more"/> more">
Kabar Ladang Jember - Menguatkan Generasi, Mewarisi Iman
Last Updated : May 08, 2026  |  Created by : Administrator  |  21 views

Reportase Reuni Alumni Perkantas Jember, 1–2 Mei 2026
Suasana hangat penuh sukacita dan nostalgia mewarnai pertemuan lintas generasi dalam Reuni Alumni Perkantas Jember yang diselenggarakan pada 1–2 Mei 2026 di Hotel Royal Jember. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 alumni dari berbagai angkatan, serta 11 peserta anak-anak dan remaja yang menjadi simbol keberlanjutan generasi.

Mengusung tema besar Menguatkan Generasi, Mewariskan Iman, reuni ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, melainkan momentum refleksi, penguatan, dan peneguhan panggilan untuk melanjutkan tongkat estafet pelayanan.

Menengok Dasar, Menghidupi Warisan

Kegiatan dimulai sejak siang hari dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan yang dikemas dalam suasana akrab dan cair melalui sesi perkenalan lintas generasi. Momen ini menjadi jembatan yang menyatukan alumni dari era Permaker tahun 1980-an hingga Perkantas Jember masa kini.

Puncak sesi pertama diisi oleh Heri Pratomo, S.H., sosok perintis pelayanan Persekutuan Mahasiswa Kristen Jember (Permaker) yang kemudian menjadi Staf Perkantas Jember pertama (1988-1994). Dalam refleksinya yang berjudul “Meletakkan Dasar, Mewariskan Iman” (1 Kor.3:10-11), ia mengajak seluruh peserta kembali pada fondasi utama pelayanan: Kristus sebagai dasar yang tidak tergantikan. Pelayanan bukan sekadar aktivitas, melainkan pembangunan rohani yang harus terus dilanjutkan di atas dasar yang telah diletakkan oleh Kristus. Peserta diajak berefleksi: apakah Kristus masih menjadi pusat hidup alumni hari ini?

Malam hari menjadi salah satu momen paling berkesan melalui sesi Testimonial Night. Dipandu oleh Johan Deretah, MA. (staf Perkantas Jember 1994-2023) sebagai host, alumni dari berbagai generasi berbagi kisah hidup—tentang bagaimana pelayanan Permaker/ Perkantas telah membentuk iman, karakter, panggilan hidup, bahkan arah masa depan mereka.

Menguatkan Generasi, Mewariskan Iman

Hari kedua diawali  dengan kegiatan “Road to Campus”—jalan pagi menuju area kampus Universitas Jember dan ITS Mandala. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi simbol perjalanan kembali ke ladang pelayanan mahasiswa—tempat di mana iman banyak alumni dahulu dibentuk dan dipertajam.

Dalam Ibadah Pagi, Pdt. Heru Himawan, M.Div., alumni FISIP Universitas Jember angkatan 1987 yang saat ini melayani sbagai gembala jemaat GKMI Kudus, menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Memperkuat Generasi, Mewariskan Iman” (2 Tim.1:5; 2:2). Ia menegaskan bahwa iman Kristen bukanlah sekadar kepercayaan yang dangkal, tetapi relasi yang hidup dengan Pribadi yang dikenal dan dipercayai. Iman yang sejati bukan gullible (mudah percaya), melainkan iman yang melalui proses pengujian yang jujur dan mendalam.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pewarisan iman harus dilakukan secara sengaja dan terstruktur, melalui prinsip multiplikasi generasi: Paulus → Timotius → orang lain → generasi berikutnya. Maka iman yang diwariskan harus: bersifat relasional, bukan sekadar konsep; dihidupi dengan komitmen pada kebenaran; serta dinyatakan dalam ketaatan yang radikal. Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan dalam tiga dimensi kehidupan pelayanan: Doa/Firman – Daya – Dana, sebagai sarana pelipatgandaan iman dalam komunitas.

Menutup acara Reuni Alumni Perkantas Jember 2026, Yusuf Deswanto mewakili Staf dan BPR Perkantas Jember membagikan perkembangan pelayanan terkini sekaligus tantangan ke depan. Ia mengajak para alumni untuk tidak berhenti pada nostalgia, tetapi melangkah pada keterlibatan nyata dalam misi pelayanan. Momen ini menjadi semakin mengharukan ketika Mas Heri (demikian semua alumni memanggil Heri Pratomo) kembali memperkuat ajakan alumni untuk terus setia mendukung pelayanan Perkantas Jember. Sebagai penutup, Pdt Heru Himawan diminta Mas Heri untuk mendoakan secara khusus para staf Perkantas yang hadir, termasuk Tomy Indarto (alumni FH Univ. Jember tahun 2000) yang melayani sebagai Staf Siswa di Perkantas Banyuwangi.

Reuni ini bukanlah akhir, melainkan pengingat bahwa perjalanan pelayanan adalah sebuah unfinished journey. Dari generasi ke generasi, iman harus terus diwariskan—bukan hanya melalui kata, tetapi melalui hidup yang dipersembahkan. Di tengah dunia yang terus berubah, panggilan alumni tetap sama: menguatkan generasi, dan mewariskan iman.(yd)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES