more"/> more">
Bertempat di tengah kota Surabaya tepatnya GKI Pregolan Bunder, pada tanggal 4 Juli 2026, Perkantas Surabaya merayakan usia pelayanan yang ke-53 tahun. Usia yang cukup panjang untuk sebuah organisasi. Sungguh merupakan anugerah Tuhan, kami bisa melihat bagaimana Tuhan setia menyertai perjalanan Perkantas Surabaya. Perayaan HUT dibuka dengan video yang menunjukkan kegerakan pelayanan dalam satu tahun terakhir. Video ini menampilkan tantangan dan pergumulan pelayanan yang dihadapi komponen siswa, mahasiswa, dan alumni. Namun, di balik tantangan dan pergumulan itu, kita juga dapat melihat Tuhan yang turut bekerja dengan menghadirkan ladang-ladang yang terbuka, seperti menjangkau dalam Paskah gabungan SMA Negeri Kompleks, perintisan Persekutuan FOCUS dari berbagai universitas di Surabaya, pendampingan pemuridan di Universitas Ciputra, juga Weekend Alumni Muda dan fellowship alumni di wilayah Surabaya Barat dan Surabaya Timur.
Biasanya, perayaan ulang tahun diwarnai dengan balon-balon berwarna-warni dan suasana pesta, namun perayaan HUT kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda. kami menyadari realitas yang sedang terjadi di dunia saat ini. Dunia yang semakin hari semakin gelap, penuh tantangan dan bahaya, disitulah murid-murid Tuhan dipanggil untuk menjadi saksi-Nya. Mengusung tema Persevere dengan nats yang terambil dalam Matius 10:16 (PBTB2) "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.” Yesus mengutus murid-murid-Nya seperti domba ke tengah serigala, demikianlah Yesus mengutus siswa, mahasiswa dan alumni di tengah-tengah realitas dunia yang gelap dan mencekam. Ada kisah-kisah melawan sistem kampus yang korup dan mencontek massal, bullying, persekusi oleh keluarga karena menerima Yesus, serta pelecehan seksual yang dialami. oleh teman-teman siswa dan mahasiswa menggambarkan realitas ‘serigala’ yang dihadapi saat ini. Persevere berarti perjuangan di tengah ketekunan yang tidak pasif.
Dalam khotbahnya, Kak Wahyu Dwijayati M.Div yang akrab disapa Kak Yanti, beliau menegaskan kita sebagai domba dengan karakteristik yang lemah, bodoh, sering tersesat karena tidak tahu arah, maka kebergantungan penuh kepada Sang Gembala Agung yaitu Yesus, yang harus diperjuangkan hari lepas hari. Karakter lain yang harus dimiliki murid Yesus ketika berada di tengah serigala adalah ketulusan seperti merpati dan kecerdikan seperti ular. Tulus namun tidak naif dan cerdik namun tidak penuh tipu muslihat. Khotbah ditutup dengan sharing kesaksian alumni dari dr. Ivana Sajogo, Sp.KJ. Beliau menceritakan tantangan yang dihadapi sebagai dokter di rumah sakit untuk terus berpegang pada kebenaran, menghadapi ‘serigala’ yang mengancam integritas. Kebergantungan pada Sang Gembala Agung, karakter tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular, merupakan pesan khotbah yang cukup kuat untuk bisa menyadarkan sekaligus meneguhkan siswa, mahasiswa dan alumni yang hadir ketika kembali menghadapi realitas hidup.
Kami bersyukur Perayaan HUT ini juga menjadi ajang reuni untuk para alumni Perkantas Surabaya terutama alumni Senior dan alumni junior , juga dengan komponen siswa dan mahasiswa. Selamat Ulang Tahun ke-53 untuk Perkantas Surabaya, semoga Tuhan senantiasa menyertai pelayanan yang dikerjakan. Perkantas bisa dipakai Tuhan untuk menghadirkan murid-murid yang tekun, berjuang dalam kebenaran, memiliki hati yang tulus dan cerdik didasari oleh rasa takut kepada Tuhan, dan terus bisa menjangkau siswa dan mahasiswa dari generasi ke generasi. Soli Deo Gloria.