more"/> more">
Student Writing - Lagu Indonesia Raya dan Kebebasan Berekspresi
Last Updated : Sep 10, 2021  |  Created by : Administrator  |  33 views

Ada sesuatu hal yang menarik perhatian saya mengenai penulisan lirik lagu Indonesia Raya. Jika ditelusuri konteks sejarahnya, penulisan Lagu Indonesia Raya justru lahir ketika pemerintah Belanda sedang melakukan tindakan represif terhadap Bangsa Indonesia. Tindakan represif itu berupa adanya ketidak-bebasan atas gerakan semangat memerdekakan Indonesia, termasuk dalam penciptaan lagu-lagu perjuangan. Penciptaan lagu-lagu perjuangan memang sangat sensitif bagi bangsa Belanda pada waktu itu. Hal ini dianggap dapat memicu semangat Bangsa Indonesia untuk bangkit dan memperjuangkan kemerdekaan bangsanya.

Paradoks sekali bukan? Menulis lirik lagu Indonesia Raya dalam kondisi yang justru sedang mengalami tindakan represif dimana penciptaan lagu-lagu perjuangan merupakan hal yang sangat ditentang. Namun kondisi seperti itu tidak menyurutkan semangat Supratman. Ia terus mengekspresikan kecintaannya pada Bangsa dan Negara dengan tetap menulis lirik lagu Indonesia Raya. Lebih dari sekedar itu, ia juga memviralkan naskah lagu Indonesia Raya ke segala penjuru Indonesia

Dari cerita diatas kita bisa melihat bahwa kebebasan berekspresi merupakan hal yang sangat diperjuangkan, bahkan sampai sekarang pun kita masih perlu untuk memperjuangkan kemerdekaan untuk menjadi pribadi yang bebas dalam berekspresi entah dalam apapun itu bentuknya. Maka bukan hanya “kemerdekaan” dari suatu bangsa yang harus diperjuangkan, namun juga tentang kebebasan berekspresi.  

Cuplikan sejarah akan penulisan lagu Indonesia raya seharusnya membuat kita menghayati pentingnya kebebasan berekspresi melalui karya, pemikiran atau  apapun bentuk dedikasi lainnya.  Walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau sampai saat ini banyak orang yang masih struggle dengan hal “kebebasan berekspresi”. Mungkin beberapa hal penyebabnya adalah karena perasaan tidak percaya diri dan takut tidak adanya penerimaan atas ekspresi yang diberikan.

Padahal pada masa ini, kita diberikan ruang dan kebebasan yang seluas mungkin untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap bangsa. Salah satunya melalui sosial media. Socsal media dapat menjangkau banyak orang dari berbagai latar belakang, suku dan daerah. Sosial media juga memberikan beberapa implikasi yang sangat konkrit bagi kita sebagai pengguna, beberapa contoh diantaranya adalah dengan hadirnya ruang kebebasan berekspresi melalui sosial media seharusnya dapat mendorong  dan memudahkan kita untuk terus berkarya dalam mengekspresikan ekspresi.

Banyaknya platform dalam sosial media memudahkan seluruh masyarakat untuk menjadi “content creator” yang menyuarakan tentang persatuan, kesatuan, kedamaian, termasuk kegelisahan kita akan permasalahan yang sedang terjadi di bangsa ini. Justru pada masa ini, rasanya kebebasan berekspresi merupakan suatu hal yang tidak muluk-muluk, cukup menggunakan jempol kita semua dapat menyuarakan kegelisahan dan mengeskpresikan kecintaan terhadap tanah air. Kondisi dan peluang yang sangat berbanding terbalik jika dibandingkan dengan apa yang dialami oleh Supratman pada masanya

Hari kemerdekaan sudah kita rayakan, lagu Indonesia Raya juga semakin sering dikumandangkan, biarlah momentum ini tidak hanya sekedar aktifitas rutin belaka namun menjadi momen untuk terus mengenang dan mengekspresikan rasa cinta terhadap tanah air melalui karya-karya yang dapat kita berikan melalui semua peluang media platform yang ada. Dirgahayu Indonesiaku!

(*Oleh Euodia Desthalyana , Mahasiswa semester 7, jurusan Prodi Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya)

(*Ilustrasi gambar diambil dari https://encyclopediaindonesia.blogspot.com/2012/11/lagu-kebangsaan-indonesia-raya-national.html


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES