more"/> more">
Psychology Corner - Menjalin Relasi yang Akrab dengan Orang Lain
Last Updated : Jul 23, 2021  |  Created by : Administrator  |  73 views

Oleh Agung Kurniawan,S.Psi,M.Psi

 

Menurut teori sosiologi, manusia adalah mahkluk sosial. Artinya kehidupan manusia tidak bisa lepas dari keberadaan orang lain. Berdasarkan pemahaman hal ini, maka munculah suatu sistem masyarakat yaitu kumpulan manusia yang terikat dengan suatu sistem nilai yang sama yang kemudian dalam istilah antropologi disebut dengan istilah budaya. Oleh karena itu, maka seseorang harus mampu menjalin relasi dengan orang lain. Dalam teori psikologi, kesendirian seseorang, terlepas dari kehidupan orang lain akan menimbulkan suatu gangguan psikologi yang dikenal dengan istilah depresi. Depresi adalah suatu penilaian terhadap diri sendiri yang negative, suatu perasaan tidak berharga, dan tidak bermakna. Perasaan tersebut muncul karena seseorang tidak bisa menjadi bagian yang bermanfaat bagi orang lain. Perasaan yang muncul dalam depresi adalah suatu perasaan kesedihan yang berkepanjangan.

Sama seperti sudut pandang sosiologi, psikologi memandang bahwa kesehatan mental seseorang tidak bisa lepas dari kehadirannya dalam suatu komunitas atau relasi dengan orang lain. Komunitas atau suatu relasi sosial banyak dibahas oleh para ahli psikologi berkaitan dengan kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, komunitas atau suatu relasi sosial menjadi bagian yang penting dalam kehidupan seseorang. Ketika komunitas atau relasi sosial menjadi bagian yang penting dalam kesehatan mental manusia, maka disinilah letak pentingnya ketrampilan sosial bagi seseorang. Tanpa memiliki suatu ketrampilan sosial yang baik, maka seseorang kurang bisa efektif menjadi bagian dalam suatu komunitas atau dalam menjalin relasi sosial dengan orang lain, bahkan menjadi suatu beban psikologis yang lebih dikenal sebagai trouble maker.

 

Salah satu hal yang menjadi bagian dari keterampilan sosial adalah mengenal diri sendiri. Mengapa demikian ? Oleh karena ketika seseorang mengenal dirinya, dia sendiri tahu bagaimana harus menempatkan dirinya di hadapan orang lain sebelum dia belajar mengenal orang lain. Salah satu ungkapan terkenal dalam mengenal diri adalah istilah golden way yaitu perlakukan orang lain sama dengan dirimu ingin diperlakukan oleh orang lain. Jika kita memerlukan dikasihi orang lain, maka kita juga harus mengasihi orang lain. Jika kita ingin memperoleh rasa nyaman dari orang lain, maka kita juga harus memberikan rasa nyaman kepada orang lain. Dengan menerapkan cara emas ini, maka kita akan mudah menjadi bagian dari suatu komunitas atau dalam menjalin relasi sosial dengan orang lain. Tindakan kebaikan yang kita berikan kepada orang lain ketika kita mengenal diri disebut dengan kasih.

 

Pengenalan diri yang tidak melahirkan suatu tindakan kasih kepada orang lain disebut dengan egois. Sikap egois akan menjadi penghalang bagi seseorang menjadi bagian dari suatu komunitas atau ketika menjalin relasi sosial dengan orang lain. Tindakan kasih kepada orang lain yang lahir dari pengenalan diri, akan menjadi bagian sari seluruh kehidupan seseorang, misalnya melalui tatapan muka, senyuman, sentuhan, komunikasi, pola pikir, perilaku, dsb. Kasih yang memberikan kebaikan kepada orang lain akan melahirkan perasaan bahagia. Dengan demikian kasih adalah hal yang penting dalam berelasi sosial atau menjadi bagian dalam suatu komunitas. Tidak ada kasih yang berhubungan dengan kepentingan diri, namun kasih selalu bergerak keluar dari diri sendiri, yaitu bergerak demi kepentingan orang lain.

 

 Kasih adalah aspek penting yang membuat seseorang bisa menjadi bagian dari suatu komunitasa atau dalam menjalin relasi sosial dengan orang lain. Namun bagi bagaimana kasih bisa membuat suatu relasi menjadi lebih akrab ? Kasih yang bisa membuat suatu komunitas atau relasi sosial menjadi lebih akrab adalah kasih yang mendalam. Apakah kasih yang mendalam tersebut ? Kasih yang mendalam adalah kasih yang tidak menuntut imbalan dari orang lain yang kita kasihi dan kasih yang tidak memandang keberadaan orang lain. Jika memandang manusia dalam kacamata antropologi, maka perilaku dan pikiran manusia digerakkan oleh sesuatu yang diturunkan turun-temurun yang dikenal dengan istilah insting. Kasih yang mendalam adalah bentuk insting yang diturunkan turun temurun. Kasih yang mendalam secara insting tersebut adalah kasih ibu kepada anak yang dilahirkannya. Apapun kondisi anak yang dilahirkannya, insting kasih yang mendalam akan menggerakkan hati pikiran dan perilaku setiap ibu untuk memberi makan dan melindungi anak yang dilahirkannya. Dan kasih seorang ibu kepada anaknya adalah kasih yang tidak menuntut imbalan apapun dari anaknya. Bahkan hingga masa tua seorang ibu, meskipun anaknya telah mandiri, kasih seorang ibu kepada anaknya tidak pernah pudar. Ini adalah suatu potensi atau benih yang ditanam Tuhan dalam hari setiap manusia.

 

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kasih adalah memberikan kebaikan kepada orang lain. Apakah kebaikan dalam suatu relasi sosial ? Kebaikan adalah sesuatu yang membawa manfaat positif bagi orang lain. Manfaat positif bagi orang lain akan menumbuhkan dan membangun orang lain mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang positif bagi orang lain. Dalam istilah Abraham Maslow, seseorang bisa mencapai aktualisasi diri. Menurut Maslow, aktualisasi adalah puncak tertinggi dari suatu kebutuhan terdalam dari seorang manusia. Dalam piramida Maslow, terdapat beberapa jenis kebutuhan menurut tingkatannya sebelum mencapai aktualisasi diri. Misalnya kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa aman merupakan suatu kebutuhan yang bisa diusahakan diri sendiri misalnya : memiliki tabungan, menyewa satpam dsb. Namun itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya kehadiran orang lain. Kita bisa mendapatkan uang karena ada orang lain yang membeli produk kita atau menggunakan jasa kita. Artinya pemenuhan suatu kebutuhan seseorang tidak bisa lepas dari kehadiran orang lain. Kesimpulan akhir dari semua ini adalah bahwa menjalin relasi khususnya menjalin relasi yang akrab dengan orang lain adalah kebutuhan mendasar dari setiap manusia. Bukti dari menjalin relasi yang akrab adalah muncul kasih yaitu memberikan kebaikan bagi orang lain demi pertumbuhan dan perkembangan setiap orang menuju aktualisasi diri yang membawa kebahagiaan. (*Penulis melayani sebagai Konselor di Griya Pulih Asih)

 

 

 

 

Griya Pulih Asih

Pusat Pemulihan dan Pengembangan Diri”

“Mendampingi Menggapai Potensi Efektif”

Telp.+62 857 9115 2570

Email: griyapulihasih@gmail.com

Web: https://griyapulihasih.com

Ig: griyapulihasih (rumah pemulihan)

You Tube: Griya Pulih Asih

 

Layanan:

Psikotes

  • Bakat-Minat dan Penjurusan
  • Seleksi dan Penempatan Kerja
  • Rekomendasi/Evaluasi dan Pengembangan Karyawan Pelatihan dan Seminar
  • Pelatihan/Seminar Komunikasi, Konseling, Parenting, Kepemimpinan, Self Development, dll.

Konseling dan Intervensi

  • Konseling karir, keluarga, pasutri, relasi, pranikah, dll.
  • Intervensi medikasi, kognitif, perilaku, konsentrasi, verbal-komunikasi, dll.

Child Care Center “Griya Anak”

  • Day Care, pengukuran psikologis anak, intervensi permasalahan anak, dll.

Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES