more"/> more">
Percikan ~W-THE~Writing Through HIS Eyes : Aku Manusia Celaka!
Last Updated : Mar 25, 2022  |  Created by : Administrator  |  1132 views

Calvin Nathan Wijaya

“Oh betapa kuperlu anugerah-Mu. Lebih dari kata-kata yang dapat terucap. Yesus aku datang, Yesus aku datang. Dalam segala kelemahanku. Kaulah yang kupercaya. Yesus aku datang, Yesus aku datang.”

Kalimat-kalimat di atas merupakan lirik bait pertama sebuah lagu rohani Kristen kontemporer berjudul “Jesus I Come” yang dinyanyikan oleh Elevation Worship. Betapa tidak, sepertinya lirik tersebut mewakili kehidupan orang-orang Kristen. Telah kulihat dan kurasakan sendiri fenomena berulang yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen. Jatuh dalam kesalahan yang sama. Ya, itu dia. Jatuh dalam kesalahan yang sama. Kusadari titik lemah manusia akan selalu menghantui dirinya. Kapan saja dan dimana saja. Ya, hasrat yang kuat dalam diri yang menariknya terus menerus. Entah apakah setan yang harus disalahkannya.

Paulus, seorang rasul yang dikuduskan untuk memberitakan Injil pernah mengatakan sesuatu yang menggetarkan. “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” -Rm. 7:24 (TB). Ada suatu pergumulan hebat dalam dirinya yang mungkin menjadi pergumulan seluruh umat manusia. Mengapa aku seperti ini? Mengapa aku jatuh dalam kesalahan yang sama? Bukankah aku sudah tahu mana yang benar? Celaka aku! Demikianlah ia katakan: Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. -Rm. 7:22-23 (TB). Singkatnya dalam perenungannya ia ingin mengatakan bahwa tubuhku memberontak, memberontak, dan memberontak terhadap Allah. Sungguh merupakan ironi! Di satu sisi ia katakan, “aku dikuduskan untuk memberitakan Injil”, disisi lain ia katakan, “tubuhku memberontak terhadap Allah.”

Dalam perenungannya yang lain, Paulus menuliskan bahwa ia diberi suatu duri di dalam dagingnya. -2 Kor. 12:7 (TB). Tidak dijelaskan secara rinci mengenai duri itu, namun yang pasti duri tersebut ia jelaskan sebagai “seorang utusan Iblis.” Apakah itu penyakit? atau mungkin orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan pelayanan Paulus? Bisa saja. Apakah mungkin juga hal ini berkaitan dengan tubuhnya yang memberontak itu? Bisa juga. Satu hal yang pasti, yaitu duri tersebut bertujuan agar dirinya tidak meninggikan diri. Fakta bahwa tubuh manusia selalu memberontak dan ingin tunduk pada dosa membuat manusia tidak dapat lepas dari anugerah Allah. “Kebergantungan penuh kepada Allah” merupakan sesuatu yang mutlak dimiliki setiap orang Kristen dalam segala aspek kehidupannya. Tiap detik bergantung kepada Allah. Duri itu ditaruh dalam diri manusia agar manusia tahu bahwa ia adalah makhluk yang lemah. Dalam kelemahan itulah, kuasa-Nya justru bekerja secara sempurna. Well, iman Kristen memang terdengar agak aneh, tetapi memang itulah faktanya. Manusia seperti seorang bayi yang bergantung sepenuhnya pada orang tuanya. Dalam kelemahanku, Kaulah yang kupercaya.

Seperti yang dikatakan oleh J. I. Parker dalam bukunya Evangelism and The Sovereignty of God bahwa “Ketika kita berlutut, kita tahu bahwa dunia ini [termasuk diri Anda sendiri] berada di luar kendali kita; …” Siapkan lutut Anda untuk selalu memohon anugerah-Nya atas Anda! Anda manusia celaka! Anda manusia lemah! Iya, memang. Berbanggalah atas itu. Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Nya menjadi sempurna. -2 Kor.12:9

~Komunitas Pena Murid ~ Calvin merupakan alumni Program Studi Administrasi Publik, Universitas Airlangga. Saat ini, ia melakukan kerja magang Pusat Pengkajian Reformed bagi Agama dan Masyarakat atau Reformed Center for Religion and Society (RCRS).


Subscribe To Our Newsletter
Subscribe to catch our monthly newsletter, latest updates, and upcoming events
RELATED UPDATES