more"/> more">
“Strategi dalam Gerak Roh Kudus” – itulah tema yang diangkat pada Raker BPC Perkantas Jatim pada tahun 2025. Tema tersebut terinspirasi dari Kisah Para Rasul pasal 13-16 yang menggambarkan inisiasi Roh Kudus dalam pelayanan di gereja mula-mula. Bagian tersebut menyatakan bahwa Roh Kudus memberikan arahan kepada komunitas yang adalah pengurus jemaat. Oleh karena itu, pada momen raker ini para pengurus setiap komponen yang menghadiri diharapkan mampu untuk mendengar suara Roh Kudus melalui komunitas.
Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 21 – 23 November 2025 yang bertempat di Villa Hermon Kabupaten Pacet. Raker kali ini dihadiri oleh staf, pengurus ranting, mahasiswa dan siswa binaan serta pengurus cabang. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, Kediri, Mojokerto, Jember, Banyuwangi, Mataram, Batam, dan Jayapura.
Kegiatan diawali dengan evaluasi kegerakan pelayanan yang telah dilakukan selama tahun 2025. Evaluasi dimulai dengan membahas kondisi kegerakan yang terdapat pada PI (Pewartaan Kabar Baik) dan KTB (Kelompok Tumbuh Bersama). Kegerakan PI yang dilakukan oleh siswa menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Beberapa kota yang telah didata belum mencapai target, sehingga data pada regio mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan penurunan jumlah siswa yang ditargetkan untuk melakukan penginjilan, sementara siswa yang tidak ditargetkan justru meningkat. Penurunan juga terjadi pada follow-up hasil PI dan jumlah AKK baru.
Sebaliknya, kegerakan penginjilan di pelayanan mahasiswa mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, meskipun tidak selaras dengan follow-up yang dilakukan. Kenaikan kegerakan PI tersebut kebanyakan dilakukan oleh mahasiswa yang tidak ditargetkan untuk melakukan PI dan hal ini sama dengan yang terjadi dalam pelayanan siswa. Follow up yang dilakukan selanjutnya akan terbina dalam KTB dan realisasi KTB pada tahun ini belum memenuhi target, tapi ada 54 pra-KTB yang terdata.
Setelah didapatkan data yang sedemikian rupa, kegiatan selanjutnya ialah membuat strategi untuk pelayanan tahun depan. Hal yang menjadi perhatian dalam pelayanan mahasiswa ialah bagaimana untuk mempertahankan AKTB (anggota kelompok tumbuh bersama) yang ada dalam 54 pra-KTB. Pendampingan juga perlu terus dilakukan terhadap PKTB dan AKTB dalam melakukan PI dan pemuridan. Isu pendampingan juga ada di lingkup pelayanan siswa. Pendampingan rutim juga akan digalakkan oleh pelayanan siswa, terutama kepada PKTB siswa yang ada.
Di hari yang ketiga, evaluasi dipaparkan oleh Departemen yang ada di naungan BPC Jatim yaitu Literatur, Misi, PI, Beasiswa, Konseling dan Digital Ministry. Mereka membukakan bagaimana peran departemen sangat penting dalam mendukung gerakan pemuridan dan penginjilan, baik di regio Jatim maupun ke seluruh Indonesia.
Dalam raker ini, Kak Akhung dan Kak Victor sebagai pembicara, membukakan tentang bagaimana kita perlu untuk fokus pada tujuan, tetapi sekaligus terbuka akan gerakan Roh Kudus yang mungkin terkesan impromptu(mendadak). Kisah Para Rasul 14-16 mengajarkan bagaimana kesatuan hati jemaat, ketekunan mereka berdoa dan kesediaan untuk taat pada pimpinan Roh Kudus, menghasilkan sebuah pelayanan yang memuliakan Allah. Paulus dan timnya justru berjumpa dengan orang-orang yang memang dipersiapkan oleh Allah untuk mereka mengabarkan Injil.
Berdasarkan setiap evaluasi dan diskusi pelayanan yang ada, ke depannya kita membutuhkan strategi-strategi yang kreatif untuk menjangkau generasi ini. Kemampuan literasi yang rendah, padatnya aktivitas kampus, tekanan dari keluarga, tantangan pergaulan baik dunia maya maupun dunia nyata, serta arus informasi dan teknologi yang terlalu cepat. Itulah kenyataan yang mesti kita hadapi di generasi ini.
Namun pertanyaannya, sampai sejauh mana pelayanan ini harus “kompromi” terhadap generasi ini? Bagian ini harus terus menjadi perhatian semua komponen. Kita perlu belajar dari para rasul yang terus bertekun dalam doa dan berani “bersidang” untuk memutuskan hal-hal yang krusial bagi pemberitaan Injil. Kiranya kita pun juga terus bertekun dalam doa dan serius dalam menentukan dan menjalankan strategi-strategi pelayanan ke depan. Tuhan Memberkati.(Crs)