more"/> more">
“A missionary is not someone who cross the sea, but someone who see the cross”, --Seorang misionaris bukanlah seseorang yang menyeberangi lautan, tetapi seseorang yang melihat salib. Demikianlah salah satu ungkapan dalam kotbah Kak Anthon K. Mapandin dalam sesi 1 dan 2 kamp Misi PMK Kota Surabaya. Kamp ini adalah sebuah kegiatan yang mengajak para peserta Kamp Nasional Mahasiswa 2025 yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan Agustus nanti. Diadakan selama 2 hari 1 malam di Rumah Pemuridan Perkantas Surabaya, peserta yang hadir sekitar 38 orang, diajak untuk memahami tentang Misi Integral, Misi dalam konteks kaum intelektual, Misi dalam Konteks Suku Terabaikan, serta Misi dan Keadilan Sosial yang terakhir adalah sesi refleksi Misi dan Panggilan pribadi. 3 Narasumber yaitu Kak Anthon Katobba M, M.Div, Kak Akhung B. Ina, M.Fil dan Kak Sandi Tejalaksana,M.Th (Garam Budaya) menyampaikan materi yang mengobarkan para peserta untuk makin siap mengikuti KNM 2025.
Melalui kamp ini, para mahasiswa diperlengkapi secara konseptual tentang misi integral, misi yang holistik dalam setiap kehidupan. Secara khusus mereka diajak untuk menggumulkan peran dan kontribusi apa yang dapat diberikan bagi dunia melalui iman dan keilmuan mereka. Tidak hanya memberikan pemahaman konseptual, mahasiswa juga mendengarkan langsung kesaksian dari alumni-alumni yang sudah berkiprah di dunia profesi, bagaimana proses hidup mereka untuk mengintegrasikan iman dan profesi mereka, sehingga misi untuk memperdamaikan segala sesuatu dengan Kristus (Kol. 1:20) bukan sekedar suatu gagasan tetapi sebuah pergerakan konkret dari para murid Kristus. Untuk mendaratkan semua pemahaman yang diperoleh dari materi dan kesaksian alumni, para mahasiswa diajak untuk memvisualisasikan peran dan panggilan Allah secara personal dalam bentuk gambar atau tulisan, yang di akhiri dengan saling berbagi dan mendoakan.
Berdoa untuk beberapa kegiatan PMK Kota mendatang antara lain persiapan RTT (Rapat Tengah Tahun) yang akan berlangsung di 12 Juli, berdoa untuk persiapan setiap divisi dalam menyiapkan bahan evaluasi dan kegerakan di setengah tahun kedepan, berdoa untuk setiap pengurus maupun staf agar diberi Kesehatan dalam mempersiapkan maupun mengikuti RTT nantinya agar boleh hadir semua, berdoa juga untuk BPH yang akan menyiapkan konsep dan memimpin berlangsungnya RTT nanti. Berdoa untuk rencana penjangkauan mahasiswa baru tahun 2025 ini, kiranya Tuhan beri hikmat dalam menetapkan strategi yang bisa menggerakkan para mahasiswa baru untuk memiliki hati dimuridkan. Tuhan Memberkati.