more"/> more">
Kabar Ladang Surabaya “Datangnya Terang Bagi Dunia”: Natal Alumni Perkantas Surabaya 2025
Last Updated : Dec 12, 2025  |  Created by : Administrator  |  253 views

Perayaan Natal Alumni Perkantas Surabaya tahun ini berlangsung dengan penuh kegembiraan di Gereja Bethel Indonesia Berkat Bagi Bangsa, Jalan Manyar Kartika IX No. 2, Surabaya. Mengangkat tema “Datangnya Terang Bagi Dunia” dari Yesaya 9:1, ibadah ini menghadirkan makna pengharapan bagi seluruh peserta yang hadir. Acara ini dihadiri oleh 254 orang dewasa dan 15 anak-anak, yang terdiri dari komponen siswa, mahasiswa, alumni, serta beberapa mitra pelayanan dari gereja, sekolah, dan kampus yang selama ini berkolaborasi bersama Perkantas. Firman Tuhan disampaikan oleh Kak Milhan Kahandik Santoso.

Sejak pintu ibadah dibuka, para alumni mulai berdatangan dengan wajah gembira, sebagian membawa keluarga, sebagian lainnya hadir bersama rekan seperjuangan mereka dalam pelayanan. Suasana kekeluargaan tampak kental saat tim penyambut menyambut setiap peserta yang hadir dengan ramah dan hangat. Ibadah diawali dengan vocal group alumni yang membawakan pujian indah sebagai pembuka. Suasana semakin khusyuk ketika peserta bersama-sama menaikkan pujian dan penyembahan, yang kemudian mengantarkan pada momen pengutusan tim pelayanan misi Kalimantan Barat. Pada sesi doa syafaat, peserta juga diajak mendoakan pergumulan kegerakan pelayanan Perkantas di masing-masing komponen siswa, mahasiswa, alumni, bahkan bangsa, khususnya bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk wilayah Sumatera. Setiap peserta meluangkan waktu pribadinya untuk menaikkan doa syafaat bagi pemulihan bangsa.

Dalam pernyataan firman, Kak Milhan menegaskan pergumulan iman yang sering dialami orang percaya di dalam “malam-malam gelap” kehidupan. Ia menyampaikan kutipan yang menjadi sorotan utama dalam khotbahnya: “Gap area yang penting yang sering membuat orang Kristen berhenti adalah di antara pilihan untuk maju dalam persekutuan intim dengan Allah atau bertahan dalam pergumulan malam yang gelap. Sering kali kita jatuh pada kekecewaan kepada Tuhan, padahal justru di situlah kita dapat menemukan dimensi yang baru dalam persekutuan dengan-Nya.”

Kak Milhan kemudian mengajak peserta meneladani sikap iman Nabi Yesaya, yang dalam kondisi bangsa penuh kegelapan tetap berkata dengan yakin bahwa “tidak selamanya ada kesuraman bagi negeri yang terhimpit.” Yesaya memilih memusatkan pandangan kepada Allah Sang Penguasa hidup, bukan kepada kesulitan yang melingkupinya. Menurut Kak Milhan, perspektif inilah yang menjadi tantangan bagi setiap orang beriman, termasuk para pelayan di Perkantas: melihat segala pergumulan dari perspektif Allah, bukan dari keterbatasan manusia. Menjadi orang Kristen sejati bukan berarti bebas dari penderitaan, namun di dalam tubuhnya iman diuji dan terang Kristus dinyatakan.

Melalui perayaan Natal ini, peserta diajak kembali mengingat bahwa terang Kristus telah datang dan tetap bekerja di tengah dunia yang gelap. Berita Natal memberi kekuatan bagi keluarga besar Perkantas untuk terus melangkah, tidak menyerah dalam menghadapi tantangan pelayanan maupun pergumulan pribadi. Pesan Natal tahun ini diharapkan mendorong setiap alumni, pelajar, dan siswa untuk tetap setia mengabarkan kabar baik Kristus, meskipun keadaan hidup sedang “tidak baik-baik saja”.

Natal ini ditutup dengan penyampaian progres perjalanan pelayanan Perkantas Jatim selama tahun 2025, yang disampaikan oleh Kak Akhung. Dalam penyampaiannya, Kak Akhung memaparkan peningkatan yang dirasakan dalam pelayanan Perkantas, hal ini bertujuan agar hadirin dapat mengetahui setiap progres yang berjalan dalam Perkantas dan juga menumbuhkan visi bersama dalam keluarga besar Perkantas Surabaya. Kiranya sukacita Natal ini tidak hanya berhenti di malam perayaan, tetapi terus memancar dan menjadi terang dalam setiap langkah dan pelayanan hidup kita. (An&Ei)


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES