more"/> more">
Surabaya, Jumat, 16 Oktober 2026
Di tengah dunia yang terasa penuh tekanan dan ketidakpastian, mahasiswa Kristen di Surabaya berkumpul untuk melakukan satu hal sederhana namun penting: mengangkat mata kepada Allah. PMK Kota Perkantas Surabaya menyelenggarakan World Student Day (WSD) 2026 di Universitas Narotama, dihadiri 117 peserta, dengan mengusung tema global "Lift Up Your Eyes".
World Student Day (WSD) sendiri adalah hari doa mahasiswa sedunia yang digerakkan oleh IFES (International Fellowship of Evangelical Students). Setiap tahun, puluhan ribu mahasiswa, staf, dan pendukung dari berbagai negara bersatu dalam 48 jam doa bagi mahasiswa dan kampus, sekaligus merayakan karya Tuhan melalui pelayanan IFES di tiap negara. Pada tahun ini, ribuan orang dari lebih dari 130 negara dan wilayah tercatat ikut berdoa, dan mahasiswa Surabaya menjadi bagian dari gelombang doa tersebut.
Gerakan ini penting karena dunia yang terpecah sering membuat kita cemas dan lupa ke mana harus memandang. Melalui tema tahun ini, mahasiswa diajak menaruh kembali pandangan kepada Allah yang memberi kekuatan bagi yang letih (Yes. 40), lalu melihat sekeliling untuk mengenali karya-Nya di antara bangsa-bangsa (Yes. 49 dan 60). WSD mengingatkan bahwa pelayanan di kampus tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari karya Allah yang jauh lebih besar. WSD 2026 Surabaya diadakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 17.00-20.00 WIB di Universitas Narotama.
Para peserta datang dari 14 kampus di Surabaya dan sekitarnya, yaitu Telkom University, Universitas 17 Agustus 1945, Universitas Airlangga, Universitas Ciputra, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Surabaya, Universitas Narotama, Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Bojonegoro, STIESIA, dan Stikes Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya. Keragaman ini menggambarkan luasnya jaringan kampus yang dilayani Perkantas Surabaya, dari perguruan tinggi negeri dan swasta hingga institusi kesehatan dan ekonomi, bahkan sampai ke luar kota.
Firman Tuhan disampaikan oleh Kak Milhan Kahandik Santoso, S.Psi. dengan judul "Arahkan Matamu ke Langit", berdasarkan Yesaya 40:25-28 dengan pelengkap Yesaya 49:14-16. Khotbah dibuka dengan data Indeks Optimisme Indonesia 2025, di mana skor optimisme anak muda turun dari kategori optimis dengan skor indeks 7,77 pada 2023 menjadi netral dengan skor indeks 5,51 pada 2025. Ironisnya, generasi dengan akses informasi dan teknologi terbanyak adalah yang paling sulit berharap.
Kak Milhan menunjuk dua kesalahan yang sering menjebak. Pertama, berfokus pada diri sendiri, mengejar kebahagiaan lewat pencapaian dan validasi, padahal kebahagiaan sejati adalah buah sampingan dari hidup yang diarahkan kepada Allah. Kedua, ekspektasi yang keliru tentang Allah. Ketika skripsi tertunda atau lamaran ditolak, kita mudah berkata seperti Israel di ayat 27 bahwa hidup kita tersembunyi dari Tuhan. Padahal, kita sebenarnya tidak kecewa pada Allah yang sesungguhnya, melainkan pada allah versi kita yang gagal Ia penuhi. Jawaban Allah dalam Yesaya 40 adalah perintah sederhana: arahkan matamu ke langit. Allah yang menciptakan bintang-bintang dan memanggil nama mereka satu per satu, sehingga tidak satu pun yang tidak hadir, tentu tidak akan melewatkan pergumulan setiap mahasiswa.
Khotbah beralih ke Yesaya 49:14-16, ketika Allah menjawab keluhan "Tuhan telah melupakan aku" dengan gambaran ibu dan bayinya, lalu menyatakan bahwa Ia telah melukiskan umat-Nya di telapak tangan-Nya. Kata "melukiskan" dalam bahasa aslinya menggambarkan proses yang menyakitkan, seperti diukir atau dipahat, dan gambaran ini digenapi di kayu salib. Allah tidak hanya berkata bahwa Ia tidak akan melupakan kita, tetapi membuktikannya dengan bekas luka di tangan-Nya sendiri.
Para mahasiswa kemudian diajak mengarahkan mata kepada-Nya dalam doa bersama. Di balik acara ini, ada persiapan yang dimulai sejak Juli 2026. Panitia yang dipimpin oleh Jeremia Estevaldo Manuputty selaku ketua pelaksana, bersama anggota tim lainnya, menjalani beberapa persiapan seperti rapat panitia, pembagian seksi, promosi ke kampus-kampus, dan doa persiapan tiap divisi. Tim juga memakai materi dari IFES, seperti panduan renungan dan kartu doa, untuk menyiapkan hati sebelum hari pelaksanaan.
Melalui WSD 2026, panitia berharap mahasiswa Kristen di Surabaya semakin menaruh pandangan kepada Allah, semakin peduli mendoakan sesama mahasiswa dan kampusnya, serta berani menjadi saksi Kristus di lingkungan kampus masing-masing. Tuhan Yesus memberkati. (Kontributor: Jeremia Estevaldo Manuputty, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya angkatan 2024)