam refleksi kak Sani ketika bernetwork, apa kunci keberhasilan dari Networking dan apa yang bisa menyebabkan Networking itu gagal?
Kalau berdasar yang saya alami hal yang sangat penting adalah ketulusan dan keiklasan itu juga perenungan saya mengenai Matius 5:8 yaitu, “Berbahagialah Orang yang Tulus Hatinya karena mereka akan melihat Allah”. Menjaga hati tetap tulus dan murni membuat networking kita memiliki pondasi yang kokoh selebihnya yaitu kemampuan berkomunikasi dan berorganisasi.
Saya lihat networking seringkali gagal dikarenakan motivasi kita, ketika motivasi kita kuat dan benar ditambah dengan ketulusan dan keiklasan maka disanalah kita bisa bertemu dan saling berjejaring. waktu akan selalu menguji motivasi, ketulusan dan keiklasan kita.
Maka ketika bernetworking saya berjuang untuk berlaku bersih dengan terus menjaganya dengan berinteraksi terus dengan firman Tuhan. Seperti pesan pemazmur dalam Mazmur 119:9
“Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.”
Bagaimana cara Anda merawat setiap network yang sudah terbangun saat ini?
Tidak ada perawatan khusus hanya tetap menjaga motivasi, ketulusan dan keiklasan selebihnya menjaganya terus bernafas dengan terus bergerak aktif untuk menghidupi motivasi untuk membantu semakin banyak orang
Catatan
Organisasi dimana kak Sani aktif melayani selama ini